Kulwap with Kiki Barkiah

RESUME BINCANG SERU (BIRU)

Islamic Parenting Community

👩🏻 Ibu Tangguh Pantang Mengeluh, Ibu Tangguh Bersungguh-sungguh 💪🏼

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👤Narasumber : Kiki Barkiah
🏠 IPC 9
👫 PJ Management : Riesya Utami
📝Admin : Dwi Mustika Handayani
👥Host : Dwi Fitriyani – Jakarta
📣Co-Host : Elissa Kurnia D – Palu
📣MC IPC #6 : Mardhiah Elza Prasanty – Balikpapan
📣MC IPC #7 : Nunky Normahsari – Jakarta
📣MC IPC #8 : Lisye Agustiandini – Bandung
📣MC IPC #10 : Yustika Hidayanti – Bogor
📆Tanggal Diskusi : Jumat, 18 Desember 2015
⌚ Waktu Diskusi : 15.30 – 17.00 WIB

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👤 Profil Narasumber

Kiki Barkiah adalah seorang ibu homeschooler dari 5 orang anak, yang hidup merantau ke negeri Paman Sam, sangat suka menggali hikmah dan berbagi kisah. Lulus kuliah dari Teknik Elektro ITB dgn menyandang predikat ibu dari 2 anak membuatnya bersemangat belajar dalam dunia pengasuhan anak. Sesuatu yang ia butuhkan sebagai ibu sekaligus mahasiswa yang tidak ia dapatkan di bangku kuliah. Perenungan, hasil belajar dan jatuh bangunnya sebagai orangtua justru membuatnya semangat menuliskan perasaan dan pengalamannya dalam akun sosial medianya. Karena dorongan lebih dari 30.000 follower di sosmed,  akhirnya ia membukukan kumpulan status sosial medianya dan berencana mengarang lbh banyak lagi buku.

Sumber: Buku “5 Guru Kecilku” (Kiki Barkiah)

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
 
👩🏻 Ibu Tangguh Pantang Mengeluh, Ibu Tangguh Bersungguh-sungguh 💪🏼

Ibu tangguh…
Pantang mengeluh!!
Ibu tangguh….
Bersungguh-sungguh!!

Agar Dirimu Menjadi IBU TANGGUH

By.Kiki Barkiah (Muwajjih Rumah Dakwah Indonesia)

I – ingatlah bahwa kontrak amanah kita sebagai seorang ibu adalah kepada Allah, bukan kepada suami, atau kepada anak. Baik atau tidaknya sikap suami, lapang atau tidak lapangnya nafkah suami, dukung atau tidak dukungnya suami, bantu atau tidak bantunya suami, tidak akan mempengaruhi persembahan terbaik kita dalam menjalankan amanah kita sebagai seorang ibu. Begitu juga kepada anak, apapun kekurangan dan kelebihan yang dimiliki anak, tidak akan mempengaruhi kasih sayang dan persembahan terbaik pengasuhan kita kepada mereka.

B-Berbagilah segala keluh kesah dan perasaanmu kepada Allah. Hanya Allah yang paling tau hasil akhir dari segala cerita yang kita jalani. Hanya Allah pula yang paling tau jalan pemecahan termudah dari setiap permasalahan yang kita hadapi. Hanya Allah pula yang mampu melipatkgandakan kemampuan, kekuatan, dan kesabaran kita dalam menjalani setiap permasalahan kehidupan. Hanya Allah pula yang mampu memberi sebaik-baik petunjuk bagi kita.

U-utamakanlah pandangan Allah meski penduduk langit dan bumi dapat memiliki dari sudut pandang yang berbeda terhadap sesuatu yang kita yakini. Pastikan bahwa keyakinan yang kita miliki adalah bentuk penghambaan kita kepada Allah serta sejalan dengan nilai-nilai yang telah digatiskan syariah.

T- Tentukan target-target hidup yang disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan dan keadaan, bukan sekedar ego dan ambisi pribadi. Ketangguhan bukan berarti memaksakan diri terhadap apa-apa yang belum memungkinkan untuk kita capai saat itu. Ketangguhan adalah keistiqomahan kita mencapai target-target yang bertahap dalam sebuah proses panjang meraih tujuan akhir kehidupan yang terkadang memiliki perbedaan tingkat pencapaian dalam setiap tahapnya.

