Art in the Montessori Environment

jendelakeluarga.com – Beberapa hari lalu tepatnya Minggu (09/09) saya menghadiri gathering yang diadakan oleh Nippon Paint bersama Indonesia Montessori Club (IMC) yang bertajuk “Art in the Montessori Environment”. Terdapat 2 narasumber pada acara ini, yaitu Ibu Linda dari Nippon Paint dan Mom Elvina dari IMC.

nippon paint indonesia montessori

Berlokasi di restoran Mamain yang terletak di Jl. Gunawarman Jakarta Selatan, acara dimulai dengan perkenalan dan penjelasan dari Nippon Paint yang saat ini sukses meluncurkan produk unggulannya berupa Nippon Spot-Less Plus.

Cek poin keunggulan Nippon Spot-Less Plus pada postingan instagram saya di bawah ini ya.

nippon paint
Ibu Linda dari Nippon Paint
elvina lim kusumo
Mom Elvina dari IMC

Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan seputar “Art in the Montessori Environment” yang dibawakan oleh Mom Elvina. Simak intisari materinya berikut ini.

Art in The Montessori Environment

Menurut Elvina, hal dasar yang perlu dipersiapkan untuk memberikan kegiatan seni pada anak di rumah versi montessori adalah dengan mempersiapkan lingkungannya terlebih dahulu (the prepared environment). Ada berbagai hal yang perlu diperhatikan saat orangtua mempersiapkan lingkungan belajar anak di rumah agar lebih nyaman dan aman, diantaranya :

The Prepared Environment 

  • Mempersiapkan ruangan dan sudut ruangan yang kondusif untuk anak berkegiatan.
  • Rak kegiatan yang mudah diakses oleh anak, sehingga sekaligus dapat melatih kemandirian.
  • Anak bebas berkegiatan di meja atau di lantai dengan menggunakan rug atau tray.
  • Hiasan dinding netral, contoh foto keluarga, lukisan anak, poster dai museum.
  • Ukuran child-sized dan real object, agar anak dapat membayangkan langsung seperti apa wujud aslinya (tidak abstrak).
  • Nyaman, indah, suasana hangat dan mengundang anak untuk bermain.
  • Sudut ruangan untuk bunga ataupun hewan peliharaan.
  • Sudut lainnya bisa dimanfaatkan sebagai pojok bacaan sesuai ketertarikan anak.

Manfaat dan Tujuan kegiatan Seni :

  • Melatih anak untuk berpikir kreatif, mendeskripsikan sesuatu, menganalisa dan menginterpretasi sesuatu hal.
  • Anak-anak dapat menuangkan perasaannya tanpa kata-kata namun melalui karyanya.
  • Anak akan belajar menyelesaikan masalah, berpikir kritis dan memperkaya kosakata baru.
  • Anak belajar untuk berkolaborasi saat beraktivitas seni dengan teman-temannya.
  • Anak menemukan bahwa ada lebih dari satu jawaban yang tepat dan adanya berbagai persepsi.
  • Anak dapat berkenalan dengan kebudayaan dari seluruh dunia.
  • Anak merasa bangga dan puas akan hasil karyanya (satisfaction & inner joy).
  • Melatih motorik halus.
  • Dan paling penting, anak akan belajar proses bukan hasil. It’s the process, not the product.

Saat lingkungan anak sudah dipersiapkan sedemikian rupa agar mereka dapat beraktivitas dengan baik, ada hal-hal yang juga harus diperhatikan saat proses kegiatan bermain dan belajar menjadi lebih menyengkan, yaitu menggunakan prinsip kegiatan seni Child-Led.

Child-Led Art Activities

  • Follow the Child; anak bebas memilih kegiatan sesuai dengan ketertarikannya.
  • Open-Ended; menyediakan berbagai material yang dapat mereka jadikan atau menghasilkan suatu imajinasi tertentu. Misal membuat pesawat dari lego.
  • Berikan kesempatan untuk men-discover sesuatu atau eksplorasi.
  • Berikan kesempatan pada anak agar dapat berkreasi, tidak selalu mengikuti contoh orang dewasa.
  • Menekankan pada proses, bukan hasil.
  • Bukan sekedar bertujuan mendapatkan nilai baik, mendapat pujian dll.
  • Higher purpose; meningkatkan kreatifitas anak, berkenalan dengan berbagai teknik seni, mengambil resiko, meningkatkan konsentrasi dan repetisi serta mengasah kemampuan motorik halus anak.
  • Berikan kesempatan anak untuk berkegiatan seni namun tetap dipantau serta hindari komentar atau koreksi dari orang dewasa.

