Serba Serbi MPASI

📚Resume Materi Kuliah Whatsapp
Rumah Main Anak
〰〰〰〰〰〰〰〰

Kamis, 7 April 2016

Serba Serbi MPASI
Oleh: Pramitha Sari, S.Gz, Dietisien, M.H.Kes.

Peresume: Lidya Anasta Rachman

🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Bagaimana kabar bunda semua? Mudah2an dalam keadaan sehat wal’afiat jiwa dan raga ya begitu juga dengan buah hati tercinta.

Hari ini kita akan membahas lagi mengenai makanan pendamping asi, mudah-mudahan bunda semua nggak bosan bacanya.

Yang akan kita bahas kali ini adalah 10 prinsip pemberian MPASI dari World Health Organization alias WHO.

Sebenarnya bagaimana sih pemberian MPASI yang disarankan oleh WHO?

1⃣ berikan ASI saja (ASI eksklusif) sejak lahir hingga usia 6 bulan dan kenalkan MPASI tepat di hari ke 180 sejak hari kelahirannya (ulang bulan ke 6) sambil tetap lanjutkan menyusui hingga usia 2 tahun.

Pada usia 6 bulan, pencernaan bayi sudah cukup matang untuk mencerna karbohidrat, protein dan lemak dari bahan makanan.

Berikan makanan cair di awal MPASI karena kemampuan bayi masih terbatas mendorong makanan dengan lidah, belum mampu untuk mengunyah.

2⃣ Lanjutkan pemberian ASI hingga usianya mencapai 2 tahun.

🔵ASI masih menyediakan setengah dari total kebutuhan bayi berusia 6 sampai 12 bulan. Selain itu ketika anak sakit, ASI akan membantu memberikan nutrisi pada anak. Bahkan pada bayi dengan gizi buruk, ASI mampu mengurangi risiko kematian.

3⃣Libatkan bayi dalam proses makan.

Karena proses pemberian MPASI bukan semata urusan membuat perut kenyang ya bunda. Bukan perkara apa yang dimakan tapi juga bagaimana, kapan, dimana dan oleh siapa.

Pada prinsip ketiga ini kita juga perlu untuk:

Melakukan kontak langsung dan senantiasa mengawasi ketika anak kita makan sendiri.

Perlahan dan sabar jangan bosan memberikan semangat dan apresiasi yang anak kita butuhkan bukan paksaadan ancaman.

🍞Jika anak menolak menu yang kita tawarkan, coba berikan kombinasi menu, rasa, tekstur dan metode pemberian yang lain.

Kurangi hal-hal yang mengganggu konsentrasi anak ketika makan
Ingat bahwa waktu makan adalah saat anak kita belajar dan meningkatkan ikatan cinta (bonding). Berikan sugesti positipenu cinta dan jangan lupakan kontak mata ya.

4⃣ jaga kebersihan tangan ketika menyentuh dan menyajikan makanan.
Kontaminasi mikrobial adalah penyebab utama diare pada bayi yang sedang MPASI.

:idea:Proses penyimpanan dan persiapayang aman mampu mencegah risiko terjadinya diare. Ada 5 kunci makanan aman yang harus kita ingat:

🍴Jaga kebersihan bahan dan makanan matang
🍴Pisahkan bahan makanan mentah dan makanan yang sudah matang
🍴Masak bahan makanan sampai benar-benar matang
🍴Simpan pada suhu yang sesuai
🍴Gunakan air dan peralatan masak juga makan yang aman

5⃣mulai di usia 6 bulan dengan jumlah yang kecil dahulu kemudian tingkatkan porsi seiring pertambahan usianya

ASI mengandung 0,7 kkal per ml. Sedangkan MPASmemberika asupan energi yang beragam. Mulai dari 0,6-1,0 kkal.

Maka perlu strategi pembuatan mpasi dengan konsistensi yang cukup padat (kental) dan mengandung lemak yang tinggi agar memenuhi kecukupan energi.

Berikut kebutuhan energi bayi berdasarkan rentang usianya:
▶0-2 bulan : 400 kkal
▶3-5 bulan : 500 kkal
▶6-8 bulan : 600 kka
▶9-11 bulan : 700 kkal
▶12-23 bulan : 900 kkal

6⃣ tingkatkan konsistensi dan jenis makanan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan bayi

Tekstur MPASI harus disesuaikan dengan usia dan perkembangan neuromuskularnya.