A-Alokasikan waktu untuk mempertebal kapasitas ketangguhan diri. Baik dari sisi  kebutuhan tambahan ilmu, penyucian kembali jiwa, maupun penyegaran kembali raga. Ketangguhan sangat ditentukan oleh kebijaksanaan mengelola dan menambah asupan energi yang kita perlukan. Bagaimana energi tersebut dapat kita atur sedemikian hingga dapat mengantar kita sampai titik akhir tujuan.

N- Nasihat menasihati dalam hal kesabaran dan kebenaran adalah sesuatu yang senantiasa kita butuhkan untuk terus mempertahankan ketangguhan diri. Karena kualitas iman naik turun, semangat diri terkadang menguat dan melemah. Maka nasihat yang terus menerus meski dengan tema yang berulang adalah sebuah kebutuhan bagi mereka yang ingin memiliki ketangguhan diri.

G- gangguan, hambatan, dan tantangan, adalah bentuk kasih sayang Allah untuk membuat kita melipatgandakan kemampuan diri, mendobrak kapasitas diri yang selama ini belum kita sadari dan meraih derajat yang lebih tinggi. Maka nikmatilah kasih sayang Allah ini, sambil terus berusaha membuktikan kepada Allah bahwa kita adalah hambaNya yang layak untuk dipilih mendapat kebaikan dan perbaikan.

G- galau, gelisah, ragu, khawatir dan cemas berlebihan, serta perasaan ingin menyerah adalah sekian cara syeitan untuk.menggalkan manusia meraih cita-cita kebaikan. Segeralah menuju Allah dengan banyak mengingat-Nya agar hati kita kembali tenang. Ingatlah cita-cita akhir yang telah kita pancangkan dan sadarilah bahwa istirahat sebenelar-benarnya hanyalah di Surga

U- Unggul sendiri seringkali membuat kita mudah runtuh. Karena kerapuhan-kerapuhan dari orang-orang sekitar kita akan menularkan kerapuhan kepada kita. Maka selain meningkatkan ketangguhan diri, kita perlu membantu meningkatkan ketagguhan orang-orang disekitar kita. Ketangguhan bersama akan membangun ikatan yang saling menguatkan dan semakin memperkuat.

H- Hargailah diri kita dan setiap pencapaian yang kita raih sekecil apapun itu. Bagaimana kita berharap orang lain akan menghargai diri kita jika kita tidak menghargai diri kita. Sadarilah bahwa kita adalah manusia biasa yang bisa lelah dan salah. Bangkit dan teruslah maju walau selangkah demi selangkah. Karena berhenti berbuat kebaikan dan melakukan perbaikan adalah sebuah kehinaan.

Ibu tangguh….
Pantang mengeluh!!!
Ibu tangguh….
Bersungguh-sungguh!!!

Batujajar, Jawa Barat.

Dari seorang ibu yang berusaha untuk tetap tangguh dan mempertangguh diri

Semoga Bermanfaat 🙂

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

❔Sesi Tanya Jawab

1⃣ Assalamu’alaikum mba kiki, saya sudah baca bukunya dan memotivasi sekali.. Tapi sebagai manusia kadang tak luput dr rasa amarah, seperti mbak kiki kalo marah berisghfar dan mengepalkan genggaman, saya masih suka terlontar kepada anak saya Hatta (21 bulan), sebenarnya saya membebaskan jika dia mau bermain hingga berantakan, tapi kadangkala saat tidak mood suka terucap rasa kesal itu..bagaimana cara memperbaikinya dihadapan anak yang sudah terlanjur merekam kekesalan yang terlontar? Sedangkan anak adalah plagiat sejati…
Eti_balikpapan_IPC8

Jawab:

Dari Abu Dzar, Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman, Mu’az bin Jabal radhiallahuanhuma dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam beliau bersabda : “Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik “ H.R Ahmad dan Tirmidzi,
Sudah kini fokus pada memperbaiki diri dengan memperbanyak kasih sayang, belaian, pelukan. Lalu ubah mindset kita dalam hal berantakan. Apalagi yang dilakukan oleh anak 21 bulan✅

2⃣ Teh kibar bagaimana cara teteh membagi waktu buat semua apalagi punya balita?? Mohon diperinci dari pagi hingga pagi lagi. Jazakillah…
Puji_tangerang_ipc9

Jawab:

Tidak bergerak kecuali untuk hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah, tidak pernah melakukan hanya satu pekerjaan dalam satu waktu. Berusaha menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat bahkan meminimalisir hal yang bersifat mubah, kecuali rekreasi dalam hal menyambung silaturrahim ✅

3⃣Assalamu’alaikum. Saya ibu dari 1 orang anak laki2, bagaimana cara meredam emosi kepada anak ketika iman sedang futur?
Eka_Jakarta_IPC8

Jawab:

Marah bukan berarti tidak sayang, sayang bukan berarti tidak marah. Namun terlalu sering marah-marah dengan alasan sayang atau tidak pernah marah dengan alasan sayang bukanlah sebuah sikap yang bijaksana. Pertanyaannya, karena alasan seperti apa kita layak marah, kepada siapa kita pantas marah, dan dengan wujud seperti apa kita sebaiknya mengeskpresikan kemarahan

Islam sangat mengakui adanya emosi marah dalam diri manusia. Sebaimana disebutkan dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 134
“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
Namun islam sangat menganjurkan pentingnya menahan amarah bahkan menempatkannya sebagai salah satu ciri orang yang beriman.
Bagaimana tuntunan Islam dalam mengendalikan emosi Marah. Berikut beberapa hadist yang berkaitan dengan cara kita mengendalikan marah:

1. Membaca taawudz
Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang. (HR. Bukhari dan Muslim) . Rasulullah SAW bersabda, “Ajarilah, permudahlah, dan jangan menyusahkan. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.” (HR Ahmad)
2. Mengubah posisi tubuh
Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur. (HR. Ahmad 21348, Abu Daud 4782 dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).
3. Mengingat keutamaan mengendalikan amarah
“Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud, Turmudzi, dan dihasankan Al-Albani)
4. Berwudhu
Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu. (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784)
5. Bersujud
Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud).” (HR Tirmidzi)

👆dikutip dari artikel saya yang berjudul marah oh marah ✅

4⃣Assalamualaikum mba kiki, terimakasih sudah memberikan inspirasi kepada kami semua, terutama saya. Malu rasanya kalau saya yang baru memiliki satu anak tapi banyak sekali mengeluh capai, lelah, dll. Mba kiki, kalau menurut teori sih Insya Allah saya paham, tapi kok soal prakteknya susah sudah gampang ya mba , terutama soal mengatur marah dan emosi. Saya bukan orang yang emosian, tapi anehnya setelah punya anak kalau sudah lelah fisik terkadang jadi berimbas ke semuanya. Apalagi ke suami. Sering istighfar tapi sering juga diulangi 😭 dan terkadang kalau semua aktifitas sudah selesai saya jadi suka merasa jadi ibu sekaligus istri yang jahat karena tidak bisa mengatur emosi. Apa yang harus saya lakukan ya mba kiki? Terimakasih jawabannya
Melisya_bali_ipc9

Jawab:

Kenali penyebab ketidaksabaran yang terjadi dalam rumah tangga kita, diantaranya:

Idetifikasi Penyebab Ketidaksabaran (Diisi saat seminar berlangsung)
Tidak Sadar Amanah
Tidak Sadar Perintah
Menganggap Anak Sebagai Beban
Hubungan pasutri tidak harmonis
Beban dalam pekerjaan
Tengah mengalami kehimpitan
Minim ilmu pengasuhan anak
Tidak memiliki kesamaan visi dengan lingkungan
Mengalami kelelahan
Kegiatan tidak teratur
Tergejar tenggat waktu
Cuaca lingkungan tidak nyaman
Lingkungan padat

Biasanya kalau sdh tau dimana masalahnya, diatasi sumbernya, dihindari pemicunya, insya Allah berkurang marah-marahnya

Tambahan:
ingatlah bahwa kesabaran adalah karunia dari Allah maka mintalah kesabaran itu kepada Allah
“Apa saja kebaikan – yakni harta – yang ada di sisiku, maka tidak sekali-kali akan kusimpan sehingga tidak kuberikan padamu semua, karena sudah habis, maka tidak ada yang dapat diberikan. Barangsiapa yang menjaga diri – dari meminta-minta pada orang lain, maka akan diberi rezeki kepuasan oleh Allah dan barangsiapa yang merasa dirinya cukup maka akan diberi kekayaan oleh Allah – kaya hati dan jiwa – dan barangsiapa yang berusaha berlaku sabar maka akan dikarunia kesabaran oleh Allah. Tiada seorangpun yang dikaruniai suatu pemberian yang lebih baik serta lebih luas kegunaannya – daripada karunia kesabaran itu.”(Muttafaq ‘alaih).✅

