Modus “Baru” Pak Polisi

Jadi begini ceritanya, Minggu sore kemarin kami ada keperluan menuju ITB. Lagi enak-enaknya naik motor tiba-tiba di stop oleh salah satu Pak Polisi tepat di depan Pos Polisi samping Gedung Sate.

Pak Polisi (PP) :
“Sore Pak, lampunya mati.”
*sambil nunjuk lampu depan*

Pak Suami (PS) :
“Sore, wah maaf saya juga baru tahu, Pak. Kemarin masih nyala”
(PS benar-benar baru sadar si lampu depan mati karena putus kabel)

PP :
“Ya udah, yuk masuk”
*sambil ngajak masuk ke dalam pos*

PP :
(sudah di dalam pos, sambil duduk)

*PS otomatis kasih SIM & STNK*

*PP cek SIM & STNK sekaligus isi surat tilang*

“Tinggal dimana, Pak? Kerjanya dimana? Udah lama tinggal di Bandung? (btw, motor kami plat B)

PS :
(dijawab sesuai dengan pertanyaan)

PP sempat juga basa-basi nanya ke saya : “Usia berapa tahun, Bu?” *sambil melihat Ry yang duduk santai disamping abinya*

PP :
*PS sedang tanda tangan surat tilang*

“Sidang hari Jumat, tanggal 3 Juni”

*sambil pegang SIM PP & sekilas lihat kalender yang berada di belakang beliau*

Sampai dengan PP menyelesaikan isian surat tilang dan PS menandatanganinya, PP masih terlihat gelisah. Kalian tahu kenapa? Karena kami belum juga mengeluarkan “uang pelicin”. Well, dunia juga tahu kan ya! 😛

Karena belum ada juga “pengertian” dari PS, maka PP mengajak ke depan melihat kondisi motor.

PP :
“Coba lihat motornya ke depan”

*mendekat dengan motor*

“Pak, gini.. Ini kan bukan termasuk pelanggaran pidana. Beli SAMSU MILD aja deh..”

JENG.. JENGGG..
Begitulah tiba-tiba kalimat yang keluar dari beliau.. What’s going on?..

Coba kita rekap lagi ya. Suami saya sudah mencoba sesuai aturan yang berlaku. Lampu Motor Mati – Tilang – Isi Surat Tilang – Setuju Jadwal Sidang. Ada yang salah? Kalimat dari PP ini jelas sekali saya dengar karena posisi beliau tepat di depan saya sedangkan posisi PS disamping PP.

Karena kami cenderung malas berurusan dengan jajaran pemerintahan termasuk polisi, jadilah PS pergi sebentar cari warung kecil untuk membeli titipan “tumbal” yang diminta PP.

PP – PS :
*tanpa kata-kata*
(terjadi barter antara SIM dengan sebungkus rokok seharga IDR 19.000)

Saat kembali saya sempat mengambil handphone di dalam backpack yang sedari tadi dipakai suami. Sambil menyesal (kenapa nggak foto dari tadi!) saya pura-pura foto Ry (seadanya) disekitar pos sebelum kami pulang.

image

image
Look into the circle ~ Selamat anda masuk blog kece saya 😛

Pengalaman berharga kami. Baru tahu ada modus lain untuk mendapatkan sebungkus rokok. Suami memang dari awal tadi slow banget, mungkin sudah paham. Berbeda dengan saya yang terkaget-kaget menyaksikan semuanya. Lesson learned.

Please para Pak Polisi yang terhormat, jika ingin dihormati berubahlah..

:: 22 Mei 2016 ::

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s