Antara Harajuku, Shinjuku dan Shibuya

Antara Harajuku, Shinjuku dan Shibuya

hotel murah dan mewah di tokyo jepang

jendelakeluarga.com –  Sabtu lalu sewaktu pulang kuliah saya mendadak kangen banget sama Jepang. Rindu dengan kedisiplinannya yang utama. Sebenarnya sih kangennya beralasan karena sepulang kuliah itu agak baper melihat orang-orang alias calon penumpang TransJakarta yang parah banget moral disiplinnya dalam hal antrian 😦

Saya pribadi saat dihadapkan permasalahan begitu kadang jadi galau juga ya, mau negur bisi panjang urusan bakal dinyinyirin balik atau berusaha cuek tapi dalam hati ada yang menolak, heu.

Di Jepang terutama di Tokyo punya peak hours di atas jam 9 malam. Sedangkan di Indonesia untuk jam sibuknya berada di jam 5 sore sampai 8 malam. Saya ambil contoh jadwal pulang orang kantoran ya untuk mempermudah.

Kenapa di Jepang pulangnya larut sekali? mungkin jawaban sederhananya karena mereka punya mental pekerja keras. Bahasa kerennya punya etos kerja tinggi. Pernah suatu kali dapat cerita dari seorang teman bahwa seorang istri asli sana merasa jika suaminya pulang lebih cepat dari biasanya akan dicurigai tidak bekerja pada hari itu. Jadi semacam ada tabu untuk tidak pulang larut malam. Sedangkan di Indonesia jelas berbeda kondisinya, sebaliknya suami telat sedikit dicurigai istri mencari-cari alasan, padahal mah emang meeting beneran haha.

Back to the topic, poin pentingnya adalah dalam keadaan lelah semacam ‘overtime setiap harinya mereka tetap disiplin mengantri dengan baik, stick to the rules. Saya mengalami sendiri kala itu sekitar jam 11 malam masih dalam antrian kereta dan cukup berdesakan di dalamnya setelah berkeliling area Harajuku, Shinjuku dan Shibuya.

Berbeda ceritanya dengan di Indonesia, tepatnya di ibukota. Saya pernah mendengar sendiri celetukan dari salah seorang wanita kantoran berpakaian rapih yang dengan santainya bilang “udah gapapa udah malem ini lah, pengen cepet ketemu anak nih” sambil berusaha merusak antrian di Halte Busway Bundaran Senayan untuk rute T11. Sad, seriously.

hotel dekat shinjuku station (2)

Ya begitulah kenyataan karakter orang kita dan semoga pelan-pelan bisa diperbaiki yaa. Aamiin~

Ok next, mari kita bahas tentang 3 wilayah famous di Tokyo yang sempat saya singgung sebelumnya; Harajuku, Shinjuku dan Shibuya. Yes, 3 kawasan hidup yang mustahil tidak dikunjungi saat mendarat di Tokyo ini rasanya wajib diperbincangan. Barangkali buat kamu yang sudah mengunjunginya pasti berharap bisa merasakan (kembali) keunikan sensasinya saat strolling around disana.

Harajuku

Pasti familiar donk ya mendengar nama Harajuku. Harajuku merupakan sebuah wilayah di Tokyo yang menjadi pusat mode para kawla muda dan terletak diantara dua lingkungan besar yang tidak kalah terkenalnya, yaitu Shinjuku dan Shibuya. Harajuku termasuk wilayah favorit bagi para turis pecinta wisata belanja pinggir jalan. Banyak item-item unik dengan harga miring yang diperdagangkan di wilayah ini. Karena konon sejak dulu kawasan ini banyak dipenuhi pebisnis muda dengan harga sewa toko yang relatif murah. Meskipun sekarang harga sewa toko semakin tinggi, namun kawasan ini malahan bertambah hidup dan menjadi destinasi belanja favorit para wisatawan asing.