5⃣ Assalamualaykum teh Kiki. Bagaimana awalnya memutuskan untuk melaksanakan homeschooling untuk buah hati? Lalu bagaimana tips teh Kiki menjaga perputaran roda rumah tangga (sekaligus homeschoolnya) ketika ada sesuatu yang tidak berjalan lancar, seperti anak sakit, atau tidak mau makan. Bahkan ketika kita sendiri sebagai ibu sedang tidak sehat?
Findy_Balikpapan_IPC7

Jawab:

“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuz).. (Ar Ra’d, 13: 39)

Maka Allah pun akan membuat keadaan agar manusia dimudahkan sesuai dengan takdirnya masing masing. Awalnya homeschooling karena Ali tidak merasa cocok dengan sekolah masif, tidak terpenuhi kebutuhan belajarnya
Kalau ada yang membuat kondisi tidak ideal untuk melakukan honeschooling ya anggap aja kalo anak formal sekolah lagi ada kalender merah. Soalnya anak anak homeschooling hampir setiap detik nafas dikala mereka banyub. Walau bentuknya berupa dzikir, main, olahraga, atau jalan jalan.✅

6⃣Assalamu’alaykum Mbak, saya ingin bertanya
1. Bagaimana memasukkan peran serta ayah, jika kita terfokus pada kemampuan diri sendiri dalam mendidik dan membesarkan anak?
2. Bagaimana jika ayahnya tidak capable dalam proses pendidikan anak? Apakah harus kita ambil alih perannya, atau bagaimana? Terima kasih
Retta_Jakarta_IPC 10

Jawab:

“Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yanh sebaik-baiknya” Q.s at tin ayat 4

Sementara Allah dalam surat ad dzariyat ayat 56 memerintahkan manusi untuk beribadah. Jd bagainana mungkin Allah memerintahkan manusia untuk beribadah jika Allah tidak memberikan potensi untuk melaksanakan amanahnya

Tidak ada ayah yang tidak capable menjadi ayah kecuali dia enggan

Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At-Taubah: 105)

Kita itu diperintahkan Allah untuk terus berikhtiar yang terbaik, mendobrak diri kita, menembus batas kemampuan diri kita, menguras habis potensi yang Allah berikan pada kita

Saya percaya bahwa dalam lubuk hati yang paling dalam, tidak ada seorang ibupun yang benar benar menginginkan menjadi super mom atau super woman yang dapat melakukan segalanya dalam dunia pengasuhan anak. Kecuali bagi mereka yang tidak memiliki pilihan lain kecuali menjalankan pengasuhan sendirian.

Ibu jangan mau jadi supermom, kecuali ingin membiatkan suami kita tidak mampu menjawab di hari pertanggungjawaban. Ini tugas dakwah kita kepada suami jika kita ingin berkumpul dengan suami di surga

bn umar r.a berkata : saya telah mendengar rasulullah saw bersabda : setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya. (Bukhori, Muslim)

Lalu bagaimanakah kerjasama ayah dan ibu dalam dunia pengasuhan? Kerjasama akan kita bangun jika sebuah keluarga memiliki kesamaan visi serta memahami misi yang perlu dilakukan dalam meraih sebuah visi. Bagaimana mungkin kerjasama ayah dan ibu dapat dilakukan secara sinergi jika mereka tidak memahami hendak kemana nahkoda keluarga akan dibawa, serta anak-anak yang seperti apa yang ingin mereka hasilkan. Maka merumuskan tujuan pengasuhan menjadi langkah awal dalam membangun kerjasama para ayah dan ibu. Setelah tujuan pengasuhan disepakati, pembagian peran dan tugas dalam mencapai tujuan tersebut adalah unsur pembentuk utama dalam sebuah kerjasama. Tidak mungkin ada sebagian pihak yang sekedar menitipkan cita-cita sementara pihak lain yang melaksanakannya. Terlebih lagi jika pihak yang menitipkan cita-cita itu hanya berperan sebagai evaluator di hasil akhirnya. Karena membuat anak tidak dilakukan sendirian maka mengurus, membesarkan dan mendidiknya juga bukan pekerjaan sendirian.

