Kumpulan Materi IPC 116-130

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/116
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 30 Mei 2016
📆 23 Sya’ban 1437
_______________________

📝 Tema : Islamic Knowledge

Inspiring Mom
(Ibu Harun Al Rasyid)

👣Ibu ibarat rahim peradaban. Dari rahim seorang ibu terlahir generasi baru dengan barbagai sifat dan perilaku. Ibu menjadi madrasah untuk mencetak generasi tersebut menjadi pemimpin-pemimpin di setiap masa. Peran seperti itulah yang tergambar dari kisah hidup Jurasyiyah binti ‘Atha, yang dijuluki Khaizuran. Ia berasal dari Yaman. Pada awalnya, Khaizuran adalah seorang budak milik al-Mahdi, khalifah ketiga bani Abbasiyah. Statusnya sebagai budak membawanya ke istana. Ia mengenal baik khalifah dan keluarganya serta sistem pemerintahan dan politiknya.Sebagai budak, Khaizuran juga memiliki kesempatan untuk menggali ilmu dari perpustakaan pribadi milik al-Mahdi. Ia datang ke majelis-majelis ilmu di Baghdad untuk memantapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Di sela waktunya, ia rajin menghafal Alquran.

👣Khaizuran tumbuh menjadi perempuan yang cerdas. Ia merupakan salah seorang penasihat pribadi al-Mahdi, baik sebelum maupun setelah diangkat menjadi khalifah. Ia sering hadir dalam rapat-rapat kenegaraan walau masih berstatus sebagai budak. Kedekatan al-Mahdi dan Khaizuran menimbulkan pro dan kontra. Ini juga membuat istri pertama al-Mahdi cemburu. Dalam kondisi seperti itu, al-Mahdi memilih untuk menikahi Khaizuran dan mengukuhkan posisinya sebagai ibu negara. Dari pernikahan dengan al-Mahdi, Khaizuran dikaruniai tiga orang anak. Dua anak laki-lakinya bernama Musa dan Harun. Anak perempuannya meninggal saat masih kecil.

👣Sebagai perempuan yang haus ilmu, Khaizuran selalu mendampingi kedua putranya menuntut ilmu. Ia menemani mereka di Madinah dan rela menderita. Ia menempuh perjalanan jauh, ikut belajar, dan jauh dari keluarga. Khaizuran sangat ambisius. Ia mendidik putra-putranya agar layak memangku jabatan khalifah. Dibalik sikap ambisiusnya, ia juga seorang yang ‘legawa. Ia tak keberatan jika ada sosok lain yang dipandang lebih mampu menjadi khalifah. Dengan keuletan, kepandaian, dan kemauan keras, ia berhasil mendidik anak-anaknya menjadi pemimpin.

👣Musa al-Hadi menjabat sebagai khalifah bani Abbasiyah hingga meninggal. Ia digantikan oleh Harun al-Rasyid, adiknya.

👣Harun diangkat menjadi khalifah pada September 786 M. Ketika itu, ia masih berusia 23 tahun. Harun menjadi pemimpin yang taat beragama, shalih, dermawan, dan hampir disamakan dengan Umar bin Abdul Azis dari bani Umayyah. Jabatan khalifah tak menghalanginya turun ke jalan pada malam hari untuk melihat kehidupan rakyatnya. Malam-malam bani Abbasiyah menjadi aman dan tertib dengan tingkat kejahatan yang minim. Seperti ibunya, Harun al-Rasyid adalah seorang pencinta ilmu. Ia mengangkat salah seorang gurunya, Yahya al-Barmaki, menjadi perdana menteri. Banyak nasihat dan anjuran kebaikan mengalir dari Yahya dan menjaga Harun dari penyimpangan agama Islam. Harun juga sangat memperhatikan nasib para ilmuwan dan budayawan. Mereka selalu dikumpulkan dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

👣Pada masa Harun al-Rasyid, masjid-masjid berkembang menjadi pusat kajian. Perguruan tinggi,madrasah, rumah sakit, hingga sarana kepentingan umum dibangun dengan baik. Di masa ini, tingkat kemakmuran hampir merata dan kesenjangan sosial menurun, sehingga sulit mencari objek distribusi zakat, infaq dan shodaqoh. Dengan sistem ini, Harun al-Rasyid membawa bani Abbasiyah mencapai puncak kejayaan. Ini tak lepas dari peran Khaizuran yang menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya.

Sumber:
🌍 http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/16/02/22/o2x7j1394-perjalanan-ibu-harun-al-rasyid-dari-budak-hingga-istana

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/117
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 1 Juni 2016
📆 25 Sya’ban 1437
_______________________

📝 Tema : Nutrition

Menu Sehat Sahur dan Berbuka Puasa

💧Saat berpuasa terkadang kita lupa mengontrol diri kita untuk menjaga pola makan, sehingga terkadang berbuka dengan sembarang makanan hanya untuk memenuhi nafsu akan dahaga kita setelah berpuasa seharian.

💧Kita harus memperhatikan gizi dan vitamin yang seimbang saat kita berbuka puasa dan sahur.

