How to Raise Children in Digital Era with SIS Bona Vista

How to Raise Children in Digital Era with SIS Bona Vista

jendelakeluarga.com – Beberapa waktu lalu, tepatnya pada hari Jumat (31/8) saya menghadiri Blogger Gathering yang berlokasi di SIS Bona Vista Jakarta bersama rekan-rekan Blogger Perempuan yang menghadirkan seorang Psikolog kenamaan Elizabeth T. Santosa, M. Psi dalam parenting talkshow bertajuk “Raising Children in Digital Era”.

Agenda acara dimulai dengan sambutan hangat oleh John Birch selaku Head Teacher atau Kepala Sekolah SIS Bona Vista yang menjelaskan secara singkat visi misi Singapore school yang sudah berdiri sejak tahun 1996. Dilanjutkan dengan parenting talkshow oleh Elizabeth T. Santosa dan ditutup dengan penjelasan singkat serta school tour SIS Bona Vista yang dipandu oleh Monika Arviany selaku Marketing.
sis bona vista head teacher
John Birch – Head Teacher SIS Bona Vista

Raising Children in Digital Era

“Saya melarang anak bermain gadget apapun alasannya” – Ibu S, usia anak 3 tahun.

“Anak saya dikasih gadget saat usianya dulu 13 tahun” – Ibu M, usia anak 15 tahun.

Salah satu tantangan orangtua zaman now bukan hanya tahu bagaimana mendidik anak-anak dengan baik tapi juga melek informasi terkait dengan perkembangan zaman. Penggunaan gadget tidak saya rasakan ketika masih masa kanak-kanak dulu sekitar tahun 1990-an. Berbeda dengan kini dimana akses berbagai informasi terbesar malah berada di dalam sebuah genggaman bernama perangkat digital.

penggunaan gadget pada anak

Lizzie, begitu sapaan Psikolog Elizabet T. Santosa, mengingatkan bahwa penting bagi kita sebagai orangtua memahami karakteristik anak era digital dimana mereka memliki rasa percaya diri tinggi, cinta kebebasan, kepraktisan, instant dan juga pelaku digital & tekhnologi informasi. Karena jika sudah memahami posisi mereka maka kita dengan mudah mengatur pola pengasuhannya.

Elizabeth T Santosa SIS Bona Vista
Elizabeth T. Santosa M.Psi
Tips Menggunakan Internet dan Sosmed :
  • Diperuntukan untuk anak usia diatas 13 tahun
  • Setting privasi pada sosial media
  • Gunakan filtering software atau penyaring website
  • Hindari penggunaan laptop atau komputer di kamar sendiri untuk anak usia dibawah 14 tahun
  • Jeli memperhatikan situs yang dikunjungi dan orang-orang yang berkomunikasi dengan anak
  • Batasi penggunaan telpon genggam untuk menghindari nomophobia (no mobile phone phobia)
  • Jelaskan bahaya dunia maya atau online
  • Orangtua wajib melek tekhnologi dan juga memberikan contoh baik dalam penggunaan internet dan sosial media.

Before You Post : THINK!
T : is it True?
H : is it Hurtful?
I : is it Illegal?
N : is it Necessary?
K : is it Kind?

Beberapa negatif internet dan sosial media diantaranya; bully atau cyber bully, rentan terjadi saling ejek baik di dunia maya bahkan berlanjut ke dunia nyata; pornografi dan adiksi, anak usia dibawah 8 tahun yang sudah adiksi terhadap media online merupakan pintu gerbang masuknya pornografi; sexting, maraknya kasus kekerasan seksual dan ketidakpuasan dalam hal pemenuhan kebutuhan seks.

“Anak yang melihat konten pornografi dan sensasi seksual sejak dini dapat mengakibatkan rasa bingung dan stimulasi berlebihan yang belum diterima oleh perkembangan mentalnya saat itu” – Dr. Jerry Bergman

Karakteristik Anak Kecanduan Pornografi dan Online :

  • Perilaku tak terkontrol
  • Menunjukan euphoria saat di depan komputer atau aktivitas internet
  • Acuh pada keluarga dan teman
  • Kurang tidur
  • Menunjukan sikap bersalah, rasa malu, cemas, depresi sebagai akibat perilaku adiksi
  • Perubahan fisik seperti kenaikan atau penurunan berat badan drastis dalam beberapa bulan, sakit punggung, sakit kepala dsb
  • Nilai akademik turun drastis
  • Menghindar dari aktivitas lain yang menyenangkan

Tips Orangtua Mengatasi Anak Adiksi :

  • Jangan reaktif
  • Atur waktu
  • Menerima kenyataan
  • Solusi bersama
  • Aturan main
  • Konsekuensi
  • Teknik mengontrol diri
  • Proses

Ikatan emosional anak yang kuat dengan orangtua dapat membantu anak dan remaja dalam menerima supervisi, mengadopsi nilai kehidupan yang dianut orangtua atau keluarga dan juga mentaati peraturan yang dibuat keluarga. Tunjukkan sikap teladan orangtua untuk saling memahami, rasa percaya bahwa anak butuh bantuan, dukungan, merasa nyaman dan rasa peduli satu sama lain.

Kesimpulannya, bukan tidak boleh anak-anak menggunakan gadget tapi pemahaman yang utama adalah seberapa besar kontrol orangtua dalam memfasilitasinya. Pikirkan dampak buruk yang akan terjadi, jangan sampai fasilitas menjadi mata pisau yang dapat berbalik melukai anak kita sendiri.