🍉 Pada usia 6 bulan umumnya bayi mampu mengonsumsi puree dan makanan semi padat. Pada usia 8 bulan mampu makan finger food dan pada usia 12 bulan sudah mampu makan table food.

🛎MPASI awal sebaiknya cukup kental dan tidak tumpah saat sendok dibalik, tujuannya agar energi yang terkandung lebih besar daripada makanan cair. Selain itu tekstur kental mengurangi risiko kesulitan mengunyah di usia yang lebih lanjut.

7⃣tingkatkan frekuensi makan seiring bertambahnya usia

👶🏼Saat anak beranjak besar, ia butuh lebih banyak energi, oleh karena itu perlu peningkatan dan penyesuaian porsi dan dibagi menurut jadwal makannya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membuat jadwal makan dan pembagian porsi:

🌀Berapa banyak energi yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhannya
🌀Berapa besar porsi yang dapat ia konsumsi sekali makan
🌀Densitas energi yang terdapat pada makanan

🍴Usia 6-8 bulan bayi bisa makan 2-3x
🍴Usia 9-23 bulan bayi bisa makan 3-4x

8⃣Berikan aneka ragam jenis makanan yang kaya nutrisi untuk memenuhi kebutuhannya

🍊MPASI harus mampu memenuhi kebutuhan zat gizi makro dan mikro untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya.

🍎MPASI yang bagus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
✅Kaya zat gizi
✅Tidak pedas maupun terlalu asin
✅Mudah dicerna
✅Disukai anak
✅Mudah didapatkan (ketersediaan bahan dan harganya terjangkau)

Menu dasar yang dapat diberikan ketika MPASI adalah :

Makanan pokok, yang dilengkapi dengan :
Lauk hewani (sumber protein, Fe dan Zinc).

🔹Lauk hewani seperti hati juga menjadi sumber vit A dan asam folat.
🔹Sedangkan kuning telur mengandung protein juga vitamin A
🔹Sayur dan buah (sumber vitamin, terutama beta carotene, vit A dan C, baik untuk daya tahan tubuh dan anti oksidan)
🔹Kacang-kacangan (sumber protein, Fe dan vit C)
🔹Dairy product (sumber protein, kalsium, vit B dan E)
Minyak (selain sebagai sumber lemak juga kaya vitamin E)

👶🏼Sebenarnya bayi sudah mampu mengonsumsi berbagai jenis makanan sejak usianya 6 bulan, namun ada beberapa makanan yang berpotensi mengakibatkan reaksi alergi akibat kandungan bakteri secara alami, jadi sebaiknya ditunda pemberiannya.

Seperti : putih telur, susu sapi segar, beberapa jenis kacang, beberapa jenis ikan dan kerang.

Gunakan MPASI yang difortifikasi jika diperlukan

🇮🇩Pada negara yang sedang berkembang, banyak ditemukan balita yang mengalami kekurangan nutrisi akibat ketidakmampuan mengakses bahan makanan yang dapat memenuhi kesenjangan nutrisinya melalui MPASI biasa.

Dalam kondisi demikian dianjurkan untuk memberikan fortifikasi atau mungkin suplementasi agar dapat memenuhi kebutuhan gizinya.

🔟 tingkatkan asupan cairan jika anak sakit dan dukung anak mengonsumsi makanan kesukaannya atau berikan makanan dengan tekstur halus.

Jika sudah sembuh dapat diberikan porsi yang lebih besar daripada biasanya.

👶🏼Bayi yang sakit pada umumnya lebih menyukai ASI daripada makanan lainnya.

Hal tersebut tidak mengapa, teruskan memberi ASI dan tetap tawarkan makanan yang ia sukai walaupun yang dapat masuk hanya dalam jumlah yang sangat sedikit.

Hal tersebut bertujuan untuk menjaga asupan nutrisi dan membantu pemulihan kondisi bayi. Setelah sakit, bayi membutuhkan nutrisi untuk mengejar kehilangan nutrisi akibat sakit dan mungkin ketertinggalan kebutuhannya, jadi berikan porsi ekstra jika memungkinkan.