💧Ketika berbuka atau sahur dengan menu yang tidak teratur atau sembarangan akan banyak efek yang dirasakan saat menjalani puasa esok harinya, seperti badan menjadi lemas atau malah sering ngantuk saat berpuasa.

💧Menu berbuka dan sahur yang kurang sehat juga bisa memicu kadar kolestrol melonjak. Agar mampu menjaga tubuh tetap fit saat menjalani puasa, berikut ini beberapa tips menu sehat sahur dan berbuka puasa.

🍴Saat Sahur :

🍉 Utamakan mengkonsumsi makanan atau minuman yang banyak mengandung air , vitamin dan elektrolit yang artinya minum air putih, buah-buahan atau juga jus buah yang dihidangkan tanpa memakai gula atau air kelapa juga bisa anda konsumsi.
🍝 Pilihlah menu utama yang mempunyai zat karbohidrat kompleks seperti beberapa bahan berikut nasi merah, ubi, spageti, atau bubur kacang hijau dengan gula aren. Jenis menu ini lebih tahan lama dalam membuat gula di dalam tubuh stabil, sehingga akan semangat ketika menjalankan puasa esok harinya.
🍎 Konsumsi serat, baik dari sayur atau buah. Selain membersihkan usus, serat adalah sebagai sapu alami yang akan membantu menghilangkan sisa daging di sela-sela usus anda.
🧀 Pilihlah lemak sehat atau minyak yang bagus yang tidak digoreng, seperti minyak zaitun, minyak kelapa atau flaxseed oil.
☕ Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui.

🍴Saat Berbuka :

🍹Dahului dengan memakan makanan atau minuman yang manis dan manis nya pun harus manis alami seperti air kelapa, jus buah melon atau semangka dan buah-buahan lainnya. Hindari terlalu banyak memakan atau meminum minuman yang banyak mengandung gula putih karena akan membuat tubuh anda loyo dan memberi efek yang kurang baik untuk kesehatan.
☕ Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.
🍝 Makan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks juga sangat baik untuk tubuh anda karena akan menambah stamina dan tenaga.
🍶 Banyak meminum air putih saat berbuka puasa dan di malam harinya agar keesokannya akan merasa jauh lebih sehat.

Sumber:
🌍 http://www.sekedarinfo.com/menu-sehat-sahur-dan-berbuka-puasa/
🌍 http://aimi-asi.org/tips-menyusui-ketika-puasa/

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

 

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/118
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 3 Juni 2016
📆 27 Sya’ban 1437
_______________________

📝 Oleh : Sarra Risman
📝 Tema : Parenting

ORANG TUA *_”PEMADAM KEBAKARAN”_*

Beberapa hari yang lalu saya mendengar sebuah kajian di sbuah radio islam yang menjelaskan tentang bahayanya kita menjadi orangtua pemadam kebakaran.
Senang sekali mendengar parenting sudah di bahas oleh para asatidz di pelbagai media.Penjelasannya menarik sekali, dan saya merasa penting untuk hal ini diketahui oleh kita, para orangtua.

Sebagaimana namanya tugas pemadam kebakaran adalah memadamkan bila ada kebakaran, anak TK juga tau. Ketika api sudah mulai muncul, baru mereka datang, dengan bunyi _‘berisik’_, berlari-lari, terburu-buru, menyingkirkan orang lain, berkeringat, berjuang memadamkan api yang smakin lama semakin berkobar. Ketika tidak ada panggilan darurat, maka mereka ‘ongkang-ongkang kaki’ menunggu, tidak melakukan apa-apa. Menurut ustadz yang memberi wejangan di radio tersebut, begitulah umumnya yang di lakukan oleh orang tua. Ketika anak nakal, memukul, bertingkah laku negatif, berisik… maka orangtua datang, menasihati, terburu-buru, marah, mencoba menyelesaikan masalah yang ada dengan ‘semprotan’ yang berlebihan, asal ‘kebakaran’ padam.
Sedangkan kalau anak sedang menyenangkan, adem, akur, tenang.. tidak ada pujian sama sekali.

Kebiasaan ini membuat anak berpikir bahwa orangtuanya akan memberikan perhatian hanya bila anak bertingkah laku negatif. Ketika positif, tidak ada respon, karena sudah di anggap sewajarnya bertingkah laku begitu. Jadi kalau anak mau dirinya diperhatikan oleh orangtua mereka, mereka harus nakal dulu.. betingkah dulu, baru wajah ibu berpaling dari mesin cuci, panci kotor dan telpon yang benar-benar selaludi tangan itu.

Jadi anak harus di puji kalau akur? ya kalau nggak mau muji, minimal utarakan kesenangan hati anda atas perilakunya yang baik. Jangan cuma perilaku bandelnya aja yang diliat pake kaca pembesar. Saya, salah satu orang yang pelit memuji. Menurut saya pujian itu hanya dikasih ketika layak diberikan. Jadi daripada “wah.. anak mama hebat banget sudah mau ke dokter gigi”, saya menggunakan kata “Alhamdulillah.. sudah berani duduk sendiri pas tadi di tambal gigi nya. _Secara kalau ke dokter gigi aja hebat.. kalau dia bikin mobil yang bisa terbang nanti, saya mau bilang apa?_ Saya nggak ”eh..anak mama pinter deh.. makanannya di habisin” tapi “Alhamdulillah, makanannya habis, Kaizan tidak mubadzir” _Secara kalau ngabisin makan aja pinter.. kalau dia menang olimpiade fisika international, namanya apa?_ Jadi bukan “Gitu dong.. main ama kakak gak berantem-berantem. Keren deh anak mama” Tapi “Alhamdulillah,mama senang melihat anak mama main dengan akur, gitu terus ya nak“ 😘

Untuk saya, *_keren_* itu kalau dia bisa bertahan berjilbab diantara teman-temannya yang tidak. Bertahan untuk tidak merokok diantara teman-temannya yang mengajak dan merayunya, dan takut sama Allah walau saya tidak ada di dekatnya.

