Spending Time Around Kampong Glam Singapore

Memasuki hari ke 4 di Singapura, kami sempat menghabiskan waktu di sekitar Kampong Glam Singapura. Kampong Glam atau Kampong Gelam merupakan satu kawasan tua yang terletak di kota Singapura. Glam berasal dari sebuah nama pohon gelem (pohon minyak kayu putih) yang banyak ditemui disekitar kawasan. Area ini merupakan pemukiman awal masyarakat Bugis & Jawa dari Indonesia dan menyimpan banyak rahasia sejarah sejak awal pembentukan negara Singapura. Lokasi ini sudah dibangun semasa pemerintahan Inggris pada waktu lalu kemudian diambil alih untuk dikelola oleh Lembaga Pariwisata Singapura (STB) menjadi produk pariwisata hingga saat ini.

image

Masjid Sultan

Di kawasan Kampong Glam terdapat masjid terbesar dan pertama yang dibangun di Singapura bernama Masjid Sultan. Masjid ini dibangun pada tahun 1826 dan mengalami renovasi pertamanya pada tahun 1928. Dahulunya Sultan Hussain Shah dari Johor yang merupakan pemilik pulau Singapura kala itu membangun sebuah istana di kawasan ini kemudian membawa semua keluarga serta semua pengikutnya dari kepulauan Riau. Banyak pengikut sultan dan temenggung yang memang berasal dari Riau, Malaka dan Sumatera yang akhirnya datang dan menetap di Kampung Glam. Tempat ibadah umat muslim ini memiliki ciri khas tersendiri yang harus dipatuhi oleh seluruh pengunjung yang datang. Mereka wajib mengenakan jubah atau sejenis gamis bagi pengunjung yang tidak mengenakan busana tertutup. Pakaian ini dapat dipinjamkan secara gratis bagi yang ingin berwisata religi masuk kedalam masjid.

image

image
tempat meminjam jubah

Di masjid ini tersedia special tour guide yang siap menjelaskan kepada wisatawan mengenai sejarah islam dan berbagai cerita menarik dibalik masjid besar ini. Mereka dengan senang hati akan menjawab berbagai pertanyaan wisatawan selama berada di masjid, menemani berkeliling area masjid serta menjadi fotografer dadakan 😀

image
inside the mosque
IMG_6574.JPG
captured by tour guide 😀

image

image

image

image

image

Alamat Masjid Sultan
3 Muscat Street, Kampong Glam,
Singapore – 198833
Telp. +65 6293 4405

Malay Herritage Centre

Malay Heritage Centre yang dahulu menjadi Istana Kampong Glam merupakan pusat budaya yang juga menjadi pusat sejarah peradaban Singapura melalui benda-benda yang ditinggalkannya. Memiliki luas 8.000 meter persegi  atau sekitar 2 hektar dibangun pada 160 tahun yang lalu oleh Sultan Ali, putra Sultan Hussein Shah. Saat ini Malay Herritage Centre menjadi sebuah museum yang dapat dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun asing. Disini kamu dapat melihat berbagai warisan dan budaya Melayu yang berada di Singapura antara lain artefak, alat musik tradisional dari bangsa melayu, multimedia interaktif dan bermacam koleksi nasional Singapura yang berasal dari kontribusi masyarakat asli maupun pendatang di Singapura.

image

Malay Heritage Centre menyelenggarakan program-program budaya Melayu dan lokakarya, kegiatan ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan pengunjung terutama mengenai ilmu budaya melayu. Hasil dari program tersebut digunakan untuk biaya operasional kegiatan guna meningkatkan Malay Heritage Center menjadi museum bertaraf internasional. Harapannya museum ini nantinya akan dapat bekerjasama dengan museum daerah lainnya di Indonesia dan Malaysia.

IMG_6605.JPG

Malay Heritage Centre juga menyediakan jasa tour guide gratis yang dapat pengunjung manfaatkan saat masuk ke dalam museum. Mereka standby setiap hari jam 11.00 pada hari Selasa-Jumat atau jam 14.00 pada hari Sabtu-Minggu dan akan menemani kamu selama 45 menit dengan maksimal 20 orang dalam 1 rombongan. Hubungi Visitor Services Center yang berada di samping museum untuk info lebih lanjut.

