Kulwap “Grafologi Dalam Parenting”

Resume Materi Kuliah Whatsapp
Rumah Main Anak

📆 Jum’at, 14 Oktober 2016
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Tema : Grafologi Dalam Parenting
Oleh : Laksmira Ratna Bayuardi
Peresume : Lis Lestari & Risma Kharisma

📜Materi

🌼Apakah Grafologi ?

Tulisan tangan atau Grafo sebenarnya adalah *goresan tangan yang dihasilkan dari otak yang merupakan gambaran dari kepribadian setiap individu.* Pikiran manusia secara sadar menentukan apa yang ditulis dan alam bawah sadar mengontrol bagaimana cara seseorang itu menulis.

🌻 Tulisan tangan atau *Grafo* yang dihasilkan setiap orang adalah unik dan individual.

Melalui analisa tulisan tangan seseorang akan mendapatkan banyak hal, antara lain:

*• Identifikasi* : tulisan tangan dan tanda tangan seseorang dapan mengidentifikasi siapa dia tanpa diperlukan keberadaannya secara fisik

*• Ekspresi diri* : melalui tulisan tangan seseorang dapat menuangkan ide,pemikiran serta perasaannya dalam berbagai bentuk

*• Ingatan* : tulisan tangan meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengingat informasi yang didapatkannya. Penelitian telah menunjukkan bahwa saat seseorang menulis dengan tangannya,ia akan lebih mudah mengingatnya karena tangan memiliki ingatan sendiri saat bergerak

*• komunikasi* : tulisan sebagai alat berkomunikasi pada sesama sangat ampuh terutama disaat lisan tidak mampu mengkomunikasikan apa yang ingin diutarakan

*• Fisiologi* : tulisan tangan meningkatkan kemampuan motorik

🌼Apa itu Doodles ?

*Doodles* adalah coretan atau gambar yang dibuat oleh seseorang baik dengan konsentrasi penuh pada saat menggambar atau bisa jadi juga pikiran orang tersebut tidak sepenuhnya berada pada gambar atau coretan yang sedang dibuatnya, tidak masalah.

🌻 Doodles secara tidak langsung dapat mengungkapkan suasana hati maupun pikiran orang tersebut yang sedang menggambar. Bagi anak-anak serta orang dewasa pada umumnya, terapi doodles dapat melatih meningkatkan kreatifitas dan imajinasi serta membantu seseorang melihat suatu masalah dari sisi yang berbeda. Doodles juga sangat efektif sebagai alat komunikasi disamping kata-kata dan bahasa verbal.

🌻 Bagi anak-anak dan dewasa, menambahkan suatu bagian atau merubah sedikit garis pada gambaran atau doodles nya secara berkesinambungan dapat merubah sikap individu tersebut.

Menggambar bentuk-bentuk tertentu dengan ukuran berbeda dan letak gambar juga dapat mempengaruhi karakteristik seseorang tersebut baik anak-anak maupun orang dewasa..

🍄 Doodles bagi anak-anak dapat membantu untuk melatih :

*• Pengembangan pribadi,*
Doodles memberi kesemptan pada anak-anak untuk berkreasi, menghargai dan membentuk diri, dengan menciptakan suatu seni, anak-anak dengan sendirinya akan terbangun percaya dirinya.

*• Pengembangan fisik ,*
Memberi anak-anak kesempatan untuk terlibat dalam aktifitas seni akan membantu melatih motorik halusnya, koordinasi mata dan tangan serta ketangkasannya.

*• Pengembangan otak,*
Doodles dapat merangsang sel-sel otak, mengembangkan daya ingat dan budi pekerti anak karena pada dasarnya seni menggunakan seluruh otak dan merangsang kreatifitas.

*• Alat komunikasi*
Doodles dapat membantu anak untuk mengekspresikan perasaan dan pemikirannya yang dirasa sulit diungkapkan dengan kata-kata

*• Terapeutik*
Doodles termasuk warna dapat memfasilitasi emosi baik positif maupun negatif dan menyalurkannya keluar.

