Styrofoam Dijamin Aman

Styrofoam Terbukti Aman Sebagai Wadah Makanan

STYROFOAM AMAN untuk makanan

jendelakeluarga.com – Siapa yang tidak suka dengan hidup praktis dan ekonomis? Rasanya semua orang pasti menginginkannya ya. Sama halnya dengan penggunaan wadah penyimpanan makanan yang praktis dan ekonomis yang familiar disebut dengan istilah Styrofoam.

Sayangnya issue yang beredar di masyarakat belakangan ini diduga penggunaan Styrofoam berbahaya bagi kesehatan.

Apa benar? Mari kita cek faktanya.

Beberapa hari lalu (8/10) saya menghadiri acara Cooking in Style with Chef Lucky Andreono. Selain menghadirkan Chef juara pertama MasterChef 2011, Lucky Andreono, juga mendatangkan Ir. Akhmad Zainal Abidin, MSc, Ph.D (Researcher Laboratory Technology Polymer and Membrane ITB) yang membahas seputar issue serta fakta tentang styrofoam.

styrofoam aman bagi kesehatan
Ir. Akhmad Zainal Abidin, MSc, Ph.D & Chef Lucky Andreono

Diungkapkan oleh Ir. Akhmad bahwa tidak ada yang salah dengan penggunaan Styrofoam dalam kehidupan sehari-hari. Selain karena praktis dan juga ringan saat dibawa, Styrofoam yang beredar di masyarakat sangat aman untuk digunakan. Hal itu terbukti dengan logo yang tertera pada bagian belakang kemasan Styrofoam.

Terdapat dua logo berupa sendok dan garpu yang artinya aman untuk makanan. Serta logo recycle PS 6 (Polystyrene) yang artinya mengandung zat Polistirena dimana aman untuk penyimpanan, aman bagi kesehatan, dan bisa didaur ulang.

Sebagai informasi, Polistirena (PS) adalah bahan plastik serbaguna yang banyak digunakan untuk pembuatan produk konsumen. Sifatnya yang keras dan padat terutama bermanfaat bagi produk yang memerlukan kejernihan dan kestabilan, seperti kemasan makanan dan peralatan laboratorium.

Berbeda dengan Stirena, Polistirena aman untuk kemasan penyajian makanan.

Menurut Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan Amerika Serikat, bahwa ”Stirena tidak boleh disamakan dengan Polistirena. Karena dua zat tersebut berbeda. Meskipun Polistirena dibuat dari Stirena, namun menyatakan Polistirena sama dengan Stirena adalah seperti menyatakan berlian dengan karbon”. Jadi seperti berlian yang aman bagi manusia, polistirena juga aman bagi tubuh manusia.

“Para ilmuwan telah menyimpulkan bahwa tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan pemaparan terhadap Stirena dari makanan atau Polistirena yang digunakan dalam wadah yang bersentuhan dengan makanan, seperti kemasan dan wadah penyajian makanan.” Sumber: Pusat Harvard untuk Analisa Resiko.

Polistirena dianggap aman untuk kemasan penyajian makanan karena Polistirena memberikan pengisolasian yang lebih baik, menjaga kesegaran makanan lebih lama serta lebih murah dibandingkan alternatif lain.

Secara terperinci, berikut kelebihan dari Polistirena dibandingkan bahan lainnya untuk kemasan makanan :

1. Bersih, Higienis dan Tidak Berpori

Pada tahun 1958 Badan Federal Pengawasan Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA) telah menyetujui bahwa kemasan Polistirena merupakan aman dan menjadi faktor penting dalam memelihara kebersihan untuk bahan makanan. Terutama dalam penggunaan penyimpanan daging, unggas, dan hasil laut dimana busa Polistirena dapat mencegah kebocoran cairan dan bakteri yang dapat membahayakan saat sampai ke tangan konsumen.

2. Ringan dan Kuat

Produk penyajian makanan berbasis serat yang sering dianjurkan pada Polistirena busa memiliki berat 1,5-4 kali lipat. 95%-98% busa Polistirena berisi udara sehingga meminimalisir biaya transportasi dan angka kerusakan. Polistirena juga dapat mengubah udara menjadi bahan kemasan yang kuat dan berdaya guna.

3. Mudah Diolah

Polistirena merupakan bahan termoplastik yang murah dan mudah diolah. Memiliki kejernihan optik yang baik, mengkilap dan memiliki stabilitas dan kekokohan dimensi yang baik.

4. Bahan Isolasi yang Efektif Untuk Keamanan Makanan

Di dalam kemasan Styrofoam yang berbahan Polistirena, makanan yang panas akan tetap panas, dingin akan tetap dingin dan makanan segar akan terus segar. Hal tersebut karena sifat isolasi Polistirena yang sangat baik dan mampu menjaga suhu makanan tetap terkontrol dengan baik. Untuk suhu panas yang disarankan di angka maksimal 100°C.

5. Masa Penyimpanan Lebih Lama

Polistirena mengurangi terbuangnya makanan karena dapat melindungi dan menjaga keawetan makanan selama perjalanan dari produsen hingga sampai tersaji di meja makan konsumen. Yang perlu diingat adalah jangan menggunakan Styrofoam dalam microwave atau suhu tinggi, serta tidak menggunakannya jika terlihat sudah rusak atau berubah bentuk.