✨Demikian materi hari ini mengenai prinsip pemberian MPASI dari WHO. Semoga bermanfaat bagi bunda sekalian terutama bagi penyampai materi. Mari kita lanjutkan dengan diskusi.

Diadaptasi dari : Guiding Principles for Complementary Feeding of Breastfeeding Child. PAN AMERICAN HEALTH ORGANIZATION WORLD HEALTH ORGANIZATION, Division of Health Promotion and Protection Food and Nutrition Programme

🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝

IG: @rumahmainanak
FP FB Rumah Main Anak
Web: rumahmainanak.com

🍀 Tanya Jawab 🍀

1. Aslmkm mb mitha…jadi apakah boleh memberi anak susu selain asi di usia 1,5 th? Baca tulisan teh monik d fb, mau mnumin susu non laktosa jadi galau lagi.

Pasca hamdan opname kmrn krn infeksi usus yg dsebabkan susu sapi, kmgknn dia lactose intolerance, jd sma dokter dksh susu non laktosa. Tp sampai skg sya msh trauma ngsih susu non Asi :|.

Suami sya lbh prefer susu non laktosa dr dokter itu, bukan susu kambing atau kedelai krn nutrisi ddlamnya. Utk tmbahan info, hamdan skg sdg terapi zat besi juga krn Hb hanya 8,5.

Pertanyaanya, dg kondisi makan yg susah dn hb yg rendah spt ini, tdk apa2 kah saya coba susu itu (non laktosa) ?

Trmksh

(Iis_semarang_hamdan 19m_rma1)

Jawaban :

Mbak iis yang hebat,
Sebenarnya, usia 1 tahun keatas anak sudah boleh diberikan tambahan susu. Kalau dari riwayat kondisi hamdan yg lactose intoleranse mungkin sebaiknya kalau mau dicobakan susu non laktosa bisa mbak.. tapi jangan dicobakan dengan susu kambing atau sapi segar karena ada kandungan laktosanya. Kalau kedelai/soya itu bukan susu ya mbak karena tanaman tidak memiliki kelenjar susu. Kalau mau mencoba, bisa dimulai dengan tes dalam jumlah sedikit dahulu.

Sekedar informasi ketika saya melakukan terapi pemulihan ADB untuk syauqi, saya tidak menggunakan susu tambahan dalam menu dietnya sehari-hari. Karena saat itu dokternya tidak menyarankan bahkan mengatakan belum perlu. Syauqi diketahui ADB dengan kadar Hb 7,9 dan pulih setelah melewati 3 bulan terapi, tepat sesuai perkiraan dokter yang memberikan konsultasi. Alhamdulillah….

2. Bismillah, mb mitha yang baik, memang ada banyak ya metode pemberian MPASI. Kalau menurut WHO, untuk baby dibawah 1 thn apakah memang harus saklek ga boleh ditambah gulgar? Saya pernah dengar untuk negara berkembang perlu ditambah garam karena dikhawatirkan kekurangan iodium. Anak pertama saya waktu dibawah 1 thn memang saya terapkan seperti itu, no gulgar. Mhn penjelasannya. Terimakasih

(Ida, pekalongan, RMA 1, afiza 22 bln)

Jawaban :

Mbak ida yang super baik,
Yap tepat sekali infonya, di negara kita yang termasuk negara berkembang memang masih banyak kasus Gangguan Akibat Kekurangan Yodiun (GAKY). Sebenarnya tidak saklek banget di bawah 1 tahun tidak boleh menggunakan gulgar.
Kampanye no gulgar under 1 year sebenarnya bertujuan supaya anak mengenal rasa asli makanan… agar nanti di usia lanjutnya dia lebih kaya pengetahuannya akan rasa dan nggak picky eater. Tapi, kalau usia 9 bulan keatas anak bener2 GTM karena sudah tahu rasa makanan dan tidak mau makan tanpa pemberian garam sedikiiit saja misalnya. Tidak apa2 memberikan sedikit bumbu seperti garam atau gula sbg penguat rasa. Info itu saya dapatkan dari medsos dokter tiwi, Sp.A yang juga terkenal sering mengedukasi di dunia maya.

