Proses Pembuatan Akta Kelahiran

26 Januari 2016

Saya dan suami bisa dibilang kurang respect dengan orang-orang di jajaran birokrasi pemerintahan. Honestly kami sama-sama ‘malas’ berurusan dengan mereka. Sorry to say pengalaman yang sudah-sudah (biasanya) ada aja makan ati nya 😦

Ceritanya kami mau buat akta kelahiran Riyadh di Tangerang. Telat banget memang, Riyadh sekarang usia nya 16 bulan πŸ˜€ Setelah tanya Mr. Google persyaratan yang harus dilengkapi maka bergeraklah kami untuk mengurusnya satu per satu.

image

image

Persyaratan Akta Kelahiran :
β€’ KTP Orangtua, Pelapor dan Saksi (fotocopy)
β€’ Kartu Keluarga – yang tertera nama si calon (fotocopy)
β€’ Surat Nikah atau Akta Perkawinan (fotocopy legalisir)
β€’ Surat Keterangan Lahir dari RS atau klinik (asli)
β€’ Surat Pengantar Kelahiran dari Kelurahan (asli)

Day 1 : Kantor Kelurahan

Bersyukur Kartu Keluarga (KK) sudah dibuat sejak beberapa hari Riyadh lahir saat pengurusan BPJS Kesehatan. Jadi selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat surat pengantar kelahiran di kelurahan.

Saat itu sudah menunjukkan jam 13.35 WIB. Karena sepi tidak ada antrian maka saya langsung menuju loket sementara mas suami dan sholeh junior duduk di ruang tunggu.

Setelah menjelaskan tujuan kedatangan dan memberikan berkas, si bapak petugas bilang “Sebentar ya bu nanti kami cek, mau makan siang dulu” Saya langsung cek jam tangan dan kaget (sedikit) ternyata pukul 2 kurang! Saya pun duduk sambil lihat jam dinding kelurahan yang menunjukkan pukul.. 1 kurang! ‘Kok bisa??’ Ya bisa laahh pemerintah Indonesia (apa di Tangerang aja πŸ˜› ) ‘Nggak protes?’ Nggak lah buang-buang energi.. Inget kalau berurusan dengan pemerintah siap-siap makan ati! Enjoy πŸ˜›

image

Sembari nunggu si petugas menikmati makan siangnya, kami ngobrol-ngobrol dengan pengunjung lain yang datang sejak jam setengah 1 (waktu sesungguhnya). “Disini memang begini bu, suka seenaknya ganti jam” Hmm.. Noted!

Sebelum pulang sengaja saya tanya, “Ada biayanya pak?” (padahal dalam hati udah ketebak) ~ “Yaa seikhlasnya aja, bu” dan saya setor sepuluh rebu saja πŸ˜› Sambil jalan pulang mas suami cuma bilang “Kamu nanti tulis di blog ya, aku tulis di website pemerintah Kota Tangerang dalam kolom keluhan” πŸ˜›

27 Januari 2016

Day 2 : Kantor Urusan Agama (KUA)

Berkas yang sudah dibundle oleh si petugas kelurahan saya serahkan ke petugas KUA untuk distempel pada bagian copy buku nikah. Disini kami tidak menunggu lama. Hanya stempel legalisir ‘Sesuai dengan Asli’ (padahal buku aslinya nggak saya bawa πŸ˜› ) dan si petugas minta 1 set copy nya untuk mereka simpan. Dan seperti biasa pertanyaan standar “Makasi bu, ada biayanya?” ~ “Seikhlasnya aja, bu” 1 lembar sepuluh ribu lagi keluar dari dompet saya. Semoga saya ikhlas beneran ya πŸ˜›

Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil

image

Masih di hari yang sama, kami lanjut ke Kantor Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil. Sampai disana sudah jam 11.45 WIB dan ternyata menggunakan sistem nomor antrian elektronik yang ditutup hanya sampai jam 11.00 WIB 😦

Dalam rangka usaha, saya dekati Pak security yang berdiri dekat mesin itu. “Saya mau urus akta lahir anak, udah tutup nomor antriannya ya pak?” ~ “Iya, bu” ~ “Makasi Pak..” Kami balik badan kembali ke parkiran. Tapi tidak berapa lama Pak security itu mendekati kami “Bu, sebentar..” “Ini saya punya nomor antrian nggak kepake, Ibu dateng lagi aja jam 1 setelah makan siang” Alhamdulillah.. Tanpa basa basi saya ambil dan mengucapkan terima kasih πŸ™‚

Sesuai info yang diberikan, kami akhirnya kembali jam 1 siang usai sholat dan makan siang. Kebetulan Pak security masih standby ditempat yang sama dan langsung menghampiri saya, “Bu, ini nomor antrian sudah lewat, ibu bisa taro berkas di loket 3 nanti dipanggil sama petugas” Siap, laksanakan! Berasa ada titisan penyelamat yang mempermulus jalan πŸ˜›

Benar aja tidak berapa lama kemudian nama saya dipanggil untuk cek kelengkapan berkas yang ternyata ada aja kurangnya. Jadi di dalam Formulir Pengajuan Akta Kelahiran ada 3 KTP yang dibutuhkan. KTP saya sebagai ibu dari anak dan si pelapor, KTP suami sebagai ayah dari anak dan KTP saksi. Saksi harus selain orang yang tertera di Kartu Keluarga.

