Kajian : “Membentengi Keluarga dari Pengaruh Negatif Media Sosial Menurut Sudut Pandang Islam”

Di jaman yang serba online seperti saat ini, media sosial mendapat tempat tersendiri bagi para penggunanya. Terlebih ketika dihadapkan oleh banyaknya pilihan media sosial yang bisa digunakan sesuai kebutuhan masing-masing. Walaupun terkadang sempat kepikiran juga, perasaan Friend List media sosial kita isinya double DL, alias Dia Lagi Dia Lagi 😛

Bertempat di masjid komplek dimana saya tinggal saat ini, DKM Masjid Al Fath mengadakan kajian keagamaan mengenai pentingnya “Membentengi Keluarga dari Pengaruh Negatif Media Sosial Menurut Sudut Pandang Islam” bersama Ustad Darlis Fajar, Ss.

20160828_091646

Tekhnologi diciptakan untuk memudahkan hidup kita di dunia, tetapi kita harus ingat bahwa kita semua diciptakan di dunia untuk apa? Jawabannya adalah untuk beribadah. Ibadah ini yang seharusnya kita pahami dulu agar nantinya kita tidak terjebak dengan nafsu dunia.

Sama halnya seperti tujuan menikah, adalah semata-mata untuk ibadah. Dengan ibadah maka kebahagiaan akan dapat diraih InsyaAllah. Berbeda cerita jika tujuan menikah adalah untuk mencari kebahagiaan, maka jangan salahkan orang lain jika pasangan tersebut tidak bahagia maka akan hilanglah makna ibadahnya.

Kembali lagi kepada media sosial, sebagaimana kita menggunakan alat lain dalam kehidupan sehari-hari bahwasanya selalu memiliki dua sisi yang berbeda. Ibarat mata pisau yang jika digunakan dengan baik akan memberikan manfaat sedangkan jika digunakan dengan konotasi negatif maka akan mencelakakan penggunanya bahkan lingkungan disekitarnya.

Fenomena yang terjadi saat ini adalah masyarakat cenderung ikut-ikutan dalam menggunakan media sosial, seperti Facebook, Instagram, Twitter dan sebagainya. Beberapa contoh yang disampaikan disini misalnya fenomena selfie  di media sosial. Berapa banyak muslimah berhijab baik muda-mudi maupun yang sudah ibu-ibu ikut-ikutan upload foto selfie mereka (duh, langsung ngaca). Padahal memajang foto diri dilarang dalam Islam karena khawatir akan timbul penyakit lainnya seperti tabbaruj (suka akan kecantikan sehingga wanita berlomba-lomba menggunakan make up) atau ‘ain yang salah satunya membanding-bandingkan diri, pasangan, keluarga atau yang lainnya dengan  orang lain.

download-6
source : Google

Untuk yang sudah berumah tangga harus lebih waspada dalam bersosial media, jangan sampai memasukkan laki-laki lain ke dalam rumah kita. Rumah yang dimaksud disini adalah kehidupan kita dari berbagai sisi. Jangan karena terbawa nostalgia misalnya ada seorang pria teman lama memulai perbincangan panjang via WhatsApp lalu kita dengan mudahnya melayani dia. Padahal di dalam Islam, seorang istri wajib meminta ijin jika “rumah”nya dimasuki oleh pria lain, termasuk rumah dalam kehidupan dunia maya.

“Untuk para muslimah yang suka bersocmed (apalagi yang sudah memiliki suami) berhati-hatilah karena media sosial merupakan “rumah” kita yang nantinya juga akan diminta pertanggungjawabannya..”

Selain bahaya media sosial yang kita perlu waspadai adalah aplikasi-aplikasi yang semakin banyak di luar kontrol para penggunanya. Perlu kita ingat bersama bahwa banyak kaum di luar sana yang gencar mencari cara agar dapat merusak agama Islam. Seperti pada permainan Pokemon Go yang saat ini sedang marak di seluruh kalangan masyarakat. Padahal jika telusuri lagi, games yang satu ini memiliki dampak merusak diri, efek lupa waktu sudah biasa tetapi yang lebih menakutkan adalah mengajak para wanita untuk pergi keluar rumah. Sedangkan dalam Islam diajarkan bahwa kaum wanita hendaklah berada di dalam rumah kecuali ada keperluan yang dibenarkan dalam syariat agama seperti meminta ijin kepada suami, tidak berhias selama di luar rumah dan memilih jalan yang jauh dari keramaian.

Berikut 2 utama hal yang dapat dilakukan agar terhindar dari bahaya pengaruh negatif media sosial :

  • Tunduk kepada aturan Allah SWT. Jangan mengabaikan tanggung jawab sebagai makhluk ciptaanNya. Ingat kembali tujuan kita hidup untuk apa.
  • Hidup sederhana sesuai kebutuhan, tidak mengikuti lifestyle semata apalagi karena terjebak sosial media.

“Perlu diingat bahwa dimanapun kita berada, Allah akan senantiasa mengawasi gerak gerik kehidupan kita baik dunia nyata maupun dunia maya.”

***

Alhamdulillah semoga kajian ini bisa menjadi reminder buat kita semua dan bagi saya pribadi khususnya. #NotetoMySelf istilah kerennya di media sosial 😀 Harapannya adalah semoga teman-teman juga dapat mengambil manfaatnya terutama yang tidak bisa jauh dari paparan media sosial di dalam kegiatan sehari-hari.

:: 28 Agustus 2016 ::

2 comments

  1. Lumayan buat pengingat biar tidak kebablasan dan tetap sesuai norma. Hanya saja, perlu dipahami bahwa banyak sekali manfaat dari sosmed. Mencari ilmu, mencari informasi yang cepat, murah, dan akurat. Hanya diperlukan sedikit ‘kecerdasan’ digital agar tidak terpapar pengaruh buruk sosmed. Sebenarnya sosmed itu netral. Yang masalah itu di orang-orangnya. Sejumlah orang bisa sukses dan berdakwah dengan sosmed. Bahkan Kang Emil bisa jadi Walikota karena kepopuleran di media sosial.

    So, mari kita cerdas bersosmed. Nice sharing Miranti.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s