_*🌳Parenting ( Pola Asuh )*_

Ada berbagai macam cara untuk melatih kreatifitas orangtua sekaligus mengamati atau observasi perkembangan anak anda dan keluarga, salah satunya dengan memahami secara umum dan praktis tentang grafologi.

*Grafologi* dapat menjadi alat atau tools observasi perkembangan dalam keluarga, kegunaannya tidak hanya untuk mengetahui bagaimana perkembangan anak anda, tetapi juga dapat melatih kreatifitas anda sebagai orangtua serta mencari dan menemukan kesepakatan dengan pasangan anda terutama dalam pola asuh atau parenting.

*Grafologi* juga dapat menjadi alat bantu dalam penerapan home education atau pendidikan rumah yang sejatinya wajib bagi seluruh keluarga karena belajar adalah hak, bukan kewajiban yang menjadi beban.

Observasi perkembangan anak dirumah dan diluar rumah. Lembaga pendidikan diluar rumah adalah penunjang dan kepanjangan tangan dari orangtua sebagai pendidik utama seorang anak bukan sebaliknya dan bukan pula pengganti.

*_Rumah adalah sekolah pertama dan utama bagi anak dan keluarga_*

1. Perhatikan bagaimana anak cenderung memilih aktifitas dan belajar

• melihat/menonton, membaca, kemudian meng copy sesuai yang ia lihat, gambarannya penuh warna dan bentuk, berarti besar kemungkinan ia memiliki kecerdasan dan *gaya belajar visual.*

• Banyak gerak, tidak bisa duduk manis terlalu lama, suka “bikin bikin” dan atau menggambar tapi tidak terlalu suka mewarna atau mewarnai berantakkan seta tidak lama menggambarnya, sulit tidur siang atau malam kecuali ketiduran atau kelelahan, picky eater, berarti besar kemungkinan ia memiliki gaya belajar dan *kecerdasan bodily dan tactile kinesthetic.*

• Cepat hafal nada, lirik lagu, dan men copy perkataan, cukup mampu duduk manis dan cukup lama fokus pada kegiatan disatu tempat tanpa membutuhkan banyak gerak dan banyak benda, maka besar kemungkinan ia memiliki *kecerdasan dan gaya belajar auditory.*

Yang umumnya muncul adalah kombinasi dari dua gaya belajar, sedangkan kecerdasan majemuk atau multiple intelligence bisa lebih dar dua yang kuat.

2. Perhatikan bagaimana anak anda dikeramaian dan atau dilingkungan yang asing baginya, langsung terjun dan bergaulkah dia?

• Bila ya maka besar kemungkinan ia *extrovert* dan bisa jadi memiliki *kecerdasan interpersonal* pula dimana ia mampu atau tidak membutuhkan waktu yang lama untuk berelasi dengan orang lain yang baru pada hari itu juga.

• Bila anak anda membutuhkan waktu yang lama dan observant atau terdiam dan memperhatikan sekeliling atau mungkin bahkan tidak merasa nyaman dan menjadi emosional dikeramaian atau dilingkungan baru ditambah banyak orang asing, maka besar kemungkinan ia seorang yang *introvert* yang membutuhkan waktu sampai ia merasa nyaman dan memilih untuk hanya bersama dengan segelintir orang terdekatnya.

• Bila anak tidak membutuhkan banyak usaha kita untuk mengingatkan dan mengajarkan kewajibannya sehari-hari dan hal-hal yang menyangkut kepentingannya dengan kata lain cepat mandiri, hanya perlu pembiasaan yang tidak terlalu lama maka ia sudah mandiri melakukan hal-hal untuk dirinya maka besar kemungkinan ia memiliki *kecerdasan intrapersonal,* dimana seorang memiliki kesadaran akan kepentingan atau keperluan dirinya dan terlihat cepat mandiri, *_umumnya intrapersonal akan bertentangan dengan interpersonal._*

3. Perhatikan kepekaan sensorinya

• Apakah ia “jijikan” dan atau picky eater? Bila ya berarti perlu dilatih *sensori taktil atau sentuhannya* namun tidak perlu pada semua dan tidak perlu dipaksakan.

