Kenalan dengan Flu Singapura

image

Hidup di jaman sekarang harus siap berhadapan dengan berbagai jenis penyakit baru yang belum muncul kala kita masih anak-anak dulu. Mungkin bertambahnya waktu dan semakin berkembangnya kehidupan membuat penyakit tertentu dapat bermutasi menjadi sosok penyakit baru yang kita temui saat ini. Mungkin, saya bukan ahlinya disitu.

FLU SINGAPURA. Seandainya saya tahu si kecil bakal terkena penyakit ini mungkin saya akan mampir ke pemerintahan setempat saat kami liburan beberapa waktu lalu. Sudah pasti meminta keterangan mengenai serba-serbi penyakit tersebut dan asal mula nama penyakit sampai akhirnya nama negara mereka ada pada nama sebuah penyakit. Ah lupakan, ini hanya intermezzo.

Hari rabu tepat tanggal 25 Mei 2016, Ry dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Keluhan awalnya adalah pada hari Sabtu dan Minggu sebelumnya suhu badan cukup tinggi di angka 38°C, semoga si thermometer akurat karena berdasarkan tanganmeter saya sudah lumayan panas. Sudah 2 hari panas tubuhnya dirasa belum ada perubahan maka saya berikan sanmol, cukup sekali minum Alhamdulillah suhu badan kembali normal. Hari berikut tepatnya Senin, mulai muncul bercak-bercak merah semacam bintik cacar (ada air di dalamnya) di sekitar bokong. Hari Selasa bercak tersebut semakin bertambah memenuhi bokong dan mulai muncul di beberapa bagian kaki seperti lutut dan telapak kaki. Hari Rabu semakin menjalar ke area tangan dan dagu. Mulai panik. Karena tidak berani membayangkan seperti apalagi penjalaran si bercak ini akhirnya saya menyerah juga membawa Ry ke rumah sakit bertemu DSA.

Kami bertemu dsa Rodman Tarigan di RSIA Limijati Bandung. Beliau memberikan obat minum (bukan antibiotik) yang dikonsumsi 1 x sehari setelah makan dan obat salep yang wajib diolesi 3 x sehari setelah mandi atau setelah area luka dibersihkan. Pesannya hanya satu “dikurung dulu di dalam rumah” 😦

Penasaran dengan penyakit yang mampir di tubuh Ry akhirnya saya mencari data mengenai penyakit yang tergolong tidak newcomer ini. Berikut beberapa informasi yang penting diketahui seputar Flu Singapura :

Pengertian Flu Singapura

Penyakit flu singapura bukan berarti penyakit flu yang berasal dari negara Singapura. Mewabah sekitar tahun 2006, penyakit ini dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau biasa disebut dengan penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut (KTM) merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini biasanya menyerang anak kecil (usia 2 minggu hingga 10 tahun) tapi bisa juga terjadi pada orang dewasa. Pengidap flu singapura biasanya mengalami bintil-bintil air atau luka-luka atau ruam (vesikel) di sekitar atau di bagian mulut, tangan dan kaki. Terkadang diikuti oleh luka-luka pada bagian siku tangan dan bokong.

Gejala Flu Singapura

Masa inkubasi flu singapura berlangsung kurang lebih satu minggu atau sekitar 2-3 hari sebelum munculnya tanda dan gejalanya seperti demam tinggi, sakit tenggorokan, hilang nafsu makan, muncul luka seperti melepuh berwarna merah di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi, ruam merah, bayi dan balita akan rewel dan mudah marah, sakit perut, muntah dan batuk.

Umumnya penyakit flu singapura diawali dengan munculnya demam (38°C-39°C). Setelah itu sekitar satu atau dua hari akan muncul ruam atau luka di sekitar gusi, lidah, dan pipi bagian dalam. Kondisi inilah yang bisa membuat mereka kesakitan saat minum, makan, atau menelan. Tidak lama setelahnya, ruam muncul di sekitar telapak tangan dan kaki, serta terkadang pada bokong dan selangkangan.

Penyebab Flu Singapura

Kelompok virus bernama enterovirus A yang menjadi penyebab flu Singapura. Virus coxsackie A16, A6, A10, dan enterovirus 71 adalah jenis-jenis enterovirus A yang paling sering menyebabkan munculnya flu singapura. Virus jenis ini menyebar ke jaringan di mulut, sekitar amandel, dan masuk ke dalam sistem pencernaan. Hingga akhirnya menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Akan tetapi sebelum virus menyebar ke organ-organ vital, sistem imunitas tubuh akan mengendalikannya.

Sumber utama penyebaran kelompok virus ini adalah melalui mulut. Penyebaran flu singapura dari satu orang ke orang lain adalah kontak langsung dengan penderita, melalui cairan dari hidung maupun tenggorokan yang keluar saat bersin,
air liur atau ludah yang terlempar ke udara saat batuk, cairan yang berasal dari luka melepuh, dan permukaan benda yang sudah terkontaminasi oleh kotoran penderita (tinja).

Diagnosis Flu Singapura

Terdapat beberapa hal yang bisa membedakan gejala flu singapura dengan penyakit lainnya, yaitu:
biasanya dimulai dengan demam dan sakit tenggorokan, kemudian diikuti munculnya luka-luka di mulut serta ruam pada tangan dan kaki, umumnya terjadi pada anak di bawah 10 tahun dan ukuran luka lebih kecil dari cacar. Tidak jarang juga terjadi sesak napas, kejang-kejang, ulkus, sariawan pada rongga mulut, lidah, dan kerongkongan. Jika timbul gejala seperti ini harap segera mungkin dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif karena dapat menyebabkan kematian.

Pengobatan Flu Singapura

Umumnya flu singapura tidak membutuhkan pengobatan. Kondisi ini biasanya pulih dengan sendirinya setelah kurang lebih satu minggu. Flu singapura disebabkan oleh virus, jadi yang harus diingat adalah tidak bisa memberikan antibiotik untuk mengobatinya. Namun beberapa hal ini bisa dilakukan untuk meredakan gejalanya antara lain : berikan asetaminofen atau ibuprofen. Jangan berikan aspirin pada penderita anak-anak dan remaja di bawah usia 16 tahun karena berisiko menimbulkan penyakit sindrom reye, istirahat yang cukup dan berikan banyak minuman dingin untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan, berikan makanan lunak dan juga sup karena kondisi ini akan membuat mereka kesulitan dalam menelan.

Cara Mengurangi Resiko Penyebaran Flu Singapura

Beberapa diantara langkah berikut dapat membantu penyebaran flu singapura melanda, yaitu mengisolasi penderita untuk sementara waktu karena penyakit ini sangat mudah menular (tempo pengasingan yang disarankan adalah hingga luka kering), membersihkan area-area yang dicurigai terkontaminasi virus seperti pakaian & peralatan makan, rajin mencuci tangan dengan bersih dan terakhir mengajarkan pada anak bagaimana menjaga kebersihan anggota tubuhnya sendiri sebab anak-anak di bawah 10 tahun rawan tertular penyakit ini.

Referensi :
http://www.id.wikipedia.org
http://www.alodokter.com
http://www.halosehat.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s