Menjadi Rekor Tertinggi Dunia, Ada Apa di Perpustakaan Nasional RI?

perpustakaan nasional

Beberapa waktu lalu saya dan Ry berkunjung ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang berada di kawasan Medan Merdeka Selatan Jakarta. Bukan merupakan kali pertama karena belum lama ini kami menghadiri Festival Dongeng Indonesia 2017 yang juga diselenggarakan di Perpusnas pada 4-5 November lalu.

Singkat cerita tibalah kami disini.


Perpustakaan Nasional yang diresmikan oleh Presiden Jokowi pada September 2017 lalu memiliki 24 lantai, hal ini yang kemudian resmi menjadikannya gedung perpustakaan tertinggi se dunia. Keren..

Sebelum memasuki gedung baru Perpusnas, semua pengunjung wajib melalui pintu masuk gedung lama yang terdapat di depan gedung Perpusnas. Gedung lama ini dikenal dengan nama Galeri Nasional.

Disini pengunjung dapat melihat berbagai macam koleksi kesejarahan antara lain dokumentasi peristiwa dari jaman dahulu hingga kini, koleksi benda antik hingga lukisan kontemporer lengkap dengan cerita peristiwa.

sepeda pustaka

hall gedung Perpus lama

Jika sudah melewati Galeri Nasional hingga ke pintu keluar barulah pengunjung akan melihat bangunan tinggi menjulang yang dinamakan Perpustakaan Nasional.

Satu hal yang menarik perhatian saat memasuki gedung ini adalah sebuah rak besar yang memiliki ketinggian sejumlah lantai dari bangunan, yaitu 24 lantai.

tampak depan gedung perpusnas baru
rak buku setinggi 24 lantai

Di lantai 1 memang terkesan agak kosong namun tetap ada yang menarik perhatian yaitu sejumlah lukisan Presiden RI dari jaman Ir. Soekarno hingga Joko Widodo yang disusun secara berderet

Well, tujuan utama kami adalah ruang koleksi anak yang berada di lantai 7 sehingga kami langsung menuju lift yang berada di bagian tengah sebelah kanan dari lantai ini.

Jika pengunjung belum mengetahui apa saja isi dari 24 lantainya, tenang bisa dilihat summary nya disini 😀

Direktori Gedung Perpusnas

DSC_1391

Selain adanya layanan khusus koleksi anak, di lantai 7 juga terdapat layanan untuk lansia dan disabilitas.

Saat memasuki layanan koleksi anak, pengunjung yang datang wajib menaruh barang bawaannya di loker yang sudah disediakan, serta dilarang makan dan minum selama berada di dalam ruangan.

loker warna warni

Kebetulan waktu kami datang sedang sepi pengunjung. Menurut petugas yang berjaga pada saat itu, tempat ini ramai pada akhir pekan.

Awalnya saya punya ekspektasi yang tinggi saat masuk kesini “pasti banyak banget koleksi bukunya, namanya juga perpus nasional” tapi ternyata meleset karena tidak sebanyak yang dibayangkan, hehe..

Oh ya, sebelumnya ruangan ini dipenuhi dengan berbagai macam mainan anak. Namun berdasarkan info petugas, semua mainan ditarik karena anak-anak lebih tertarik untuk bermain ketimbang duduk manis membaca buku. Jadilah mainan yang tersisa di ruangan ini hanya congklak, Hihi..

Karena Ry masih getol dengan segala hal yang berbau transportasi akhirnya saya minta tolong kepada petugas untuk dicarikan buku dengan tema tersebut.

perpustakaan nasional 2

transportasi? dijamin betaaahhh bacanya

Di dalam juga terdapat panggung untuk acara. Fasilitas ini bebas digunakan melalui perijinan dengan pihak Perpusnas terlebih dahulu. Untuk info lebih lanjut bisa menanyakan langsung ke petugas di lantai 2 (bagian Informasi Pelayanan).