• Apakah ia terganggu dengan adanya banyak orang dan terhadap bising? Bila ya, berarti ia *sensitif visual dan auditorinya* maka hindari atau kurangi kegiatan yang melibatkan banyak orang dan suara bising.

• Apakah ia sensitif terhadap bau-bauan dan sering merasa terganggu? Bila ya, maka ia *sensitif sensori penciumannya*, bila penting bagi keluarga anda untuk bisa menerima bebauan maka ajarkan perlahan tapi juga dibutuhkan toleransi kita padanya karena bagaimanapun tidak bisa dipaksakan.

• Apakah ia mudah kehilangan keseimbangan, terjatuh dan fisiknya seolah rawan? Bila ya, maka ia perlu dilatih *sensori proprioceptive dan vestibularnya* dengan olah raga dan atau kegiatan yang melatih koordinasi keseimbangan tubuh dan mata, bisa dengan olahraga renang, bersepeda, dance atau menari, dan gymnastic.

💐Doodles dalam keluarga, sejak anak mulai suka mencorat coret, dapat sangat efektif untuk mengetahui :

*• kecenderungan minat anak*

*• kesiapan anak untuk eksplorasi lingkungan diluar lingkup lingkungan keluarganya*

*• kondisi emosi anak*

*• introvert atau ekstrovert*

*• energi fisik anak*

*• kepercayaan diri anak*

*• kreatifitas dan imajinasi*

💐Grafologi dalam keluarga dapat sangat efektif untuk mengetahui :

• motivasi
• kondisi emosi
• karakter
• energi fisik
• introvert atau ekstrovert
• kecenderungan cara berfikir
• interaksi sosial

Saya Laksmira Ratna Bayuardi,
Selamat mencoba!

❓✅ Tanya Jawab
1⃣ Contoh penerapan doodles utk ank 3th bagaimana ya?
Apakah cukup dg membiarkan dia mencorat coret bebas dikertas dan dia sambil cerita? Bagaimana saya bisa melihat karakter atau kondisi arti dr tulisan dia saat itu?

(Chika, Anak shaw 3,5 th, RMA 2)

Jawab :
Bila ananda menikmati doodling sambil bercerita.. silahkan di support saja dan ajak terus bercerita saat doodling krn dgn begitu ia terbiasa mengkomunikasikan apa yg ia rasakan, pikirkan, baik verbal maupun non verbal. Bila gambar berada disebelah kiri kertas dan cenderung kecil2 maka ia selain pemalu atau introvert, jg blm berminat utk eksplorasi diluar zona amannya/lingkungan rumah dan keluarga dekat ✅

2⃣ Assalamualaikum..
untuk melihat kepribadian anak dari usia berapa ya? Anak saya usia 2 tahun, kalau dirumah sangat aktif tapi kalau diluar dia malu dan takut dengan orang yang belum dikenal..
Solusi untuk ibu yang kurang bisa menggambar, nulisnya kurang rapi gmna ya? Bisa nurun ke anak tidak mba?
Terimakasih…

(Hasna, anak Hilyah (2thn), RMA2)

Jawab :

Waalaikumsalam..
Berarti ananda introvert dan tdk perlu dipaksakan menjadi ekstrovert.
Ada di materi observasi yg sudah saya berikan, itu bisa dijadikan panduan dlm melihat karakter anak kita.
Menggambar tidak perlu bisa bagus tp dinikmati pergerakannya krn terutama bagi dewasa creative writing dan doodling bs jd stress reducer atau pengurang stres serta menyalurkan secara non verbal apa yg kita rasakan maupun pikirkan.