Anyway, balik lagi ke orangtua pemadam kebakaran, satu hal yang mau saya tambahkan dari paparan ustad tersebut yang belum ia masukkan ke dalam ‘mutiara nasihat’nya. Selama saya di Indonesia, saya tidak pernah mendapatkan edukasi dari orang pemadam kebakaran bagaimana untuk mencegah kebakaran. Bagaimana agar kompor tidak meledak, penjelasan akan dimana tempat aman untuk meletakkan lilin ketika lampu mati, bagaimana pertolongan pertama jika listrik korslet dan saklar mengeluarkan api.
Saya tidak pernah mendapatkan penjelasan tentang apa yang saya harus lakukan jika api sudah muncul dan bagaimana memadamkannya sebelum pemadam kebakaran tiba, bagaimana membantu orang yang terbakar, dan kalau api sudah besar, apa yang harus saya lakukan. Jaman saya sekolah di amerika, dari TK sampai SMA, secara reguler ada trip ke stasiun pemadam kebakaran, atau mereka yang ke sekolah kami dan menjelaskan tentang hal-hal ini. Jadi kita tahu bahwa ketika api sudah berkobar pas kita bangun malam, kita harus merangkak menuju pintu karena karbon dioksida yang dihasilkan oleh pembakaran adalah gas yang lebih ringan daripada oksigen, sehingga CO2 akan menguap keatas, dan _menginhalasinya_ akan sangat berbahaya untuk tubuh. Dalam 1 semester, ada beberapa kali kita latihan _fire drill_, agar ketika kebakaran benar-benar terjadi, anak-anak dan guru tidak berhamburan berlari menyelamatkan diri masing-masing, yang justru bisa menimbulkan bahaya dalam bentuk yang berbeda karena kepanikan yang ada. Bukan hanya edukasi, ada fasilitas ‘penanggulangan’ yang juga disediakan dalam bentuk alarm yang bisa dibunyikan kapan saja jika kebakaran terjadi. Dan tabung pemadam api disediakan di setiap sudut sekolah, walaupun sekolah negeri.

_Sedangkan seperti dinas pemadam kebakaran di negeri ini, kita sebagai orangtua “pemadam kebakaran”, jarang sekali mengedukasi anak tentang cara bagaimana menyelesaikan masalah. Anak di harapkan tau bagaimana menyelesaikan masalah yang dia hadapi sendiri._
_Padahal ketrampilan itu tidak datang sepaket dengan kelahiran manusia, seperti kemampuan untuk mengedip dan menelan._ Anak diharapkan otomatis tau cara untuk berbagi, bermain dengan akur dengan saudaranya, setiap saat, setiap hari

_Padahal mah kan, kalau anak terlahir dengan ilmu untuk tau cara menyelesaikan masalahnya sendiri, untuk apa orangtuanya?_

Jadi, kalau pun anda _keukeuh_ menjadi orangtua pemadam kebakaran, please minimal edukasi dulu, baru bantu. Kan anda tidak akan selalu ada disitu utk memadamkan api. Ajarkan cara negosiasi, berbagi, kompromi, sebelum kebakaran tiba. Jangan sudah terbakar.. anak tidak tau bagaimana memadamkan, anda tidak mengajarkan, malah marah-marah.

🚒 Saya tidak suka kata terlanjur, jadi motto saya bukan _”pantang pulang sebelum padam”_, karena kalau sudah kadung kebakar, kadang padamnya tidak menyisakan apa-apa lagi.
☂ Tapi _‘sedia payung sebelum hujan’_, karena akan jauh lebih mudah mencegah daripada mengobati.

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.[disingkat oleh WhatsApp]

 

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/119
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 6 Juni 2016
📆 1 Ramadhan 1437
_______________________

📝 Oleh: Abdullah Saleh Hadrami
📝 Tema : Islamic Knowledge

SAHUR

🍽 Sahur adalah makan pada akhir malam yang merupakan sunnah Nabi –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Ketika sahur hendaklah seseorang berniat melaksanakan perintah Nabi –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam dan meniru perbuatannya sehingga sahurnya menjadi ibadah dan berniat pula agar sahur menjadikannya kuat ketika berpuasa supaya mendapat pahala karenanya. (Majalis Syahr Ramadhan, Syaikh Utsaimin hlm 77-78)

☘ Hikmah

Dari Amr bin ‘Ash –Radhiallahu ‘Anhu bahwasanya Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Pembeda antara puasa kita dengan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur”. (HR. Muslim)

☘ Keutamaan

a. Sahur Barokah.