Yuk ah bikin acara Teman Main disini 😉

Selain memiliki ruang baca indoor yang nyaman, layanan anak juga dilengkapi dengan area outdoor yang tidak kalah seru. Dijamin aktivitas membaca buku terasa lebih asik sambil menikmati pemandangan ibukota dari ketinggian 🙂

DSC_1436.JPG

Tapi eh tapi kami tetap memilih indoor sih hehe! (mager mode) dan berhubung ruangan disini menggemaskan plus asik buat foto-foto, mari kita mainkan selftimer for one more time ya Ry! 😀

DSC_1461

DSC_1455

DSC_1446

DSC_1452

Khusus untuk fasilitas toilet di lantai 7 tersedia kids friendly closet alias kloset buang air khusus anak-anak. Jadi pengunjung anak pun bisa mandiri pergi ke toilet sendiri tanpa ditemani orangtua. Sayang washtafel-nya masih settingan dewasa 🙂

DSC_1431

DSC_1430

DSC_1429

Sebelum pulang saya sempatkan untuk membuat kartu anggota Perpusnas yang berada di lantai 2, tepatnya di Pusat Layanan Keanggotaan.

Untuk membuat kartu anggota ini pengunjung tidak dikenakan biaya sama sekali alias gratis. Dan kabar baiknya tanpa perlu menunggu lama karena instan langsung jadi 🙂

DSC_1496

pendaftaran anggota perpusnas
Pusat Layanan Keanggotaan

Tahapan membuat Kartu Anggota Perpustakaan Nasional :

  1. Input data diri sesuai KTP pada komputer yang tersedia. Jangan khawatir antri karena komputer disini baaanyak!
  2. Setelah data selesai diinput, mesin kecil disamping komputer akan mencetak nomor antrian guna melakukan pass photo di counter.
  3. Tunggu hingga nomor antrian dipanggil (tertera juga di layar TV).
  4. Petugas akan mengambil gambar (foto) kemudian langsung mencetak kartu anggota.
  5. Dan voila, kartu anggota sudah jadi dan berlaku hingga 10 tahun nanti! Yippiyy..

PS : Jangan harap hasil foto bisa dilihat sebelum dicetak yah 😛

IMG_20171116_152530.jpg

DSC_1492

DSC_1489
komputer & mesin cetak antrian
IMG_20171117_171327
berlaku hingga 2027

Oh ya, karena antrian pembuatan kartu cukup panjang, untuk mengusir kebosanan kamu bisa main atau duduk santai di teras depannya. Lumayan killing time sekitar 1 jam untuk menunggu panggilan. Buat yang datang weekend siap-siap lebih lama lagi, hehe..

DSC_1497

DSC_1500

Gimana bangga kan Indonesia punya Perpustakaan Tertinggi sedunia? Saya sih yes!

Yuk budayakan masyarakat gemar membaca. Ajak anggota keluarga mengisi waktu liburan atau akhir pekan dengan berkunjung ke perpustakaan, selain menyenangkan juga menambah pengetahuan. Asik kan? 🙂

jam layanan perpustakaan nasional

***

Jam Operasional :
Senin-Jumat jam 08.30-16.00
Sabtu jam 09.00-16.00

Alamat :
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11 Jakarta Pusat

Call Center : 0800 1 737787

Layanan SMS : 0812 9000 0880

http://www.perpusnas.go.id

:: 16 November 2017 ::

14 comments

  1. Yeayyy! Aku juga udah ke sini. Suka banget. Bukunya memang belum rapih semua karena masih proses pindahan ternyata, Mbak. Makanya dirasa agak kurang. Semoga akan terus bertambah. Aku betah dan nagih ke perpustakaan nasional ini.

    Like

  2. Sayang banget yaa..kalau mainan anaknya pada ditarik.
    Padahal anak kan memang suka bermain..bisa jadi daya tarik sebenarnya.
    Tapi aku suka banget reviewnya teh Miranti, selalu dihiasi dengan foto yang apik. Dan mengagetkan kalau ini pakai self-timer. Kirain di fotoin sama Ayah Ry.
    Kereeen….
    ((aku juga ke perpusnas, tapi via digital. Hahhahaa…koleksinya memang lumayan banyak. Sukkaa banget)…)

    Like

  3. Waaahhh pengen ajak anak2 ke sana. Kapan hari ngajakinj ke perpus yang di TIM sayang bagian outdoor playardnya tutup.
    Sayangnay minggu sama gak buka ya mbak hehe 😛
    Mau ajak anak2 ke sana ah dan bikin kartunya jg TFS

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s