Tulisan tdk rapih itu relatif dari yg menilai krn blm tentu dlm tulisan yg terlihat rapih itu berarti emosi dan energi yg stabil dll, belum tentu, perlu dilihat seperti apa yg disebut tdk rapih ✅

3⃣ Assalamualaikum mba Laksmira.. Senang sekali dengan tema grafo saya bacanya meski belum pernah doodle saya dibaca mba Laksmira :mrgreen:. Mau tanya, sejak usia berapa grafo anak-anak bisa dibaca? Soalnya coretan / doodles anak-anak ya terkesan coretan acak-acak dengan imajinasi mereka sendiri? Apakah kita sebagai orang tua bisa mempelajari ilmu ini biar bisa ‘membaca’ grafo anak sendiri? Terima kasih banyak atas jawabannya ya mba 🙂

Ema/karawang/2y/RMA4

Jawab :

Sangat bisa dan saya sangat senang membaginya krn kebanyakan ilmu grafo lbh byk dikomersilkan pd industri pdhl grafologi sgt bermanfaat bagi para orangtua dan guru utk observasi anak/murid.

Saat anak mulai bisa dan sukan mencorat coret, bila ia bahagia dan doodling nya terfasilitasi dg baik maka akan terlihat progres perkembangannya dari berbagi bentuk, posisi gambar, warna, ukuran dan lain2✅

4⃣ Materinya menarik sekali mb Laksmi. Terkait kepribadian anak yang bisa diobservasi melalui cara anak bersosialisasi dgn lingkungannya,anak saya ketika berusia 1 th suka sekali bertemu teman dan bermain..tapi sekarang diusianya yg hampir 2 th jadi sedikit pemalu atau introvert.apakah ada stimulasi pengasuhan agar kepribadiannya kembali menjadi ekstrovert?adakah faktor utama yg menjadi penyebab perubahan kepribadian ini?

Kania/Lampung/23m/RMA 4

Jawab :

Ada banyak faktor sebenarnya dan bila tdk ada perubahan atau suatu proses transisi yg dihadapi ananda maka misal mulai sekolah, pindah, ganti pengasuh, dll. Maka sangat besar kemungkinan ia langsung berkembang eksplorasinya pd dirinya sendiri, mulai paham orang lain/asing, mulai menyerap identitas siapa2 saja orang2 terdekat, mulai mengembangkan zona amannya serta mulai menyerap informasi dg lbh hati2. Tidak apa diamati saja dan diperhatikn progresnya selama tdk ada agresi dan atau mimpi buruk✅

5⃣ Assalamualaikum… Anak saya zaki usia 3 tahun senang sekali mencoret-coret,apakah itu termasuk dodles dan bagaimana mengetahui kepribadiannya dari coretan2 nya?
Sudah saya ajari memegang pensil/bolpoin yg betul misal untuk membuat garis vertikal atau horizontal tetapi tetap saja coretannya tdk terarah, masih membentuk garis yg tidak beraturan arahnya atau saya bilang mirip benang ruwet.

(widowati/tangerang/zaki/3 tahun/RMA3)

Jawab :

Waalaikumsalam..
Ibu, doodles adalah coretan dan coretan yg menggugah imajinasi serta kreatifitas anak maupun seseorang adalah yg tidak dipaksakan atau diatur, biarkan anak mengembangkan sendiri jenis doodles atau coretannya, ibu hanya perlu memberi contoh dengan ibu sendiri yg doodling dan tuangkanlah imajinasi ibu, krn anak belajar terbaik adalah dgn mencontoh terutama orangtuanya, serta berkembangnya eksplorasi minat dan kreatifitasnya, apa yg diajarkan pd nya itu hanya sebagian kecil ia tangkap.
Bila ananda saat ini menggambar benang ruwet ya biarkanlah tapi…mintalah ananda menceritakannya dan itu yg perlu ibu catat bila anak menggambar benang ruwet atau sangat abstrak garis2nya, dg sendirinya seiring kesiapannya dan eksplorasi pengetahuannya percayalah..doodles benang ruwet itu akan berganti ✅