Jika sudah dipahami dengan baik bagaimana alur proses belajar dan bermain anak yang dianjurkan dalam prinsip montessori, ada beberapa hal yang wajib menjadi concern kita sebagai orang dewasa, orangtua sekaligus sebagai fasilitator dalam berkegiatan di rumah.

Tanggapan dan Sikap yang Disarankan Sebagai Fasilitator :

  • Batasi kata-kata dengan cara saat memberikan contoh suatu teknik dengan menunjukkan perlahan tanpa berbicara.
  • Saat anak memperlihatkan hasil karyanya, sebisa mungkin gali terlebih dahulu apa yang sudah dibuatnya (tell me about this). Tidak serta merta langsung memberi pujian atau koreksi.
  • Gunakan kata-kata deskriptif seperti “Saya suka sekali bagaimana kamu memilih warna pada lukisanmu”.
  • Bertanya kembali seperti “Apa yang kamu temukan ketika mulai mencampur warna?”
  • Hindari memberikan kata sanjungan yang berlebihan dan berulang (contoh“Good job!”), karena anak dapat saja memahami bahwa hasil tersebut sudah maksimal (demotivasi untuk berkreasi lebih).
  • Hormati dan hargai hasil karya anak.

Gimana cukup bermanfaat ya untuk mempersiapkan lingkungan yang well-prepared di rumah, khususnya untuk anak bebas berkegiatan seni.

Oh ya, selama acara berlangsung, Ry cukup kooperatif main bersama teman-temannya di playground Mamain, sementara uminya fokus mendengarkan materi.

indonesia montessori imc nippon paint 2

Terima kasih Nippon Paint dan IMC untuk undangannya. Senang rasanya bisa ikut berpartisipasi dalam gathering ini, menambah ilmu dan juga bertemu dengan teman-teman baru 🙂

indonesia montessori imc nippon paint

***

:: 9 September 2018 ::

Miranti

jendelakeluargaid@gmail.com

18 thoughts on “Art in the Montessori Environment

  1. Salut dengan idenya bahwa memberikan kegiatan seni pada anak di rumah versi montessori adalah dengan mempersiapkan lingkungannya terlebih dahulu.
    Bener banget memang..Karena jika lingkungannya nyaman dan pasca berkegiatan seni enggak bakal bikin Emak uring-uringan tentu bakal tercapai tujuan kegiatan bagi tahap perkembangan anak.’.Keren ini!

  2. Terkadang orang tua banyak yang menyepelekan kegiatan seni ini ya mba.. padahal manfaatnya byk banget untuk anak..

  3. seru ya mbak acaranya, kemaren ku juga hadir disana.. sepulang acara langsung menghayal punya ruangan khusus anak2 bermain dengan berdindingkan cat nippon spot less plus, pastinya gak perlu khawatir dinding mudah kotor dan pastinya bebas bakteri..

  4. Mbaak aku mupeng banget pengen belajar montessori nih. Kira-kira langkah pertama yg harus aku lakukan apa ya? Nice sharing anyway.. Jadi semakin tertarik dgn metode montessori ini

  5. Wah Nippon Paint bikin acaranya seru banget ya, melibatkan ibu dan anaknya. Kalau pakai cat Nippon dirumah, apalagi yang memiliki anak yang lagi suka mengeksplorasi dinding ini jadi aman loh karena dia punya cat yang bisa dihapus noda pada dinding.

  6. Ternyata mensupport anak gak mesti langsung bilang bagus, keren ya mbak, tapi lebih kepada menyemangati agar si anak mau berkreasi lebih. Selama ini ternyata yg saya terapkan ke peserta didik saya salah ya.

Leave a Reply

error: Content is protected !!