3. pada saat awal pemberian MPASI tekstur makanan musti lmbut ya? boleh nasi tim di juz? atau buah di juz sdh termasuk MPASI? jd ga perlu bikin nasi tim.

(sari, Tegal, anak fadlan 2bln, RMA 1)

Jawaban :
Mbak sari, mengenai tekstur makanan sudah disampaikan di materi ya… silakan dibaca lagi konsistensi dan tekstur yang sebaiknya diberikan sebagai awalan MPASI. Termasuk alasan kenapa sebaiknya MPASI dibuat kental, salah 1 alasannya adalah agar dapat memenuhi kebutuhan energi. Jus umumnya cair sehingga energinya kurang dapat memenuhi gap kebutuhan energi anak dibanding puree atau bubur. Tapi jus bisa diberikan sebagai selingan makan ketika MPASI

4. pertanyaan..pada saat awal mpasi sebaiknya qt memberikan pure buah”an atau makanan yg mengandung karbohidrat protein dan sayuran??

( Wilis pawesti ,solo,usia anak 2bln , rma 2 )

Jawab:

Mbak wilis, jawaban pertanyaannya sebenarnya sudah ada di materi ya…
Tergantung kemantapan hati ortunya. Pada intinya di usia 6 bulan keatas pencernaan anak sudah siap mencerna aneka ragam makanan termasuk daging2an. Tambahan informasi, banyak anak2 dengan ASI eksklusif utamanya di negara berkembang yang mengalami risiko anemia defisiensi besi jadi sebaiknya sejak awal MPASI anak diberi makanan sumber Fe, diantaranya sayuran dan lauk hewani.

5. Asslmkm mba paramitha, mau tanya nih. Anak saya umur 17 bln ga terlalu suka dg nasi, kentang. Jd kalau makan seringnya hanya lauk dan sayur, berat badan hny kisaran 9,7 kg 😭 Apa mpasinya termasuk kurang seimbang? Bgmn solusinya ya mba. Terimakasih. Wassalamualaikum

(Minda_Bandarlampung_17bln_RMA2)

Jawab:

Mbak minda, alhamdulillah pintarnya buah hati mbak minda suka makan sayur dan lauk… untuk staple food, selain nasi dan kentang kita mengenal aneka ragam bahan makanan seperti: ubi, singkong, gandum, oat dll…
Mungkin bisa dicari alternatif lain mbak… misal oat ditambah sayur dan lauk? Sandwich (roti plus sayur dan lauk)? Spaghetti? Aduh.. jadi laper…

6. Ass. Mbk Mitha

Mau Tanya..

Tadi di materi dikatakan Jika anak menolak menu MPASI qta bisa mulai dikombinasi tekstur, rasa.. Nah utk rasa gimana yaa Mbk, terutama utk kami yg menu MPASI nya no gula no garam? Dan no gula no garam lebih baik sampai usia 1 tahun atau 2 tahun? Dulu abg Fathan hanya bisa bertahan dg no gul-gar sampai usia 1th3bln..
Terimakasih

(Niesha, Bunda Abg Fathan 3y9m, RMA 2)

Jawab:

Mbak niesha bunda fathan, di negara kita yang termasuk negara berkembang masih banyak kasus Gangguan Akibat Kekurangan Yodiun (GAKY). Sebenarnya tidak saklek banget di bawah 1 tahun tidak boleh menggunakan gulgar.
Kampanye no gulgar under 1 year sebenarnya bertujuan supaya anak mengenal rasa asli makanan… agar nanti di usia lanjutnya dia lebih kaya pengetahuannya akan rasa dan nggak picky eater. Tapi, kalau usia 9 bulan keatas anak bener2 GTM karena sudah tahu rasa makanan dan tidak mau makan tanpa pemberian bumbu lain selain bumbu dapur alami (duo bawang,daun2an, empon2, dsb. Tidak apa2 memberikan sedikit bumbu seperti garam atau gula sbg penguat rasa, sedikit saja. Info itu saya dapatkan dari medsos dokter tiwi, Sp.A yang juga terkenal sering mengedukasi di dunia maya.

7. Assalamu’alaikum Mb mytha, terima kasih atas ilmunya di pagi ini. Saya ingin bertanya, bagaimana dengan metode BLW, kapan sebaiknya anak dikenalkan metode tersebut? Karena ada beberapa ibu menerapkan BLW di awal MPASI.
Terima kasih.