Sambil ngobrol-ngobrol si petugas bilang, “Coba tanya security bu, dia banyak nyimpen copy KTP, biasa dimintain tolong sebagai saksi” Ooh gitu, baru tau.. Oke siip. Meluncur lagi saya mendekati Pak security yang sudah lumayan tua itu. Dan benar aja tanpa ba-bi-bu Pak security sudah paham apa yang saya maksud sambil mengeluarkan copy KTP dari kantongnya πŸ˜€

Tapi bukan berkas itu yang kurangnya πŸ˜› Karena KTP saya masih format lama belum e-KTP/KTP-el/KTP elektronik, maka saya harus buat dulu KTP baru atau minimal melampirkan ‘Surat Keterangan dalam Proses Pembuatan KTP-el’. Ribet ya? Banget.

28 Januari 2016

Day 3 : Kantor Kecamatan

Jam 9 pagi kami sudah parkir di kantor kecamatan dan langsung menuju meja pelayanan karena tidak ada nomor antrian. Setelah dijelaskan maksud dan tujuan akhirnya saya diberikan nomor antrian untuk melakukan rekam biodata pembuatan KTP baru. Sekitar jam 10.10 WIB giliran saya masuk ruangan. Petugas di dalam menanyakan beberapa data yang belum lengkap seperti golongan darah dan pekerjaan saat ini. Kemudian dilakukan pass photo, rekam sidik jari dan kedua bola mata serta tanda tangan di media khusus (seperti waktu buat SIM).

Setelah semuanya selesai, saya diminta untuk foto copy berkas ‘Biodata’ yang sudah di print sebelumnya oleh petugas tadi. Biodata tersebut sebagai lampiran pengajuan ‘Surat Keterangan dalam Proses Pembuatan KTP-el’ untuk diserahkan kepada petugas di area depan.

Dan ada saja hambatannya, si petugas area depan bilang : “Pak Camat sedang tidak ditempat jadi surat baru bisa diambil besok” Sabar.. Sabar.. Sedangkan kami harus kembali ke Bandung malam ini juga. “Saya bukan cuma untuk keperluan akta lahir aja Pak, tapi juga urusan BPJS Jamsostek” ~ “Nggak ada care taker ?” ~ “Wakil Camat ?!” (Saya tembak sejadi-jadinya) ~ Pertanyaan saya dijawab dengan “Iya bu, coba dulu aja urus pake Biodata itu” ~ “Kok coba-coba, saya butuh hari ini lho” *elus dada* Inget rules di awal : Urusan sama Pemerintah itu Ujung-Ujungnya Makan Hati 😦

Kami langsung meluncur ke kantor capil alias catatan sipil karena nomor antrian ditutup jam 11. Alhamdulillah kami sampai tepat waktu. Saya dapat nomor antrian 129 dan sempat ada bapak yang duduk disebelah menawarkan nomor 99 karena cancel mau segera ke kantor. Lumayan maju sedikit. Nomor saya kebagian setelah jam makan siang.

image

Saat nomor saya dipanggil, kali ini bukan petugas kemarin yang melayani. “Bu, ini kita tidak terima Biodata, perlunya Surat Keterangan Pembuatan e-KTP” begitu kalimat ketus pertama yang keluar dari mulutnya. Iya ketus alias judes a.k.a jutek. Saya pun menjawab dengan lantang (bukan ketus ya!) “Camatnya tidak ditempat, petugas disana bilang pake ini cukup” ~ “Saya nggak mau tau, konfirmasi aja langsung ke Kantor Kecamatan Cibodas” Jadi saya yang sengit πŸ˜›

Si mbak petugas itu mengecek berkas sambil ngedumel, sedangkan saya tetap santai mainin handphone sambil foto-fotoin sekitaran mereka. Batin saya buat bukti sekiranya dibutuhkan nanti πŸ˜› Selang beberapa saat bapak petugas yang mengecek kemarin (yang sedari tadi duduk disampingnya) akhirnya mengambil alih berkas. “Iya Kecamatan Cibodas mah emang begini”. Cuma itu komentarnya. Setelah cek sebentar akhirnya bapak petugas meng-acc berkas tersebut. Memang ya beda petugas beda juga pelayanannya πŸ˜›

Saya menuju kasir untuk membayar denda keterlambatan pembuatan (diatas 6 bulan sejak anak lahir) Rp. 50,000. Di kuitansi tertera tanggal pengambilan yang tertulis 10 Februari 2016. Alhamdulillah selesai sudah perjuangan 3 hari berturut-turut ini demi selembar kertas Akta Kelahiran πŸ˜€

Alamat Kantor Pencatatan Sipil Kota Tangerang

Jl. Perintis Kemerdekaan No. 1
Kota Tangerang

Jam Operasional

β€’ Ambil tiket : Jam 07.30-11.00 WIB
β€’ Loket Pelayanan : Jam 07.30-15.00 WIB

http://www.ceritakeluarga.wordpress.com

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s