IMG_6594.JPG

IMG_6592.JPG

Alamat Malay Heritage Centre :
85 Sultan Gate, Singapore 198501
Telp. +65 6391 0450
http://www.malayheritage.org.sg

Jam Operasional :

Selasa-Minggu   Jam 08.00-20.00 (Senin Tutup)

Harga Tiket : $S 4

Arab Street

Arab Street merupakan nama sebuah jalan di Singapura tepatnya di kawasan Kampong Glam Singapura. Konon jalan ini dinamai oleh seorang bangsawan Arab bernama Syed Ali bin Mohamed Al Junied. Arab Street juga dahulu merupakan kawasan tempat tinggal masyarakat Muslim yang berasal dari Arab, Melayu, India, Bugis serta etnis Jawa. Sejak tahun 1820-an, Arab Street sudah menjadi pusat perdagangan dari mulai tekstil, rempah-rempah hingga produk rotan. Karena kawasan ini menjadi pusat perdagangan maka  hingga sekarang bangunan yang berdiri disulap menjadi toko-toko untuk berjualan.

image

Waktu itu kami menemukan satu buah toko souvenir yang relatif murah, bahkan beberapa barangnya banyak yang lebih murah dari pasar di Bugis Street. Nama toko tersebut $2 Shop. Hampir sama dengan toko-toko souvenir kebanyakan yang kita temui di Singapura, akan tetapi untuk lokasi yang strategis dan memiliki variasi barang yang cukup banyak, toko ini wajib kamu kunjungi jika sedang berjalan-jalan di Kampong Glam Singapura. Selain banyaknya toko-toko berbagai macam barang menarik, di jalan ini juga terdapat pilihan tempat makan yang sayang jika tidak kamu dicicipi. Rata-rata restoran disini menwarkan cita rasa melayu sesuai dengan sejarah kawasannya dulu. For your recommendation, Kampong Glam Cafe dan Minang Restaurant bisa jadi alternatifnya. Klik disini untuk detail kedua tempat makan tersebut.

IMG_6640.JPG

Haji Lane Street

Haji Lane merupakan sebuah pusat pakaian dan tekstil di Singapura. Haji Lane berdiri sejak tahun 1950-an, desainer lokal dan pengusaha muda menyewa tempat ini untuk menjalankan bisnis butik kunonya dengan pakaian yang modis dan produk desain Singapura. Haji Lane Street memiliki beberapa lorong yang semuanya diisi oleh jajaran toko dan tempat makan. Kami hanyak melewati satu lorong saja yang cukup mewakili rasa penasaran tentang haji lane ini.

IMG_6637.JPG

Disini kamu akan menemukan berbagai toko dengan cat dinding warna warni dengan dekorasi menarik serta barang-barang fashion terutama baju dan aksesoris yang berbeda jika dibandingkan Orchard Road yang sudah terlalu mainstream 😛 Suasananya lebih mirip di Kemang – Jakarta Selatan bedanya jalan disini lebih kecil dan hanya muat dilewati satu mobil. Kabarnya harga baju-baju disini juga relatif terjangkau sesuai dengan desian-desainnya yang fashionable. Jangan tanya detail harga bajunya karena kami tidak berniat belanja produk fashion disini 😀

IMG_6634.JPG

:: 30 Maret 2016 ::

One comment

  1. […] Masih ada waktu untuk jalan-jalan ke tempat yang sedikit lebih jauh walau terasa agak nekat hehe. Kami lanjut mampir ke Malay Heritage Center yang terletak di sekitaran Arab Street. Disini terdaapat beberapa spot yang wajib kamu singgahi seperti Masjid Sultan dan Haji Lane. Cerita tuntas mengenai Pusat Kebudayaan Melayu serta tempat-tempat lainnya di sekitar sana bisa dilihat disini ya […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s