(Dety, Depok, Haniyya 3y & Hamdan 5m, RMA3)

Jawab :
Wa’alaikumsalam wr wb mbak Dety… saya ingat pernah baca bahasan soal BLW di FB dr.apin tapi saya lupa konklusinya apa. BLW bisa dilakukan kapanpun jika ortu yakin dan anak mampu… yang pasti tetap awasi anak ketika makan dengan metode BLW.. jangan ditinggal masak atau beberes yaaa…. kalau di rekomendasi WHO yang saya jadikan rujukan materi kali ini 8 bulan merupakan usia yg tepat mengenalkan finger food.

8. Bagaimana cara menghitung kecukupan gizi dalam setiap porsi MPASI yang kita berikan?

(Ganda, Mataram, 2th dan 9bln, RMA3)

Jawab :
Waduh mbak Ganda pertanyaannya susah banget… kalau saya pribadi bisa menghitung pake software di laptop atau pakai leaflet bahan penukar makanan mbak…. tapi jarang banget bahkan hampir ga pernah.. pake ilmu kira2 aja 😬
Kalau mbak Ganda penasaran mungkin bisa minta leaflet daftar penukar bahan makanan ke ahli gizi di puskesmas atau rumah sakit 😬✌🏻

9. Kalau anak lg susah makan maunya dikit aja penggantinya apa ya untuk memenuhi kalori yg dibutuhkan si anak sehari2nya? Huhu naura lagi susah makan, baru berapa suap udah, jadinya sering kukasih buah cemilan aja. Sedangkan makanan utama karbo prohe sayurnya dia kurang. Oiya krn saya lg hamil jd Naura sudah saya kasih sufor jg. Apakah boleh sufornya dibanyakin?
Terima kasih mba:)

(Putri, Tangsel, 11m, RMA3)

Jawab :
Mbak Putri selamat ya atas kehamilannya, semoga sehat selalu ya..
Yang pertama saya sampaikan, susu bukan pengganti makanan ya mbak. Pemberian susu sebaiknya tidak melebihi 500 ml sehari karena pemberian susu yang berlebih menghambat penyerapan zat besi dan dapat menyebabkan anemia. Jika anak susah makan solusinya bukan diganti dengan susu justru semakin banyak susu yang diberikan semakin malas anak makan karena sudah kenyang. Pemberian susu juga sebaiknya dijauhkan dari waktu makan agar anak tidak terlanjur kenyang ya…
Jika anak mengalami masalah makan coba cari tahu penyebabnya dan atasi masalahnya. Beberapa materi yang saya berikan sudah pernah bahas soal GTM, monggo colek admin grupnya utk minta link ke materi2 sebelum ini 🙂

Pemberian makanan juga bisa dilakukan dengan cara porsi kecil tapi sering ya mbak. Jangan paksa porsi besar langsung habis. Selain itu di materi kali ini juga disampaikan kurangi distraksi ketika pemberian makanan.

Silakan dibaca lagi materinya.

10. Assalaamu’alaykum Mb Mitha…
Terima kasih untuk materinya Mb, sangat bermanfaat.
Mau tanya Mbak, pada usia berapa sebaiknya bayi MPASI mulai diberikan air putih? Mengingat adanya perbedaan dalam hal ini.
Terima kasih^^

(Puput, Solo, 6m22d, RMA3)

Jawab :
Wa’alaikumsalam wr wb mbak putri… air putih bisa diberikan sejak hari pertama anak memulai MPASI mbak 🙂

11. Assalamualaikum mbk Mita.
Mbk anak saya 14 bulan. Kalau makan nasi masih susah. Diemplok (dimasukkan ke mulut) trs dilepeh. Tp kalau nasi dicampur bubcom
bayi mau. Lauk juga tidak bisa dimakan bersamaan krn yg dimakan lauknya saja. Jd lauknya dicemil belakangan. Kira-kira ada cara agar mau makan nasi tanpa dicampur bubur dan bisa makan masakan rumah. Maturnuwun

(Tiwi, Jakarta, 14bulan, RMA3)

Jawab :

Wa’alaikumsalam wr wb mbak Tiwi… titip cium sayang buat si pinter ya… untuk sementara mungkin bisa diikuti maunya si kecil yang unik… sambil dicari tahu ada apakah dengan pola makannya. Apakah dilepeh karena masalah neuromuskular? Atau kebiasaan? Pernah trauma karena tersedak? Atau mencontoh sesuatu yang pernah dilihat? Banyak yang mesti digali nih mbak…
Silakan hubungi moderator ya mbak utk konsultasi via japri.