Hendaknya pembagian peran ibu dan bapak dilakukan dengan mempertimbangkan kepribadian dan bakat diantara keduanya. Meskipun hanya bersifat membantu dan tidak menggugurkan kewajiban utama masing-masing. Apabila dalam mencapai tujuan pengasuhan tersebut para ayah dan ibu tidak memiliki kemampuan yang mumpuni sesuai dengan kepribadian dan bakatnya, maka pelibatan pihak lain dilakukan dalam pemenuhan kewajiban tersebut.

Menjadi orang tua bukan hanya perjalanan panjang dalam belajar dan terus belajar menyelesaikan masalah. Namun juga perjalanan mendobrak diri, menembus batas, melepas rantai gajah untuk melakukan yang sebelumnya tidak mampu dilakukan menjadi harus dilakukan dan bisa dilakukan lalu mahir melakukannya dan menjadi sepasang super parent.

Mari kita tentukan visi keluarga, pahami kewajiban kita masing-masing, bagi tugas sesuai dengan fungsi dan peran dengan mempertimbangkan kepribadian dan  bakat yang kita miliki, bantu yang bisa kiya bantu, lakukan yang bisa kita lakukan, libatkan pihak lain yang bisa membantu, dobrak diri untuk mampu melakukan yang sebelumnya tidak dapat kita lakukan, dan jadilah super parent!!

7⃣Bismillah, teh kiki ana belum menikah. Saya berasal dari keluarga pegawai negeri yang kebetulan berkecukupan alhamdulillah. Seiring berjalannya waktu ortu lebih fokus mengejar hal duniawi dari dunia akhirat. Ortu juga kurang begitu harmonis. Saya alhamdulillah sudah tarbiyah tapi dampaknya ketika mencari pasangan hidup seringkali kami berseberangan. Ortu terutama bapak juga mulai melarang saya belajar agama. Bagaimana menurut teteh saya harus bersikap?
Apa saja yang harus saya persiapkan? Jujur saya takut tidak bisa menjadi orang tua yang baik karena saya punya latar belakang ortu yang tidak harmonis.
Mega_Padang_IPC6

Jawab:

Mintalah kepada Allah apa apa yang tidak bisa kita minta pada manusia

Ingatlah bahwa Allah selalu dekat, Selalu siap setiap saat mendengar keluh kesah kita
“Dan Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka katakanlah sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang memohon apabila ia memohon kepadaKu. Maka hendaklah mereka memenuhi (panggilan/perintah)Ku, dan beriman kepadaKu agar mereka mendapat petunjuk (bimbingan)”. (Al-Baqarah: 186)

Ingatlah bahwa semua yang terjadi baik ataupun buruk adalah ketetapan Allah
“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu…”

(QS. Al Hadiid:22-23).

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu dalam kebaikan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari shahabat ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu)✅

8⃣Assalamu’alaikum teh kiki, perkenalkan nama saya dwi dari Serang. Terimakasih atas materi yang sudah di berikan pada kami teh. Jujur, ini salah satu cita – cita saya untuk bisa menjadi ibu yg tidak pernah mengeluh. Tapi, tidak bisa di pungkiri kalaubsetiap orang pasti pernah mengeluh. Saya berada di lingkungan yang membuat saya selalu mengeluh, sepertinya mengeluh pun jadi melekat pada diri saya. Dan membuat saya kesal, kenapa saya harus bertemu dengan orang2 seperti ini. Adakah rahasia bagaimana kita menghadapi orang2 tersebut, sehingga membuat kita selalu nyaman walaupun berada di dekat mereka? Menghindar pun kita tidak mungkin, menasihati pun takut di bilang “sok menasihati”. Jazakillah teh:) Dwi_serang_IPC 7

Jawab:

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Pertama jangan takut untuk memilih teman dekat, karena itu dianjurkan dalam islam.