Dari Abdullah bin Al-Harits –Rahimahullah dari seorang sahabat Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam berkata: Aku masuk menemui Nabi –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam ketika beliau makan sahur, lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya makan sahur adalah barokah yang Allah berikan padamu maka janganlah kamu tinggalkan”. (HR. Imam Ahmad dan An-Nasa’i dengan sanad sahih)

Keberadaan sahur sebagai barokah sangatlah jelas, karena dengan makan sahur berarti mengikuti sunnah, menguatkan dalam puasa, menjadikan seseorang semangat untuk selalu puasa karena merasa ringan, dalam makan sahur juga menyelisihi Ahli Kitab karena mereka tidak melakukan makan sahur.

b. Allah Ta’ala dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur.

Boleh jadi barokah sahur terbesar adalah Allah Ta’ala meliputi orang-orang yang sahur dengan ampunan-Nya, memenuhi mereka dengan rahmat-Nya, malaikat-malaikat Allah memintakan ampunan bagi mereka, berdo’a kepada Allah agar memaafkan mereka, agar mereka termasuk orang-orang yang dibebaskan oleh Allah di bulan Ramadhan.

Dari Abu Said Al-Khudri –Radhiallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Sahur itu makanan yang barokah, janganlah kamu meninggalkannya walaupun hanya meneguk seteguk air, karena Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur.” (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Abi Syaibah dengan sanad kuat)

☘ Mengakhirkan Sahur

Disunnahkan mengakhirkan sahur sesaat sebelum fajar, karena Nabi –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam dan Zaid bin Tsabit –Radhiallahu ‘Anhu melakukan sahur, ketika selesai makan sahur Nabi –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bangkit untuk shalat subuh, dan jarak (selang waktu) antara sahur dan masuknya shalat kira-kira lamanya seseorang membaca lima puluh ayat Al-Qur’an.

Anas –Radhiallahu ‘Anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit –Radhiallahu ‘Anhu : “Kami makan sahur bersama Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, kemudian beliau shalat. Aku (Anas) bertanya: “Berapa lama jarak antara adzan (Subuh) dan sahur? Beliau (Zaid bin Tsabit) menjawab: “Kira-kira membaca lima puluh ayat Al-Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sumber:

🌍 http://www.kajianislam.net/2007/08/sahur/

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

 

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/120
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 8 Juni 2016
📆 3 Ramadhan 1437
_______________________

📝 Oleh: Rasha Dewedar
📝 Tema : Family Life

MENGATUR TUGAS, MENYAMANKAN IBADAH

🐾 Wanita memiliki tugas lebih banyak di bulan Ramadhan, terutama bagi mereka yang bekerja. Namun mereka masih memiliki beberapa peluang mendapatkan keberkahan. Oleh karena itu, perlu mengatur dan mengkoordinasikan keragaman kegiatan dalam satu bulan ini.

🐾 Wanita dapat berpartisipasi dengan cara berbeda dalam melakukan kegiatan amaliyah, dan pintu untuk itu terbuka lebar. Memasak makanan bagi keluarga, atau mengumpulkan uang dari keluarga, kerabat, dan teman-teman untuk kegiatan amal, merupakan di antara kegiatan yang dapat dilakukan.

🐾 Wanita juga memiliki peran sangat penting dan krusial dalam membantu anak-anaknya memahami Ramadhan dan mengatur kegiatan yang relevan dengan bulan suci.

🐾 Para ibu selama 30 hari mengajarkan anak-anaknya secara komprehensif tentang puasa, berdoa, dan kegiatan membantu orang lain secara fisik maupun finansial.

🐾 Manajemen waktu yang mesti kita lakukan tidak hanya bagaimana mengatur waktu di bulan Ramadhan, tetapi juga mengatur tugas –termasuk menguranginya– selama bulan suci.

🐾 Setiap orang memiliki prioritas yang berbeda, sesuai kemampuan dan keadaan. Berikut tips yang dapat Anda lakukan, atau sesuaikan:

• Jangan melakukan hal yang terlalu berlebih-lebihan, juga jangan menaruh harapan yang sangat tinggi, yang mungkin Anda juga tidak terlalu berniat melakukannya. Pastinya Anda bukan superwoman (memang tidak ada sebenarnya). Lakukan sesuatu yang realistis, sejalan dengan kemampuan, tanggung jawab, dan keadaan Anda.

• Buatlah sesuatu yang sesederhana mungkin. Jangan terjerat dengan daftar makanan yang harus dipersiapkan sehari-hari untuk berbuka. Cukup pastikan saja makanan yang kita siapkan itu memenuhi kadar gizi dan memiliki semua elemen yang diperlukan.

• Siapkan segala keperluan di dapur Anda, antara lain bahan-bahan untuk memasak, sehingga selama bulan Ramadhan ini Anda hanya melakukan langkah-langkah akhir saja. Misalnya, siapkan di lemari es Anda sejumlah jumlah bawang, bawang putih, saus tomat, dan lain sebagainya.

Juga siapkan daging dan ayam yang telah dicuci dan dibumbui. Siapkan pula beberapa minuman (sebisanya buatan sendiri) di lemari es.