6⃣ Salaam.. Mba Laksmira
Menarik sekali materinya. Kebetulan saya punya keponakan (6y), sudah sekolah TK B. Sayangnya, dari kecil memang tidak dibiasakan oleh orangtuanya utk melatih tangan dengan mencorat coret/doodle. Ketika diajak bermain menggambar, msh kaku sekali. Apakah ada terapi utk bisa men-doodle? Mengingat lingkungan rumah (ibu keponakan sy bekerja, sehari2 tinggal dengan nenek) kurang mendukung. Trimakasih atas berbagi ilmunya..🤗

Atha/bekasi/Hakan 11M/RMA3

Jawab :

Salaam ibu.
Sangat bisa bu dengan terus doodling dan story telling atau bibliotherapy 🙂 ✅

7⃣ Assalamualaikum mbk Laksmira
Materinya menarik sekali.
Kalau mau beli bukunya mbk Laksmira tetang doodles bagamana atau di mana ya?
Terimakasih

Tiwi/jakarta/21bulan/RMA3

Jawab :

Waalaikumsalam ibu.
Karena blm ada penerbit yg bersedia jadi buku dapat dibeli langsung pd saya bu 😁✅

8⃣ Dalam penggunaanya untuk media terapi, biasanya grafology digunakan untuk gangguan macam apa? Gangguan perkembangan yg seperti apa?

(pipit/semarang/27month/RMA3)

Jawab :

Saya lebih suka menyebutnya kendala ya bu :). Grafoterapi umumnya diberikan pd individu yg memiliki kendala dalam mengolah emosinya, konsentrasi, komunikasi, kepercayaan diri, dan msh byk lg sebetulnya krn dapat disesuaikan setelah proses identifikasi ✅

9⃣ Mbak Laksmira anak sy laki2 usia 3,5 th tipe anak yg tidak suka terlalu banyak pelukan, terutama pelukan yg terlalu ekspresif. Meskipun begitu, yg sy pahami adalah setiap anak pasti butuh pelukan untuk perkembangan emosionalnya. Jadi kadang sy memeluknya sambil memaksa dan ia pun menerima pelukan sy sambil terpaksa 🙈 sambil lalu berkata “sudah… sudah.. umi.” Untuk yg begitu termasuk kategori tipe kecerdasan apa ya dan bagaimana sy sebagai orangtua menyikapi hal tersebut? Terima kasih atas jawabannya. .. 😍

Aisy/3,5 th/Smg/RMA1

Jawab :

Ananda sangat sensitif taktilnya bu, taktil=sentuhan. Sebaiknya jgn dipaksa krn pelukan kasih sayang dpt diwakili dg sentuhan ditempat yg anak merasa lbh nyaman atau silahkan peluk tp tdk perlu lama. Namun begitu saya menganjurkan agar ananda banyak berlatih yg melatih sensori taktilnya seperti bermain lumpur, dough, slime, mengelus hewan spt kelinci dan hal2 yg melatih sensori2nya, tdk perlu tergesa tp bertahap sedikit demi sedikit dan rutin, jgn lupa ibu selalu tanyakan ttg apa yg ia rasakan saat menyentuh ataupun dipeluk, bila ananda tdk memiliki kosakata utk menjelaskan maka ajaklah dgn menenangkannya dgn warna2✅

🔟 Salam mba Laksmira. Kalo yang saya baca dari tulisan mba, anak saya 4y5m dan 2y10m tipenya hampir mirip, pemalu introvert. Hasil coretan gambarnya juga halus. Kayaknya sih emang nurun dari orang tua nya. Nah, kalo sudah begini apa yang harus saya lakukan mba agar perkembangannya optimal? Terimakasih

Puji/RMA1/4y5m, 2y10m/Jakarta

Jawab :

Salam ibu.
Bila sejauh ini tdk ada kendala2 yg begitu berarti maka biarkanlah, fasilitasi keingintahuannya dan minat eksplorasinya, krn anak yg bahagia dan merasa bebas berekspresi namun tetap dlm pendampingan orangtua maka dg sendirinya akan berprogres✅

