Orang tua Durhaka

Bukan Cuma Anak, Orang tua Juga Bisa Durhaka

kajian ust fuad

Rangkuman Materi Kajian Ustadz Fuad Mubarak, Lc

jendelakeluarga.com – Secara alamiah, naluri manusia baik yang sudah menikah maupun belum pasti menginginkan menjadi orang tua terbaik bagi anak-anaknya kelak.

Tapi sayangnya keinginan untuk menjadi orang tua tidak dibarengi dengan kesiapan.

Kalau ditanya, kapan mau jadi Ayah? Kapan mau jadi Ibu? Sebagian bilang siap, sebagian lagi menjawab nanti-nanti dengan berbagai alasan, misal belum siap mental, belum mapan dll.

Biasanya alasan belum siap adalah karena dunia, karena mencari materi dulu, jenjang karier, faktor ekonomi dan hal duniawi lainnya.

Menyandang predikat sebagai Ayah dan Ibu membutuhkan keberanian dan persiapan yang matang.

Idealnya ketika sudah menjadi pasangan suami istri harus sudah siap mempunyai anak, siap menjadi Ayah dan Ibu. Jadi saat Allah berkehendak memberi titipan anak kepada keduanya maka yang harus dilakukan adalah menerima dan bersyukur, bukan menyesalinya.

Sekarang masalahnya adalah menjadi orang tua yang melahirkan generasi yang tangguh dan kuat itu sangatlah sulit. Lalu bagaimana caranya?

Setiap suami istri harus paham bahwa TUGAS UTAMA orang tua adalah mengasuh, merawat dan mendidik anak-anak dengan baik.

3 Prinsip Tugas Orang tua Pada Anak :

1. Mengasuh, merawat dan mendidik anak-anak

Orang tua jangan pernah berpikir untuk menyerahkan atau mengalihkan tugas ini kepada orang lain 100%. Keduanya harus bisa bekerjasama untuk mengatasinya. Jangan juga diberatkan pada salah satunya, misal diserahkan sepenuhnya kepada Ibu saja.

Karena kelak yang akan ditanya pada hari kiamat nanti pada keduanya adalah bagaimana mereka menjalankan amanah yang sudah diberikan Allah dengan dimintai pertanggungjawabannya di hari akhir.

Juga tidak boleh menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah. Jangan sampai karena sibuk bekerja hingga kurang memperhatikan akhlak dan pendidikan anak-anaknya.

Setiap orang tua wajib menjadi pendamping utama dan narasumber pertama untuk anak-anaknya.

Mendidik anak adalah pekerjaan yang mulia. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Maka sesungguhnya seorang ibu telah mempersiapkan sebuah masyarakat yang baik. Masyarakat yang baik berawal dari keluarga yang baik. Sebelum menjadi keluarga yang baik maka menjadi baiklah kalian sebagai suami dan istri.

At Tahrim ayat 6

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Setiap Ayah dan Ibu wajib mendidik anak-anak dengan benar. Jaga mereka dari ancaman api neraka. Sebelum mengurusi urusan yang besar maka uruslah diri sendiri dan keluarga terlebih dahulu. Serta penjagaan kita dari api neraka adalah dengan keimanan dan amal sholeh.

Al Asr 1-3

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Orang-orang yang selamat dari kerugian adalah orang yang beriman dan beramal sholeh. Iman kaitannya dengan akidah. Amal sholeh harus terpenuhi dengan 2 syarat, yaitu ikhlas karena Allah dan mengerjakan sesuai petunjuk Allah.

2. Menjadi contoh baik bagi anak-anaknya

Selain itu, setiap orang tua harus menjaga hubungan yang harmonis, menjaga sikap dan perilaku, tutur kata, menjaga akhlak yg baik di depan anak-anaknya.

Umpatan, cacian, perilaku kasar, dan sejenisnya maka akan berpengaruh pada psikologis anak. Psikologis akan otomatis membentuk karakternya hingga dewasa nanti.

“Bagaimana mungkin bayangannya lurus kalau bendanya bengkok.”

Jadilah orang tua yang baik jika menginginkan anaknya menjadi anak yang baik.

Ash Shaff ayat 2-3

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”

Jadi jangan sampai orang tua hanya bisa memberi instruksi tanpa memberi contoh yang baik dan benar. Bicara namun minim aksi. Misal, menyuruh anaknya rajin sholat tapi dirinya sendiri tidak, menyuruh anaknya beramal tapi diri sendiri pelit, menyuruh anaknya tidak merokok tapi dirinya sendiri merokok 😦

3. Membahagiakan anak dari awal hingga akhir hari

Ajarkan anak-anak pendidikan agama yang benar. Karena kebenaran datangnya dari Allah. Hati yang tenang dan jiwa yang lapang.

Bagaimana bisa bahagia? dengan senantiasa menjalankan apa yang diperintahkan agama dan menjauhi larangannya. Serta bersabar atas setiap permasalahan yang dihadapi.

Surat Luqman ayat 13

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

Setiap orang tua pasti mencintai anak-anaknya. Tapi kasih sayang tersebut tidak boleh berlebihan yang terwujud dalam bentuk memanjakan anak (terlalu menuruti kemauan anak) dan memperlakukan anak dengan otoriter (terlalu menuruti kemauan orang tua)

Tips Meredam Marah Pada Anak :

β€’ Hindari marah, apalagi sampai mendzolimi anak, memukul dan menyakiti dsb.
β€œLa taghdob wa lakal jannah, janganlah marah bagimu syurga..” Orang yang kuat adalah yang mampu mengontrol amarahnya. Marah tidak bisa dihilangkan tapi bisa dikontrol.
β€’ Tidak terpancing situasi.
β€’ Paksa lisan untuk diam, karena saat marah maka mudah untuk mengeluarkan kata-kata tidak baik.
β€’ Pahami karakter anak dan perbanyak sabar.
β€’ Menjaga bahasa tubuh dan bahasa kata.

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Mendidik Anak :

β€’ Didiklah dengan baik dan sabar
β€’ Kenalkan bahwa Allah itu ada, berada di langit (diatas Arsy)
β€’ Ajarkan sholat
β€’ Ajarkan bacaan Al Quran dan isinya
β€’ Awasi pergaulannya

Semoga kita semua dimampukan untuk bisa menjadi Ayah Ibu terbaik untuk anak-anak kita nanti ya. Aamiin.

***

:: 1 Desember 2019 ::

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s