• Segala sesuatu (yang dibutuhkan) yang ada di rumah sudah kita persiapkan. Dengan cara ini Anda bisa mudah menemukan dan menghemat waktu untuk mendapatkannya.

• Tetapkan prioritas Anda; tentukan mana rencana yang utama, dan mana kurang penting untuk Anda.

Jangan menjadwalkan sesuatu, yang sebelumnya telah kita anggap kurang penting. Dengan hanya memfokuskan pada hal-hal yang lebih penting, akan membuat rencana kita lebih efisien.

• Jadwalkan janji atau kunjungan yang hendak Anda lakukan. Hindari acara yang tidak perlu, lantas pastikan tanggal dan waktu yang memang Anda perlu lakukan.

Jelaskan kepada keluarga dan teman-teman bahwa Ramadhan adalah waktu yang sangat istimewa, dan Anda berniat memberikan lebih banyak waktu untuk berdoa dan kegiatan yang terkait dengan Ramadhan. Tundalah pertemuan atau tugas-tugas yang memungkinkan dilakukan setelah Ramadhan.

• Rencanakan dan lakukan dengan ikhlas jika Anda mengundang para tamu untuk berbuka puasa. Sebarkan kebahagiaan untuk Anda dan tamu Anda.

Anda dapat saja memasak makanan sederhana yang tidak membutuhkan banyak waktu atau usaha. Siapkan beberapa, atau sebagian besar hidangan, satu hari sebelumnya jika Anda bisa, sehingga Anda tidak melakukan semua pekerjaan pada hari yang sama.

Mintalah bantuan orang di rumah untuk mempersiapkan, mengangkat, dan mencuci piring jika memungkinkan. Anak-anak boleh juga dilibatkan membantu Anda.

• Buatlah daftar pokok tugas pokok serta kegiatan ekstra, yang bisa melibatkan anak-anak. Daftar ini dapat berfungsi sebagai pengingat yang baik, atau sebagai peringatan, jika Anda menetapkan tugas terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Jangan menunda besok, jika ada pekerjaan yang bisa dilakukan segera. Langkah ini akan memberi Anda dorongan untuk berbuat lebih banyak.

• Beristirahatlah. Waktu tidur yang cukup sangat penting bagi Anda untuk dapat menyelesaikan seluruh bulan Ramadhan dengan irama kegiatan yang sama.

• Makanlah makanan yang sehat. Makanan sehat akan memberikan energi untuk bekerja, berdoa, dan melakukan semua tugas Anda.

Hindari makanan junk food dan makanan dengan jumlah besar lemak. Makanan semacam ini akan membuat Anda lebih mudah mengantuk dan malas, di samping berbahaya bagi kesehatan.

• Berolah raga; banyak orang berpikir Ramadhan benar-benar waktu yang tidak tepat untuk berolahraga. Hal ini tidak benar. Anda dapat memiliki beberapa menit peregangan atau jenis lain yang membuat tubuh Anda lebih kuat dan membuat Anda merasa lebih baik.

Manajemen waktu ini bukanlah alat untuk menyelesaikan banyak hal tugas. Ini hanya sistem yang dapat membantu Anda memiliki visi yang jelas tentang apa yang ingin Anda lakukan selama bulan Ramadhan, mengidentifikasi tanggung jawab, serta merasa produktif, yang akhirnya akan memberikan Anda rasa hidup yang lebih berdaya.

Sumber:

🌍 http://m.hidayatullah.com/ramadhan/hijab-syari/read/2014/06/28/24144/mengatur-tugas-menyamankan-beribadah-selama-ramadhan.html#.V1dT6iawowh

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

 

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/121
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 10 Juni 2016
📆 5 Ramadhan 1437
_______________________

📝 Oleh: Okina Fitriani
📝 Tema :Parenting

MELATIH ANAK BERPUASA

Perasaan bangga dan bahagia biasanya menghampiri orang tua yang anak-anaknya mudah diajak beribadah. Alhamdulillah. Namun, orangtua perlu hati-hati dengan ekspektasi pribadi dan mengekspresikan kebahagiaan. Jangan sampai membuat anak justru berpikir untuk berbohong demi tidak sanggup melihat orangtua kecewa. Setiap anak yang baik pasti ingin melihat ortunya senang.

Berikut ini tips melatih anak berpuasa :
😍 Sambut Ramadhan dengan antusias, lebih antusias daripada membicarakan liburan atau hal-hal lain, seperti ulang tahun jika biasa merayakannya.

⭐ Boleh-boleh saja membuat star board atau reward book. Hias sesuai minat anak, dan biarkan ia menentukan sendiri target pencapaiannya. Tekankan bukan banyaknya sticker atau star yang didapatkannya yang utama, tetapi kejujuran dan upayanya.

😍 Praising only. Tidak ada reprimand karena levelnya masih belajar dan belum wajib bukan? Berhasil sampai maghrib maupun tidak tetap berikan apresiasi atas upayanya untuk berusaha. Bagi anak-anak yang teman sekolahnya banyak yang berpuasa memang lebih mudah, tetapi bagi anak-anak yang jarang atau tidak ada temannya berpuasa tentu ada 2 upaya sekaligus, yaitu upaya puasa maupun upaya untuk tetap nyaman meskipun berbeda. Maka apresiasi juga upaya keduanya.

