Pantai Air Manis dan Batu Malin Kundang

jendelakeluarga.com – Hai semua! pasti cerita Malin Kundang sudah tidak asing lagi ya bagi kalian.

Kisah tentang anak durhaka yang tidak mengakui ibunya sendiri karena telah menjadi saudagar kaya di negeri seberang.

Saat pulang kampung bulan Mei 2022 lalu, setelah menjalani “ritual” silaturahmi dan semacamnya, kami menyempatkan berkunjung ke beberapa objek wisata favorit di Sumatera Barat, salah satunya ke tempat wisata legendaris, Pantai Air Manis Malin Kundang (Aie Manih in Minang language).

Pantai Air Manis Malin Kundang berada di wilayah selatan kota Padang, tepatnya di belakang Bukit Gado Gado dan Gunung Padang. Kabarnya dulu aksesnya cukup sulit, saya sendiri sudah lupa karena terakhir berkunjung ke sini saat masih duduk di bangku SD kalau tidak salah.

Alhamdulillah saat ini aksesnya sudah bagus dengan jalan yang mulus, bahkan sebelum sampai ke sana kita bisa mampir foto dulu di Jembatan Siti Nurbaya yang cukup fenomenal.

Jembatan Siti Nurbaya

Jembatan Siti Nurbaya merupakan jembatan yang membentang sepanjang 156 meter di atas sungai Batang Arau, Kota Padang, Sumatera Barat. Jembatan Siti Nurbaya menghubungkan pusat kota dengan Seberang Padang.

Nama jembatan ini diambil dari novel klasik karya Marah Rusli, di mana salah satu latar tempatnya berada di sekitar menuju Gunung Padang. Selain itu, di Puncak Gunung Padang juga terdapat sebuah makam yang dipercaya sebagai makam Siti Nurbaya.

Di atas Sungai dan pemukiman Batang Arau

Sebenarnya Pantai Air Manis Malin Kundang memiliki pemandangan alam yang cukup indah. Terdapat tebing karang yang menjulang tinggi, air laut sepanjang mata memandang, dan pasir pantai yang halus. Tapi sayang karena banyaknya sampah plastik yang dibiarkan di beberapa mulut pantai menjadikan pantai ini terkesan kotor. Terlebih didukung warna pasirnya yang kecoklatan.

Selain berenang dan bermain pasir, di Pantai Air Manis Malin Kundang juga terdapat beberapa aktivitas rekreasi yang dapat dilakukan oleh pengunjung, diantaranya ATV dan becak motor. Riyadh memilih naik ATV bersama abak sedangkan saya memilih naik becak motor bersama ibu dan amak.

Lumayan juga naik becak motor ini, kami diajak berkeliling pantai sambil menikmati suasana dan pemandangan sekitar tanpa rasa pegal dan panas-panasan, plus ditemani iringan lagu minang selama perjalanan 😀 Nonton deh vlog singkatnya di sini.

Setelah mengelilingi pantai, kini saatnya mencari sosok si anak durhaka yang sudah berbentuk batu. Yes, si Batu Malin Kundang yang telah melegenda. Meskipun saat itu dalam kondisi ramai pengunjung, saya sempat mengambil video beberapa detik untuk melihat jelas seperti apa penampakan batu yang benar-benar menyerupai orang sedang bersujud seolah memohon ampun kepada Allah dan meminta maaf kepada ibunya.

Tidak jauh dari batu bersujud Malin Kundang juga terdapat bebatuan yang menyerupai tali panjang beserta drum besar khas kapal-kapal berlayar yang dipercaya merupakan sisa-sisa barang yang konon berada di dalam kapal besar milik Malin Kundang beserta istri dan para pengawalnya.

Gimana sekarang sudah percaya belum si Malin Kundang benar-benar dikutuk menjadi batu? 😀 Silakan disimpulkan masing-masing, wallahualam bishawab.

Semoga kita semua dapat memetik pelajaran dari kisah legenda Malin Kundang ini ya supaya menjadi pengingat bahwa jangan pernah sombong dengan apa yang dimiliki saat ini terlebih sampai durhaka kepada orang tua hanya karena gelap mata harta dan juga tahta.

***

Pantai Air Manis Malin Kundang

Tiket Masuk Rp.10.000/orang

Parkir Motor Rp.5.000 / Mobil 10.000

Miranti

jendelakeluargaid@gmail.com

Leave a Reply

error: Content is protected !!