1⃣1⃣ Ibu Laksmi, terima kasih atas ilmu nya. Sangat menarik sekali. Terkait tulisan tangan dan kepengasuhan.
Yang mau saya tanyakan.. Sejak usia berapa kita bisa melihat bakat minat anak terkait Grafologi ini?
Kedua, anak saya usia 5 thn cenderung Introvert. Adakah hal hal khusus yg bisa saya lakukan agar ia lebih berani untuk speak up didepan orang banyak.. Karena selama ini, jika menghadapi suasana dan orang baru dia cenderung menarik diri dan tidak mau bersuara. Padahal dia bisa dan tahu :). Kadang kita sebagai orangtua suka “gregetan” kok anaknya terkesan diam banget.. Itu kenapa ya ibu? Trus faktor apa yang mempengaruhi sehingga anak memiliki sikap/sifat tersebut.. terima kasih atas jawabannya.

Nailah/Jakarta/5y/RMA2

Jawab :

Introvert dan ekstrovert masing2 memiliki kelebihan dan kekurangan, yg perlu kita gali dan dukung adalah kekuatannya dan bukan utk merubah karakter pembawaan mereka. Introvert memiliki kelebian utk observasi lingkungan terlebih dahulu sampai ia merasa aman, dgn begitu para introvert lbh kuat dlm observasi/mengamati suatu lingkungan baru maupun org2nya, kuatkan itu..ajarkan bgmn memanipulasinya yaitu bersikap seperlunya tanpa berlebihan, ajarkan pula antisipasi bila akan bertemu byk org dan jelaskan terlebih dahulu agar mrk tdk terlalu kaget. Jangan memaksa anak introvert utk all out diluar krn dg sendirinya nanti bila ia merasa aman dan nyaman maka akan keluar dan terbuka dirinya✅

1⃣2⃣Anak saya umur 4y2m utk kecerdasan interpersonalnya bagus, mudah menyesuaikan diri dgn lingkungan dan teman baru,tapi utk intrapersonalnya masih belum bisa mandiri seperti pakai baju, mandi. Kalau ditanya kenapa ga mau, dia ga bisa mengutarakan alasannya. Sudah terus menerus dilatih dan disemangati utk belajar mandiri, tapi masih begitu terus bahkan seringkali sampai nangis2,,apa yg harus dilakukan utk mengatasinya? Terima kasih

( Khusnul/halut/rafa 4y2m/RMA4)

Jawab :

Disitulah adilnya Allah ya..:) umumnya anak yg interpersonalnya bagus intrapersonalnya kebalikannya, justru itu tdk perlu dipaksakan dan memang membutuhkan pembiasaan waktu disiplin yg lama dan yg bagus maupun kurang intrapersonalnya ttp dlm perkembangannya akan ada masa kendornya. Terus jelaskan sebab akibat dan terapkan konsekuensinya bila tdk melakukan yg seharusnya dilakukan, tdk perlu dgn membentak krn bentakan justru menutup byk pintu dlm dirinya termasuk utk menyerap pelajaran, ingatkan dan terapkan konsekuensi✅

1⃣3⃣Assalamu’alaykum. mba laksmira, gmn ya cara terbaik mengidetifikasi apakah anak termasuk introvert atw ekstrovert? anak pertama saya, insyaaAllaah tahun depan akan masuk sekolah, sy berharap utk bisa memfasilitasi anak dgn kegiatan yg dia suka dan sesuai dgn energi nya (introvert atw ekstrovert)

(Dini/RMA2/3y10m & 1y10m/Bekasi)

Jawab :