👏🏻 Tidak perlu hadiah mahal, cukup pujian, pelukan, tepukan. Kalaupun ada hadiah berupa benda tidak perlu “dijanjikan” sebelumnya karena lagi-lagi ini mendorong anak berbohong jika ia sangat menginginkan hadiah tersebut.

🍮 Jika sudah berbuka atau terputus di tengah hari, jangan diteruskan lagi hingga waktu berbuka karena akan mengajarkan pesan yang keliru tentang berpuasa. Apalagi kalau ditambah greeting.”Alhamdulillah kuat ya nerusin sampai maghrib…” Ini jelas menginstall belief yang salah. Lebih baik menambah jumlah jamnya di hari berikutnya.

🎨 Ajak anak berkegiatan yang menyenangkan di waktu-waktu genting seperti menjelang asar.

❌ Tidak usah bertanding dengan anak tetangga untuk pencapaiannya, apalagi dengan wall FB sebelah.

🕌 Biasakan anak berkomunikasi dengan Allah, misalnya ketika berhasil sampai maghrib, ajak anak bersyukur sudah diberi kekuatan. Jika belum, berterimakasih juga sudah mempunyai kesempatan belajar dan mau belajar lagi.

Selamat menjaga fitrah anak.

‪#‎sabar‬-kasihsayang-konsisten-kongruen

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

 

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/122
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 13 Juni 2016
📆 8 Ramadhan 1437

_______________________

📝 Penulis: Salim A. Fillah
📝 Tema: Islamic Knowledge

ADAB DALAM DOA PARA NABI: NABI MUSA AS (Bagian I)

“Hai Musa,” tetiba muncul seorang lelaki yang tergopoh dari ujung kota, “para pembesar negeri di sisi Fir’aun sedang berunding untuk membunuhmu. Keluarlah segera!” Musa bimbang. “Pergilah cepat!” tegas orang itu, “sungguh aku ini tulus memberimu saran!”

Tanpa tahu jalan dan tanpa ada kawan, Musa bergegas lari. Dengan penuh waswas dia galau ayunkan kaki. Batinnya menggumamkan harap, _Semoga Rabbku memimpinku ke jalan yang benar._ Langkahnya lebar-lebar dan tak berjeda, pandangannya lurus ke depan tanpa menoleh. Dan setelah menempuh jarak yang jauh; memburu nafas himgga menderu, menguras tenaga hingga lemas, memerah keringat hingga lemah; inilah dia kini, sampai di sebuah mata air.

Negeri itu, nantinya kita tahu, bernama Madyan. Musa melihat orang-orang berdesak-berdesak memberi minum ternak-ternak. Adapun di salah satu sudut yang jauh, dua gadis memegang kekang kambing-kambingnya yang meronta, menahan mereka agar tak mendekat ke mata air meski binatang-binatang itu teramat kehausan tampaknya.

Dalam lapar hausnya, lelah payahnya, takut cemasnya, serta asing kikuknya, Musa sanggup menawarkan bantuan. Orang yang masih mau dan mampu menolong di saat dirinya sendiri memerlukan pertolongan adalah pria yang kuat.

Musa melakukannya.

Tanpa bicara lagi dan tak menunggu ungkapan terima kasih, Musa berlalu seusai menuntaskan tugasnya. Dia menggeloso di bawah sebuah pohon yang kecil-kecil daunnya. Rasa lelah melinukan tulangnya dan rasa lapar mencekik lambungnya. Kemudian dia berdoa, _Rabbii innii lima anzalta ilayya min khairin faqiir._
Duhai Pencipta, Pemelihara, Pemberi rizqi, Pengatur urusan, dan Penguasaku; sesungguhnya aku terhadap apa yang Kauturunkan diantara kebaikan amat memerlukan.”

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

Musa mengajarkan kita tiga hal penting dalam doanya. Pertama, bahwa hanya Allah yang layak disimpuhi kedermawananNya, ditadah karuniaNya, dan diharapi balasanNya. Mengharap kepada makhluq, hanyalah kekecewaan. Meminta kepada makhluq, hanyalah kehinaan. Bertimpuh pada makhluq, hanyalah kenistaan.

Pelajaran kedua dari Musa adalah adab. Bertata krama pada Allah, pun juga di dalam doa adalah hal yang seyogianya kita utamakan. Para ulama menyepakati tersyariatkannya berdoa kepada Allah dengan susunan kalimat perintah, sebagaimana banyak tersebut dalam Al Quran maupun Sunnah. Ia benar dan dibolehkan. Tetapi contoh dari beberapa Nabi dalam Al Quran menunjukkan ada yang lebih tinggi dari soal boleh atau tak boleh. Ialah soal patut tak patut. Ialah soal indah tak indah. Ialah soal adab.

Yang ketiga, bahwa Allah dengan ilmuNya yang sempurna lebih mengerti apa yang kita perlukan dan apa yang baik bagi diri ini daripada pribadi kita sendiri. Musa menunjukkan bahwa berdoa bukanlah memberitahu Allah apa hajat-hajat kita, sebab Dia Maha Tahu. Berdoa adalah bincang mesra dengan Rabb Yang Maha Kuasa, agar Dia ridhai semua yang Dia limpahkan, Dia ambil, ataupun yang Dia simpan untuk kita.