Berbaur tapi tidak melebur, itu kuncinya. Sehingga tidak melebur bukan berarti tidak bersilaturrahim dan bersilaturrahim dengan berbaur bukan berarti harus melebur didalamnya

Jika kita punya kekuatan untik berdakwah, ambilah ladang amal itu. Jika belum mampu, prioritaskan untuk menjaga diri kita

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya [al-Mâidah/5:2]

Bertemu orang orang seperti itu, kalau belum sanggup berdakwah mungkin sekedar menyambung silaturrahim denga mengucapkan salam
Perbanyak saja kegiatan positif kita, sehingga mereka pun memahami kesibukan kita. Terus ikhtiar memberi teladan , juga menyampaikan jika memiliki kesempatan. Jangan lupa doakan secara diam diam sehingga doa yang sama malaikat berikan untuk kita
Allahualam ✅

9⃣Assalaamu’alaikum Teh Kiki..
Saya punya problem yang belum bisa saya atasi.. Semenjak abi mninggal
Hampir 1 bln ini adek saya *1,5th* jika nangis atau tantrum selalu triak “abii abiii abiii” sambil meronta” tidak karuan.. bagaimana yaa trik n tipsnya agar adek saya ini bisa sgera tenang dan tidak berteriak “abii abii abiii”. Durasi nangis ngamuk dia itu lebih panjang dr durasi nangis kala abi msh hidup😭
Diberi pengertian pun dia tidak merespon malah makin menjadi tangisannya
Sudah dicoba ketika dia begitu kami bacakan ayat” ru’yah, tapi belum brhasil
Jujur diri ini tak tega, tak sanggup menahan air mata jika demikian sikonnya setiap dia nangis
Pertanyaan lain, bagaimana cara memotivasi anak laki laki agar disiplin sholat 5 waktu berjama’ah di masjid?
Atas jawabannya saya ucapkan terimakasih jazaakunnalloohu khoir
Fidda_Cirebon_ipc9

Jawab:

😭😭
Saya bisa merasakan perasaan adek, karena anak anak saya juga jadi sering tantrum mencari bapaknya padahal hanya ditinghal LDR
Mintalah pada Allah apa apa yang tidak kita bisa minta pada manusia aja

Tapi kalau dari usianya 1.5 tahun harusnya masih bisa dialihkan teh
Belum bisa memang dikasih pengertian panjang panjang karena belum paham
Kalo mau kasih pengertian cuma bisa singkat padat dan jelas lalu fokus mengalihkan
Kalau tidak bisa dialihkan temani dulu saja menangis, hindarkan benda benda berbahaya disekitarnya, buat suasana yang nyaman dan tenang seperti menemani mereka nangis di kamar

Untuk memotivasi anak anak beribadah, dibusia 5 tahun sudah bisa diajak membaca buku. Bacakan buku buku yang memuat nilai keimanan
Kalau anak sudah terpaut hatinya untuk tunduk pada Allah, kita bisa lanjutkan dengan membacakan buku ttg keutamaan keutamaan ibadah
Terus istiqomah, tp jangan juga terlalu menuntut karena pembebanan shalat itu ada di usia 7 tahun dan diminta komitmennya di usia 10 tahun

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (Thaahaa: 132)
“Ajarilah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika mereka berusia sepuluh tahun (bila tidak mau shalat-pen)” (Shahih. Lihat Shahih Shahihil Jami’ karya Al-Albani).

Biasakan membangun kehidupan beragama dengan teladan dan pemahaman sehingga muncuk motivasi internal. Bukan dgn pemaksaan
Allahualam ✅

🔟Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Teh, langkah apa yang Teh kiki lakukan (selain ngadu sama Allaah) ketika lagi down sama suami dan anak-anak..
Dan apa step yang membuat ghirah menulis dan berbagi menjadi istiqomah
Jazaakillah khayr
Lintang_Jakarta_IPC 7

Jawab:

Menulis teh hahahah
Menulis bagi saya obat lelah, hiburan, sekaligus mengumpulkan semangat
Bahagia ketika bisa menambah ladang amal jariyah
Simple saja teh

Hidup ini hanya sebentar jadi kita berusaha mencari beragam.peluang berbuat kebaikan, karena amal baik itu belum tentu dinilai ibadah, maka tugas kita memperbanyak kemugkinan peluang terhiung sebagai ibadah

Tapi kalo anak anak lagi susah nurut….. lagi jauh dari harapan, ada ayat penghibur yang saya inget

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. [Al Qashash/28 : 56]

Jadi do your best aja✅

1⃣1⃣Naning_Tangerang Selatan_IPC10: Di era teknologi seperti ini, bagaimana trik teteh utk memanfaatkan kemajuan teknologi bagi anak2? Adakah tips yg bisa dibagi utk deal with balita dlm hal pemanfaatan teknologi? Bagaimana kita bisa tahu bahwa yang kita lakukan berada pada kuantitas yang layak bagi mereka?