Singapore Intercultural School (SIS) Bona Vista

Singapore Intercultural School Bona Vista (SIS BV) awalnya dikenal dengan nama Singapore International School yang berdiri sejak tahun 1996. SIS Bona Vista adalah bagian dari SIS Group of Schools yang terdiri dari 7 sekolah di Indonesia, yakni SIS Bona Vista, SIS Cilegon, SIS Pantai Indah Kapuk, SIS Kelapa Gading, SIS Semarang, SIS Palembang dan SIS Medan.

SIS Bona Vista 1

SIS Bona Vista memiliki visi Inspiring Learners Toward Greater Heights” dan menganut 5 core values, yaitu Respect, Integrity, Innovation, Perseverance, Collaboration. Pada prakteknya, SIS Group of Schools mengadaptasi kurikulum pendidikan Singapura lebih dari 20 tahun yang sudah diakui sebagai lembaga pendidikan internasional dan telah memenuhi syarat melalui Sertifikasi Internasional untuk Pendidikan Menengah Umum (IGSCE), Cambridge, dan Baccalaureate Program (IB).

Terdapat 4 jenjang pendidikan yang diterapkan pada SIS Bona Vista, yaitu Preschool, Primary, Secondary dan Junior College. Didukung oleh tenaga pengajar yang berkualitas baik expatriate (80%) dan lokal (20%) serta penggunaan bilingual dalam kegiatan belajar mengajar (Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Bahasa Mandarin) menjadikan SIS Bona Vista memiliki tenaga pendidik yang berkualitas tinggi dan berpengalaman yang dapat menjadi nilai lebih dari sebuah pengajaran.

SIS Bona Vista 2

Selama school tour berlangsung semua peserta gathering sepakat bahwa sekolah internasional ini memiliki kualitas yang tidak main-main dilihat dari berbagai fasilitas yang disediakannya, baik indoor maupun outdoor. Yang sangat saya rasakan sekali adalah SIS Bona Vista memberikan ruang kegiatan belajar mengajar yang nyaman, memberi efek positif dan bersemangat serta kental akan nilai apresiasi dari hasil kreativitas para murid.

SIS Bona Vista
SIS Bona Vista 6
IMG_3698
SIS Bona Vista 3
SIS Bona Vista 5

Masih penasaran dan ingin mengenal lebih jauh lagi tentang SIS Bona Vista? silakan datang langsung ke Open House yang diadakan pada hari Sabtu mendatang tanggal 15 September 2018. Akan ada presentasi, testimonial, tanya jawab serta school tour yang akan difasilitasi langsung oleh SIS Bona Vista.

Alamat SIS Bona Vista
Jl. Bona Vista Raya Lebak Bulus, Jakarta Selatan
sisbonavista@sisschools.org
Instagram/Twitter: @sisbonavista
***
:: 31 Agustus 2018 ::

 

15 comments

  1. anak saya megang gadget sejak umur 4 tahun
    tapi tuk main game edukasi dan nonton youtube yang udah disensor
    jadi tontonan nya tuk anak seperti film kartun dan belajar
    tapi tetap jamnya dibatasi
    masih banyak waktu tuk bermain dan menyalurkan hobi menggambarnya
    sejak sekolah main gadget makin kurang
    karena pulangnya sore
    paling 1 jam aja

    Liked by 1 person

  2. Gadget dan anak menjadi satu rumpun yang tak bisa dipisahkan. Orangtua tetap menjadi pengendali penggunaannya. Btw, sekolah SIS Bona Vista kok asyik banget ya, warna warni bikin anak betah sekolah

    Like

  3. Penggunaan gadget pada anak, bikin dilema mbak. Kalo sama sekali ga dikasih, kuatir kudet. Kalo dikasih, kuatir candu. Setuju sama mbak Lizzie bahwa yang utamanya itu harus kontrol pengawasan orangtua

    Like

  4. Efek penggunaan gadget pada anak memang sangat mengkhawatirkan ya, krn mereka blum bisa memilah2 mana yg baik utk mereka,mana yg tidak. Peran ortu penting banget nih utk mengawasi dan mendampingi anak2 yg sudah terlanjur menggunakan gadget.

    Like

  5. Anak zaman now ya, gak mungkin lepas dari gadget. Cuma kalau anak2 aku kontrol ketat dan aku agak galak kalau mereka pegang hape tanpa sepengetahuanku haha. Aku pegangin gadget kalau pas aku awasin aja. Ngeri apalagi di rumah ada wifi, khawatir buka konten dewasa (meski secara tak sengaja). Jd ya td itu awasin dan kontrol 😀

    Like

  6. Halo mba Miranti. Acara di SIS Bona VIsta saat itu benaran membuka mata ya, mba, Aku jadi banyak tahu juga tentang pengawasan pengggunaan gadget kepada anak. Jangan sampai deh anak terkena bahaya penggunaan gadget :). Senang ketemu mba Miranti disana 🙂

    Like

  7. Awalnya saya lihat dari judul, apaan nih SIS Bona. Setelah dibaca barulah paham. Kalau sekolahnya bagus gini, anak2 pastinya betah buat menuntut ilmu mbak

    Like

  8. Gadget bener2 musuh terbesar orang tua yah.. solusinya adalah memberikan anak tempat belajar yang menarik. SIS ternyata begitu detail dgn kebutuhan2 anak.. pasti betah deh belajar disini

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s