Maka Musa tidak mengatakan, “Ya Allah, berikan padaku makanan.” Dia pasrahkan karunia yang dimintanya pada ilmu Allah yang Maha Bijaksana. Dan dalam kisah ini, Allah pilihkan jawaban dan doa balasan kebaikan melalui orang yang padanya Musa telah mengulurkan bantuan. Bukan sebab tiadanya jalan lain, melainkan karena Allah memang hendak menghubungkan Musa dengan mata air kebaikan yang telah disiapkanNya bagi tugas besarnya kelak. Sebuah keluarga terpilih, yang akan menjadi tempatnya mendewasa dan menjadi tempat titik tolak kenabian dan kerasulannya.

Demikianlah Allah, Rabb Yang Maha Pemurah. Bahkan, apa yang tak pernah kita pinta, Dia tak pernah alpa memberikannya. Maka pada tiap doa, sesungguhnya kita diharap bersiap untuk menerima yang lebih baik, lebih banyak, dan lebih indah. Di dunia maupun akhirat. Sebab, hanya di tanganNya lah segala kebaikan. Sebab, Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

📚 Salim A. Fillah, Lapis-Lapis Keberkahan, Pro-U Media, Yogyakarta, 2014.

📚Divisi Program IPC ✏

💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

 

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/123
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 15 Juni 2016
📆 10 Ramadhan 1437

_______________________

📝 Penulis: Saptuari Sugiharto
📝 Tema: Family Life

DAKWAH DIMANA SAJA

📲Telepon berdering …

👦🏻Sales KK: Halo pak Ammi, saya Dimas dari bank KRUT, boleh minta waktunya dua menit saja pak…

👳🏼Ustadz Ammi: dua menit ya.. Ya monggo..

👦🏻Sales KK: Kebetulan bapak terpilih menjadi nasabah kami, dana dari kartu kredit (KK) platinum kami, dengan banyak fasilitas, cashback, dan banyak lagi. Pencairan dana tunai 30 juta hanya dua hari, bagaimana pak.. Apa bapak tertarik dengan tawaran kami pak?

👳🏼Ustadz Ammi: mmm.. Baik baik…

👦🏻Sales KK: Kami juga beri bonus bebas annual fee tahunannya pak..

👳🏼Ustadz Ammi: sebelumnya saya boleh tanya dulu, mas Dimas muslim?

●●●●●

👦🏻Sales KK: ooh… Eee iya pak, iya pak saya muslim..

👳🏼Ustadz Ammi: Alhamdulillah ya, kita bersaudara sesama muslim…

👦🏻Sales KK: Eh iyaa pak..

👳🏼Ustadz Ammi: Mas Dimas pernah dengar soal Riba?…

👦🏻Sales KK: eh iyaa iyaa.. pernah denger…

👳🏼Ustadz Ammi: mas Dimas pernah terbayang bahaya riba enggak? Mungkin pernah dengar ayat dan haditsnya?

👦🏻Sales KK: eh iyaa iyaa pernah dengar… Tapi masih tertarik dengan kartu kredit platinum kami pak?

👳🏼Ustadz Ammi: Nanti kita lanjutkan, saya boleh melanjutkan?

👦🏻Sales KK: Oh iya iya pak..

👳🏼Ustadz Ammi: Coba mas Dimas bayangkan, jika ada orang berzina dengan ibunya… Bagaimana menurut mas Dimas?

JREEEEENGGGG!!💥💥

👦🏻Sales KK: eh gimana.. gimana pak..

👳🏼Ustadz Ammi: semua orang pasti memandang dia orang yang berbuat maksiat yaa..

👦🏻Sales KK: yaa bejat itu pak! Bejaat itu pak!

👳🏼Ustadz Ammi: baik.. baik.. kita sama-sama sepakat soal itu, begini: Nabi SAW pernah berkata, ada 73 pintu dosa riba.. Dosa paling ringan itu seperti dosa orang yang berzina dengan ibunya sendiri.. itu dosa paling ringan… (HR Ibnu Majah & Al Hakim)

👦🏻Sales KK: …………..

●●●●●●

👳🏼Ustadz Ammi: Coba kalau anda tadi tawarkan 30 juta, berapa nilai ribanya?

👦🏻Sales KK: … yaa, tapi kaan…

👳🏼Ustadz Ammi: saya lanjutkan boleh?

👦🏻Sales KK: … yaa yaa.. *mulai gelisah

👳🏼Ustadz Ammi: Orang yang makan riba dalam fase kehidupan mendapatkan azab dari Allah!

Pertama ketika di dunia: orang-orang yang makan riba itu DITANTANG PERANG oleh Allah, “Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah, dan tinggalkan semua jenis riba. Dan jika tetep ngeyel, umumkan perang pada Allah dan rasulNya..” (Al Baqarah: 279)

Sekarang bayangkan, jika kita ditantang perang oleh Allah apakah ada kemungkinan kita menang?