6. Ekonomis

Polistirena hemat dari segi biaya, karena tidak seperti produk alternatif lain, dimana dengan tingkat suhu tertentu mampu menyediakan kinerja dan kualitas yang tinggi.

styrofoam
Tumis Udang Saus Telur Asin dan Ayam Tumis Cabe Garam made by Chef Lucky Andreono

Untuk lebih yakin lagi, berikut beberapa lembaga dunia yang berwenang, seperti Jepang, RRC, USA, Eropa dan Indonesia telah menyetujui penggunaan Polistirena sebagai bahan yang aman untuk digunakan pada wadah yang bersentuhan dengan makanan.

  1. Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Sosial Jepang
  2. Kementerian Kesehatan RRC
  3. Badan Federal Pengawasan Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA)
  4. Otoritas Eropa untuk Keamanan Makanan
  5. Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia

Berdasarkan Keterangan Pers BPOM  No. 3 tanggal 14 JULI 2009, bahwa “Sejauh ini tidak ada satu negara pun di dunia yang melarang penggunaan ’Styrofoam’ atas dasar pertimbangan kesehatan. Kebijakan pelarangan di sejumlah negara berkaitan dengan masalah pencemaran lingkungan. Menurut JECFA-FAO/WHO monomer Stirena tidak mengakibatkan gangguan kesehatan jika residunya tidak melebihi 5000 ppm.” Sedangkan kandungan stirena dalam kemasan makanan Styrofoam adalah sebesar 10 – 43 ppm, jadi masih sangat aman bukan?

Lalu bagaimana hubungannya dengan keamanan pada ekosistem lingkungan? Kabar baiknya, Polistirena dapat didaur ulang. Bahkan kemasan penyajian makanan yang terbuat dari Polistirena sudah banyak  didaur ulang di berbagai lingkungan masyarakat. Misal di Jerman, sebanyak 98% dari kemasan Polistirena yang dikembalikan untuk didaur ulang. Sedangkan di Inggris terdapat 25 lokasi sebagai sarana untuk daur ulang.

Di Indonesia sendiri masyarakat dapat mengirimkan sampah daur ulangnya ke Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI). ADUPI berlokasi di Jl. Nn. No. 89, Curug Srengseng, Kelapa Dua, Tangerang. Info lengkapnya bisa dilihat di website resminya http://adupi.org.

Berikut daftar lokasi untuk pengiriman limbah Polistirena yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia :

PT. Kemasan Cipta Kalimantan
Komplek Pergudangan Bizhub 52
Jl. Sultan Hasanudin Kariangau Km 5.5
Balikpapan 76126

PT. Kemasan Cipta Nusantara
Jl. Kima Raya 2 Kav. S-7 Kawasan Industri Makassar
Telp./Fax. (0411) 510444
Makassar – Sulawesi Selatan

PT. Kemasan Cipta Prima (Unit 2)
Jl. Tugu Industri IV / 15
Kawasan Industri Wijaya Kusuma Semarang
Semarang – Jawa Tengah

PT. Kemasan Cipta Utama
Jl. Surya Madya Kav. I – 28F
Kawasan Industri Surya Cipta
Kutanegara, Ciampel, Karawang – Jawa Barat
Telp. (0267) 8610215, 4741442-3

PT. Kemasan Ciptatama Sempurna
Desa Randupitu, Kec. Gempol, Pasuruan – Jawa Timur
Telp. (0343) 633866 (Hunting)

PT. Kemasan Ciptatama Sempurna (Bali Factory)
Jl. Pulau Moyo 100E Denpasar – Bali
Telp. (0361) 720130-1 724378

PT. Orang Moeda Recycle
Jl. Dr. KRT Radjiman Widyodiningrat No.16, RT.6/RW.4, Rw. Terate, Kec. Cakung, Kota Jakarta Timur, Jakarta 13920
Telp. 081311110582
PIC: Mr Ricardo

Subur Plastic Serpong
Jl. Jatinegara Timur II/26 RT.012 RW.002, Kelurahan Rawa Bunga Jatinegara
Telp. 081296212555
PIC: Mr Handy Agung

styrofoam aman sebagai wadah makanan

Jadi terbukti Styrofoam sebagai wadah penyimpanan makanan sangat aman digunakan karena bahan Polistirena yang terkandung di dalamnya terbukti aman bagi kesehatan. Hal terpenting yang harus kita ingat adalah bijak dalam penggunaan. Limbah Styrofoam yang sudah digunakan dapat dipisahkan untuk kemudian dikirim ke ADUPI atau lokasi pengumpulan Styrofoam yang terdekat dengan tempat tinggal kita masing-masing.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua ya dan feel free untuk dishare kepada teman yang membutuhkan.

Jika masih ada yang ingin ditanyakan, silakan drop di kolom komentar. Terima kasih 🙂

***

:: 08 Oktober 2019 ::

2 comments

  1. Ooh.. Saya sangka Styrofoam itu tidak aman karena bahannya akan larut bersama panasnya makanan. Ternyata enggak ya? Berarti saya hanya harus tahu apakah Styrofoam yang saya terima itu terbuat dari polistirena atau stirena doang?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s