Akhirnya Saya Hamil :)

image

Saya memutuskan untuk melepas label wanita kantoran kala itu saat suami mendapat amanah berganti posisi dan pindah ke cabang Bandung. Perasaan jelas campur aduk, terpikir saya akan meninggalkan karier di Jakarta hanya sebatas ini. ‘Pasti kangen banget suasana kantor disini’ ‘Bisa nggak ya dapat kerjaan pengganti dengan cepat disana?’ ‘UMR Bandung berapa ya?’ dan pertanyaan seputar kerjaan lainnya yang lewat di kepala saya.

Saat tiba di Bandung ternyata perasaan itu tidak sebesar sebelumnya. Terpikir untuk istirahat sejenak dari rutinitas harian sebagai wanita karier, menikmati waktu yang berjalan tidak secepat ngantor dulu dan menyambut suami di rumah bukan lagi di kantor istri dengan main jemput-jemputan πŸ˜€

Bulan Desember 2013 sekitar 1,5 bulan di Bandung datanglah kabar gembira. Bukan kabar diterimanya CV saya di perusahaan ternama, bukan juga kabar ditawarkannya salary yang diatas rata-rata. Tapi kabar saya positif hamil, Alhamdulillah πŸ™‚

Senang sudah pasti, penantian panjang kami tepat di usia 1 tahun pernikahan akhirnya terjawab. Hilang sudah angan-angan untuk lanjut kerja kantoran, pakai kemeja kesayangan dan high heels yang rasanya bisa menambah percaya diri πŸ˜› Saya hanya ingin segera melihat bayi ini lahir dengan sehat dan sempurna tanpa kurang satu apapun.

Saat awal pindah ke Bandung kami hanya ambil satu kamar kost yang lengkap dengan paketan cuci setrika. Mungkin karena itu juga saya akhirnya bisa merasakan seperti layaknya pasien bedrest. Kerjaan sehari-harinya hanya makan-minum-tidur πŸ˜€

Sekitar 3 bulan sebelum kami pindah ke Bandung, saya sempat melakukan program hamil di RSIA Hermina Tangerang. Segala rupa pemeriksaan kedokteran seperti HSG, cuvag hingga suntik vitamin kami sanggupi. Lumayan azas manfaat tersedianya plafond RS sayang tidak diambil πŸ˜› Lalu belum sampai selesai masa programnya, saya harus ikut mendampingi suami pindah ke Bandung. Padahal bisa saja saya stay sementara di Tangerang hingga program selesai tapi hati ternyata berkata lain.

Manusia berusaha, Allah jugalah yang menentukan. Bagi-Nya waktu yang tepat untuk saya menjadi seorang ibu sudah datang di depan mata. Sejak saat itu dengan penuh keikhlasan saya mantapkan diri untuk memulai hidup baru dengam menjadi ibu rumah tangga seutuhnya bagi suami dan anak-anak kami nanti ❀ InsyaAllah..

http://www.ceritakeluarga.wordpress.com

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s