Waalaikumsalam bu. Dalam doodles nya ibu lihat apakah posisi gambar ada disebelah kiri, mengarah kekiri lbh besar dan cenderung tdk besar2 gambarnya? Bila iya maka berarti selain introvert jg ananda blm siap utk eksplorasi keluar dunia/zona amannya. Doodles yg berada ditengah kertas dan atau disebelah kanan serta ukurannya yg cukup besar itu menunjukkan ananda siap utk eksplorasi keluar dan kepercayaan dirinya mulai terbentuk mandiri, dan itu umumnya berkembang dgn sendirinya bila ananda nyaman, maka ibu bs lihat perkembangan doodles yg awalnya dr kanan kemudian akan menjadi ditengah kertas dan kemudian di kanan. Utk waktunya, setiap anak memiliki kesiapan yg berbeda2 dan tdk perlu dipaksa hny di support✅

1⃣4⃣Halo Ibu Laksmira.. salam kenal 🙂 materinya menarik. Cuma penasaran..
Grafologi ini kan diajarkan di bangku perkuliahan dahulu sebagai pseudoscience..
Apakah skrg sdh ditemukan jurnal terkait atau bukti ilmiah yg mbuktikan bhw tulisan tangan bs menggambarkan kepribadian? Terimakasih sebelumnyaa. Salam hangat.

Muti/4y/RMA2

Jawab :

Tahun brp itu bu? Banyak dan sudah lama baik dr dlm dan luar negeri dan bila tdk ditemukan maka tdk mungkin saya praktek grafologi dan dan grafologi dipakai sbg salah satu tools identifikasi dlm praktek psikologi dilapangan serta dalam art therapy✅

1⃣5⃣Sebenarnya saya sangat mendukung sekali anak saya doodling…ada saatnya dia tiba2 coret2 ditembok sambil cerita..atau sekedar coret2 tanpa cerita.
Saat saya berikan kertas dan mengajaknya untuk menggambar di kertas, si kakak sepertinya kurang pede, dan malah menyuruh saya, “ayo ah mi, ummi yg gambaran”. Saya semangati si kakak,jawabnya ,” aku gak bisa koq mi”…..
Pas diajak gambar sama2 anaknya baru mau, saya gambar dia juga gambar sambil cerita. Yang ingin saya tanyakan bagaimana menumbuhkan rasa percaya dirinya mbak? Di kesehariannya pun masih minta di antar untuk ke kamar mandi, ambil buku padahal di rumah sendiri..
Di usia yang 3y4mo wajarnya bentuk doodlingnya seperti apa mbak? Terima kasih

Titiek/3y4mo/RMA

Jawab :

Sebagaian anak memang highly sensitive dan insecure, ada berbagai treatment termasuk dr doodles bs ibu ajak menggambar dg ukuran yg cukup besar, ajak doodling bentuk2 geometri tp tdk perlu tll banyak hanya dalam doodling nya ada betuk2 geometri seperti atap rumah yaitu segitiga dan badan rumah yaitu segi empat dan menggunakan banyak eksplorasi warna serta media doodles seperti yg sudah ibu lakukan ya..itu sudah bagus bu..hanya memang bagi anak2 yg sensitive dan insecure nya lbh besar membutuhkan waktu dan percaya betul bila yg ia percayai tdk akan meninggalkan atau memaksanya. Sosialisasinya bgmn ya bu? Ananda tipe introvert nampaknya yg saat belajar sosialisasi ia butuh teman satu per satu atau sedikit, perlahan tp rutin tdk perlu terlalu sering, utk melatih kemandirian emosinya perlahan✅

1⃣6⃣Salam, ibu Laksmira. Apakah ibu membuka konsultasi online dan apakah ada contact person jika ingin memesan buku yg ibu tulis?
Terimakasih jawabannya, bu.

Sofianna/RMA2/Arkan4y/Solo

Jawab :

Salam ibu, 082299557914.
IG : @laksmira_loopnhook_graphology
FB : laksmira loopnhook graphology
Email : laksmira.bayuardi@gmail.com ✅

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
💌 Fb/Fp : Rumah Main Anak
🏡 IG : @rumahmainanak
🌎 Web : rumahmainanak.com

Disclaimer :
Semua materi yang di share sudah melalui persetujuan Founder atau PIC dari komunitas yang bersangkutan tanpa menghilangkan format asli termasuk header-footer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s