Oiya kalau soal lauk digado menurut saya masih wajar sih.

12. Anak saya 13m dan sekarang pakai sufor. Bagaimana menyeimbangkan makanan yang masuk dengan susunya. Sementara perutnya kan kecil ya. Kalau anak saya jadwalnya seperti ini: makan 3x, cemilan 1-2x, susu utk pagi-sore 3x dan malam 2x. Dan perutnya jadi lumayan gendut padahal postur badannya tidak gemuk. Bab nya 2x sehari. Apa saya harus lanjutkan pola seperti itu atau ada yang harus dikurangi? Sebenarnya saya juga ada rencana ganti ke susu pasteurisasi tapi dia masih suka susah makan, bagaimana sebaiknya?

(addini/13m/bekasi/rma4)

Jawab:

 Mbak addini, alhamdulillah semoga anaknya sehat selalu ya..
Yang pertama saya sampaikan, susu bukan pengganti makanan ya mbak. Saran saya, jadwal makanannya yang ideal 3x makan dan 3x selingan (susu masuk sebagai selingan). Pemberian susu sebaiknya tidak melebihi 500 ml sehari karena pemberian susu yang berlebih menghambat penyerapan zat besi dan dapat menyebabkan anemia. Jika anak susah makan solusinya bukan diganti dengan susu justru semakin banyak susu yang diberikan semakin malas anak makan karena sudah kenyang. Pemberian susu juga sebaiknya dijauhkan dari waktu makan agar anak tidak terlanjur kenyang ya… selamat mencoba 🙂

13. Begitu banyak tekanan untuk ibu2 zaman skrg dlm memberikan MPASI, yang benar2 homemade, organik, tdk ada makanan kemasan pabrik.

Ada sepupu saya, benar2 strict thdp makanan anaknya, sejak ia MPASI (hanya memberikan yg homemade, organik, no gulgar apalagi MSG, tdk makan makanan kemasan). Nah saat dia beranjak besar (saat ini usia 3 thn) berhadapan dgn “dunia nyata”, temen2nya makan wafer, chiki, bakso, terus dia icip2 tapi dia jd gampang banget sakit setiap hbs makan jajanan2 itu. Sakit tenggorokan, batuk, bahkan demam. Kesannya rapuh banget dan hanya bisa makan makanan yang “bersih”. Is it good or bad?

Baiknya gmn ya, apakah kita strict memberikan bahan2 alami, atau seiring usia membiarkannya belajar dan mengonsumsi jajanan/makanan kemasan itu?

(ken/10m/tangerang/rma4)

Jawab:

Mbak ken yang keren dan kritis. Sebenarnya menurut saya makan dengan pola hidup alami itu bagus… lebih bagus lagi jika mudah dijangkau secara ketersediaan dan harga. Strict nya pemberian makan mungkin bagian dari penjagaan ortu terhadap buah hati tercintanya ya… btw itu sampai usia 3 tahun ga dikasih gulgar mbak?
Memang kondisi yg terlalu steril cenderung menyebabkan anak rentan dengan bahan tambahan ya mbak… kalau saran saya sih seimbang aja…
Kadang anak saya lepas makan jajanan warung, di rumah dibooster dengan sayur dan buah agar daya tahan tubuhnya bagus. Ngomong2 soal msg saya harus ubek2 dropbox nih untuk membagi jurnal penelitian mengenai MSG…

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Follow us :
Instagram : @rumahmainanak
Fanpage Facebook : Rumah Main Anak
Website : http://www.rumahmainanak.com

***

Disclaimer :
Semua materi yang di share sudah melalui persetujuan Founder atau PIC dari komunitas yang bersangkutan tanpa menghilangkan format asli termasuk header-footer.

http://www.jendelakeluarga.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s