Shinjuku 

Shinjuku juga sama halnya dengan Harajuku yang banyak mendatangkan wisatawan asing. Di kawasan ini banyak dijumpai gedung-gedung tinggi. Salah satu landmark kota Tokyo yang terkenal adalah Tokyo Metropolitan Government (TMG). Di gedung ini disediakan observatory deck untuk melihat pemandangan kota Tokyo dari lantai 45.

Untuk mencapai kesini kamu bisa mengaksesnya melalui St. Tochoma Subway (E28) atau turun di Stasiun Shinjuku dan berjalan kaki ke TMG melalui underpass yang sejuk dengan fasilitas travelator seperti di bandara.

Buat yang terlanjur jatuh cinta dengan suasana di Shinjuku seperti saya, kamu bisa cari penginapan yang tidak jauh dari jantung kotanya Shinjuku area, misal hotel dekat Shinjuku Station seperti Kadoya Hotel, JR Kyusu Hotel, Akari Shinjuku Hotel dan banyak lagi hotel lainnya.

Shibuya

Nah kalau nama yang ini pasti tidak asing lagi kan ya. What do you think about Shibuya? mostly mungkin akan menjawab hectic, crowded or hasty.  Benar sih, kebetulan pertama kali saya menginjakkan kaki di Shibuya juga malam hari dimana jam-jamnya orang kantoran pulang kerja jadi terasa banget padatnya, semacam pasar malam versi modern hehe. Mirip Jakarta sebenarnya, bedanya disini yang tumpah ruah itu orang-orang yang mayoritas pulang beraktivitas (atau wisatawan?) sedangkan di Jakarta yang dilihat adalah pemandangan kendaraan yang sedang bermacet ria 😛

Jangan lewatkan juga Shibuya Crossing yang fenomenal itu dan rasakan sensasi ‘keburu-buruannya’ 😀 Cek video di bawah ini ya, saya ambil tahun 2017 lalu.

Terakhir kalau kamu ke Shibuya belum afdol rasanya kalau belum mampir ke Hachiko Statue alias patung anjing super loyal dengan majikannya yang terletak di dekat Stasiun Shibuya. Konon di kisah nyata antara seorang majikan dan seekor anjing bernama Hachiko ini menjadi simbol kesetiaan yang tak lekang oleh waktu ♥

Diceritakan bahwa setiap paginya Hachiko mengantar Ueno sang majikan berangkat kerja menuju stasiun Shibuya. Sedangkan menjelang malam hari dia akan kembali lagi ke stasiun untuk menjemput majikannya yang pulang bekerja. Suatu hari sang majikan yang berprofesi sebagai dosen meninggal dunia akibat serangan jantung saat mengajar di kampusnya.

Sejak saat itulah Hachiko tak pernah lagi bertemu majikannya sedangkan anjing ini terus setia setiap malamnya datang ke stasiun Shibuya untuk menjemput dan berharap bertemu kembali dengan sang majikan belahan hatinya 😦

dsc_0706.jpg
Cuma punya foto ini sama Hachiko, bare face pun tak apa lah.

Maaf ya malah bahas Hachiko di ending artikel ini, jadi sedih kan tuh >,<

Ok deh, itu dia 3 wilayah fenomenal yang wajib kamu singgahi saat berada di Tokyo Jepang. I left my heart in Japan pokoknya~ See ya!

***

2 comments

  1. Nah, iyaa bener banget aku juga suka gemes kalo liat orang yang gak taat antrian atau di tempat umum or wisata ngelakuin hal yang langgar peraturan. Kadang ku tegur tapi juga suka ngerasa ntar takut dinyinyirin atau digalakin.. 😅 Pulang larut tapi jam kerjanya juga pagi gak di sana mba? Atau memang jam kerjanya lebih siang daripada di sini? Pingin ke Jepang jadinyaa baca ini, mesti lewatin Shibuya crossing kalo ke Tokyo.. 😁

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s