Wisata ala Negeri Kincir Angin di Kampoeng Tulip Bandung

Seru ya kalau bisa merasakan atmosfir negara impian kita tanpa harus jauh-jauh kesana, Belanda misalnya. Setelah berhasil dengan tempat wisata Farm House di Lembang ala Eropa-nya, kini Bandung muncul dengan tempat wisata baru yang kental ala Belanda-nya bernama Kampoeng Tulip. Terletak di Selatan Kota Bandung (akhirnya nggak Lembang lagi Lembang lagi haha..) tempat ini dibuka sejak awal tahun 2016.

Waktu pertama kali masuk yang saya cari jelas keju Belandanya bunga tulipnya, penasaran apakah mereka sukses membawa tulip ke Indonesia 😀 Ternyata usut punya usut terjawablah bahwa tunas tulip yang sempat dibawa oleh ownernya langsung tidak berhasil tumbuh di Indonesia karena adanya perbedaan suhu dengan negara asalnya. Meskipun begitu pengunjung masih dapat merasakan kesan Belanda dari fasilitas lainnya yang tersedia di tempat wisata ini.

IMG_1126

DSC_0467

DSC_0500
kincir angin 🙂

Menariknya disini kami sempat mencoba naik perahu di danau buatannya dan fasilitas ini gratis tanpa biaya apapun. Ada juga pilihan bebek dan becak gowes yang dikenakan biaya Rp. 5.000 tapi rasanya kurang seru, sensasi naik sampan sambil mendayung ini yang lebih menantang apalagi bawa si anak bujang yang notabene nggak bisa diam 😀 Pengunjung boleh memilih perahu yang saat itu tersedia dengan berbagai macam warna. Kami (saya) memilih perahu warna pink biar matching sama kostum (saya) 😛 Seru juga bisa bebas muter-muter sampai puas, sampai tangan pegal lebih tepatnya. Seandainya air danau ini lebih jernih mungkin lebih nikmat lagi menikmati pemandangannya.

DSC_0380

DSC_0386

IMG_1159

IMG_1167
semangat ngedayung 😀

IMG_1155

Selain itu disini juga bisa memberi makan bebek-bebek. Hati-hati para bebeknya lumayan agresif, cepet banget nyosornya waktu dikasih makan, padahal yang kami kasih cuma daun pisang doank 😀 Sepertinya di lokasinya ini sedang ada renovasi karena banyak terdapat tumpukan kayu dibeberapa tempat yang membuat pengunjung agaknya kurang nyaman.

DSC_0413

DSC_0414

Ada lagi aktivitas seru yang lainnya untuk anak yaitu tempat refleksi dan menagkap ikan. Biayanya sangat terjangkau, cukup Rp 5.000/ 30 menit untuk refleksi atau Rp. 10.000 untuk tangkap ikan. Ry jelas tidak mencoba keduanya. Untuk refleksi kami memang tidak berminat sedangkan untuk tangkap ikan rasanya khawatir anak ini lepas kendali sehingga ikannya tersakiti hehe (ortu banyak mikir ini itunya).

IMG_1120

IMG_1123

Buat yang hobi fotografi, tempat ini bisa jadi referensi buat hunting spot kece. Minimal kamu bisa foto-foto di rumah kayu warna-warni yang katanya ala Belanda ini. Selain itu ada juga pagar cinta warna putih dan tempat duduk santai di jalanan setapak di tepian danau.

DSC_0472

DSC_0474

DSC_0432

DSC_0453
pagar cinta (?)

DSC_0459

DSC_0462

Nah kalau yang satu ini adalah spot yang paling sering jadi antrian pengunjung, karena di tempat ini kita bisa menyewa kostum ala-ala warga Belanda. Biaya sewanya juga cukup terjangkau hanya Rp. 20.000/jam untuk kostum lengkap atau Rp. 3.000 untuk payung dan topi. Awalnya tertarik juga mencoba kostum ala noni Belanda tapi rasanya repot dan malas beberesnya hahaha, mungkin lain waktu. Minimal kunjungan kali ini foto-foto yang nggak pakai ribet dulu aja lah 😀

DSC_0485

DSC_0502

DSC_0494

DSC_0480

Terakhir yang bisa kamu coba disini adalah ragam jajanannya. Lumayan banyak pilihan dan hampir rata-rata dibanderol dengan harga terjangkau dibandingkan dengan kuliner di tempat wisata Bandung lainnya. Ada es lilin, burger, bakso, batagor, es krim dan berbagai jenis jajanan lainnya.

DSC_0405

DSC_0402

DSC_0396

Di samping kedai jus ini ada ruangan khusus memamerkan benda-benda berbau shabby chic, ada piring & gelas keramik, cermin, pajangan dinding dan lain-lain. Namun karena di dalam cukup ramai plus masih ada antrian sehingga kami kurang berminat untuk masuk. Pengunjung bisa berfoto di dalam ruangan yang tidak terlalu besar ini cukup membayar Rp. 5.000 saja.

So far untuk tempat wisata dengan tarif yang cukup terjangkau seperti Kampoeng Tulip ini sudah lumayan oke. Dengan luas tidak lebih dari 1 hektar menjadikannya sebuah kampung kecil bak negeri kincir angin bisa menjadi pilihan masyarakat untuk sekedar refreshing. Mungkin perlu sedikit pembenahan di beberapa titik agar pengunjung lebih merasa nyaman lagi. Selain itu mengenai area parkir juga harus mendapatkan perhatian khusus mengingat terbatasnya lahan dan lokasinya yang terletak di dalam sebuah komplek perumahan.

DSC_0505

DSC_0497

Oh ya, untuk mencapai ke tempat wisata ini kamu harus melewati jalur yang cukup macet (Jl. Ciwastra) karena melalui pasar, alternatifnya bisa melalui perumahan Margahayu yang sederet dengan MTC untuk memotong kemacetan tersebut. Berhubung lokasinya di dalam perumahan maka saat berada di jalan raya Ciwastra perhatikan adanya gapura biru yang terdapat di sebelah kanan jalan dengan tulisan “Pasir Pogor Indah & Banyu Biru”. Masuk kedalam komplek perumahan tersebut sekitar 200 meter dari gerbang lalu kamu akan menemukan Kampoeng Tulip berada di sisi kiri jalan.

Tertarik mengunjunginya? 🙂

***

Alamat Kampoeng Tulip :
Komplek Banyu Biru Blok H No. 17, Ciwastra, Bandung

Jam Operasional :
Buka setiap hari jam 09.00-17.00 WIB

Harga Tiket Masuk :
Senin-Jumat Rp. 6.000
Sabtu-Minggu dan Libur Nasional Rp 9.000

 

:: 1 September 2016 ::