Jawab:

Jadikan semua yang ada di muka bumi sebagai peluang ibadah. Pemanfaatkan muktimedia dan teknologi untuk menuntut ilmu itu masya Allah…. namun segala sesuatu yang berlebihan kan tidak baik, jd semua ada batasannya semua ada aturannya

Memproteksi gadget dengan memfilter situs yang bisa di akses, membuat password pengaman dalam setiap gadjet, mengatur jam akses aplikasi di handphone anak-anak, memasang stop watch saat anak-anak menggunkan multimedia hanyalah salah satu cara ikhtiar saja dalam mengatur penggunaan gadjet dalam keluarga. Jauh yang lebih penting dari itu, anak-anak harus mengerti mengapa kami memilih kehidupan dengan cara seperti ini. Jauh yang lebih penting dari itu, adalah bagaimana anak-anak bersedia patuh terhadal aturan main bersama serta perintah dari orang tuanya.

Saya hanya mengijinkan jenis games yang bersifat merancang atau mendesain pada jam multimedia yang bersifat hadiah.saya pun hanya mengijinkan film-film yang bernuansa islami, memiliki nilai moral atau menambah wawasan pengetahuan pada jam multimedia yang bersifat hadiah. saya menginvestasikan hartanya untuk membayar chanel-chanel dan akses ebook pengetahuan yang bisa digunakan pada jam bersantai keluarga.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

✨Jika Semua Untuk Allah✨
Karya Kiki Barkiah

Wahai hati……
Mengapa engkau harus begitu resah?
Kala manusia bersalah kaprah
Terhadap peranmu dalam berkiprah
Sementara takkan luput walau sebesar zarah
Semua terhitung dalam timbangan Allah

Biarlah…..
Tak perlu tenaga kau perah
Meramu kata apalagi berkilah
Demi membela diri yang tak salah
Biarlah….
Cukuplah satu dua kalimat pencerah
Membela dirimu dari lautan fitnah
Lalu serahkan semua pada Allah

Wahai hati……
Jika semua untuk Allah
Mengapa kini kau masih resah?

Wahai lisan…..
Mengapa engkau harus sibuk mengurai kata
Terhadap apa yang menjadi amalan nyata
Sementara takkan luput sezarahpun tercatat dalam kitabnya
Meski tiada satu makhlukpun mengetahuinya
Apalagi terdengar manis pujiannya

Biarlah….
Tak perlu lisan ini sibuk menyebutnya
Sementara pena telah menggores dalam kitab dikanannya
Tercatat sempurna tanpa luput satu aksara
Biarlah……
Takkan jadi lebih mulia
Saat terdengar menjadi berita
Kecuali keberkahannya menggerakkan manusia beramal nyata

Wahai lisan…..
Jika semua untuk Allah
Mengapa kau harus sibuk berkisah bercerita

Jika semua untuk Allah
Hati kan tetap bahagia
Meski manusia membencinya
Jika semua untuk Allah
Hati kan begitu rela
Meski berkorban harta dan jiwa
Jika semua untuk Allah
Hati kan selalu tenang
Meski yang dicintai melayang
Jika semua untuk Allah
Hati takkan kecewa
Meski tak kunjung tiba yang didamba
Jika semua untuk Allah
Hati kan begitu tangguh
Meski raga hampir rubuh
Jika semua untuk Allah
Hati penuh keyakinan
Meski ujian datang bergiliran
Jika semua untuk Allah
Hati kan selalu bersabar
Meski masalah semakin melebar

Percayalah……
Jika semua untuk Allah
Kelak bahagia kan menjadi buah

San Jose, California
Dari seorang hamba yang terus belajar mempersembahkan amalnya untuk Allah
Kiki Barkiah

Gak nyambung puisinya tapi hari ini lagi ingin mengingatkan puisi ini, karena lagi berusaha meluruskan niat untuk Allah

📚 Divisi Administrasi 📚

💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🙏 Islamic Parenting Community 🙏 〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🐥 twitter:
@isparentingcom

🌏 web : http://www.islamicparenting.net

***

Disclaimer :
Semua materi yang di posting sudah melalui persetujuan Founder atau PIC dari komunitas yang bersangkutan tanpa menghilangkan format asli termasuk header-footer.

http://www.jendelakeluarga.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s