👦🏻Sales KK: ampuuun pak…

👳🏼Ustadz Ammi: Yang kedua, orang yang mati membawa dosa riba nanti dia akan dihukum di kuburan seperti orang yang berenang di sungai darah! Masya Allah.. Rasulullah pernah menceritakan mimpinya ada orang yang berenang di sungai darah, di tepi sungai ada orang yang membawa batu, tiap orang yang berenang mau ke tepi, selalu dilempar batu ke mulutnya… (HR Bukhari No. 2085)

Yang ketiga … !!

👦🏻Sales KK: *sudah gemetar… Masih ada yang ketiga pak??

👳🏼Ustadz Ammi: masih sanggup mendengarkan yaa?

●●●●●

👦🏻Sales KK: Iyaa pak.. Iyaa pak… *sudah loyo suaranya..

👳🏼Ustadz Ammi: Yang ketiga, orang yang makan riba akan dibangkitkan dalam kondisi sempoyongan seperti orang kerasukan! Yang lain berjalan normal, dia jalan sempoyongan… Menyakitkan!
(HR Thabrani dalam al Mu’jam al Kabir no 110 dan dinilai hasan li ghairihi oleh al Albani dalam Shahih at Targhib wa at Tarhib no 1862)

👦🏻Sales KK: Iyaa pak… *mengendorkan dasi… keringetan…

👳🏼Ustadz Ammi: Yang keempat, afalah waktu dihisab.. orang yang makan riba itu kan makan harta haram yaa? Kalo kemudian daging kita tumbuh dari sesuatu yang haram, layak tidak kita dapat surga?

👦🏻Sales KK: enggak pak.. enggak pak.. *nada suara sudah loyo

👳🏼Ustadz Ammi: Padahal tempat di akhirat hanya ada dua, kalo enggak surga ya…

👦🏻Sales KK: …. ya neraka pak…

👳🏼Ustadz Ammi: kata Nabi SAW, setiap daging yang tumbuh dari yang haram, neraka lebih layak baginya…
(HR. Ibnu Hibban 11: 315, Al Hakim dalam mustadroknya 4: 141. Hadits ini shahih kata Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 4519)

👦🏻Sales KK: iyaaa pak… *ngusek-ngusek rambut…

👳🏼Ustadz Ammi: coba mas Dimas bisa perhatikan, dalam 4 fase kehidupan pemakan riba semua sengsara. Ketika hidup ditantang perang oleh Allah, ketika mati berenang di sungai darah, ketika dibangkitkan dalam kondisi sempoyongan, setelah hisab ditempatkan di neraka…

👦🏻Sales KK: ……iyaa pak… *lemeesss

👳🏼Ustadz Ammi: Masya Allah… masih ada tawaran yang lain?

👦🏻Sales KK: aaa… aaampuun pak… amppuuun pak…

👳🏼Ustadz Ammi: masih dilanjutkan?

👦🏻Sales KK: Ampuuun pak…

👳🏼Ustadz Ammi: mas Dimas bisa direnungkan apa yang tadi saya sampaikan.. Nanti kalau ada sesuatu yang belum jelas, tidak masalah hubungi saya lagi, kita lanjutkan diskusi tentang riba…

👦🏻Sales KK: iyaaa pak…

👳🏼Ustadz Ammi: terima kasih yaa.. Assalaamualaikum..

👦🏻Sales KK: waaa.. Waalaikum salam… *lemeees total, meletakkan telepon dengan gemetar.

●●●●●

Setelah beberapa waktu… HP Ustadz Ammi Nur Baits berdering lagi…📲

👦🏻Sales KK: Assalaamualaikum Pak Ammi… ini Dimas yang tadi pak…

👳🏼Ustadz Ammi: waalaikum salam.. Iya bagaimana Mas Dimas? Ada tawaran apa lagi nih?

👦🏻Sales KK: ada lowongan kerja enggak ya pak?

●●●●●

Duerrrr! Hehe…

Satu dakwah keren selesai.. Video buatan YUFID TV beredar di YouTube, sudah ditonton ribuan orang, dan berhasil menyadarkan banyak orang tentang bahaya riba.

Ketika bulan lalu saya bertemu Ustadz Ammi Nur Baits di Jogja, beliau kembali menyampaikan lagi tentang bahaya tiba ini, dan sekarang moment yang tepat untuk kita menyadarkan banyak orang.

Kata Nabi: “Sampaikan walaupun satu ayat..” (HR Al Bukhari)

Kalau kita mau dapat pahala syiar, ayo bareng-bareng kita ajak orang-orang untuk meninggalkan riba… Biar nanti kita semua diijinkan Allah bertemu di pintu surga… Tinggal pilih surga yang mana? Terserah sesuai amal kita.

Note: bagi yang mau lihat videonya di YouTube tinggal search aja: RIBA. Selamat merinding! 🙂

📔 Saptuari Sugiharto, Kembali Ke Titik Nol, Delta Saputra, Jawa Barat, 2016.

📚Divisi Program IPC ✏

💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.[disingkat oleh WhatsApp]

 

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/124
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 17 Juni 2016
📆 12 Ramadhan 1437

_______________________

📝 Tema: PARENTING

INSPIRASI SAMBUT AKHIR PEKAN RAMADHAN BERSAMA AYAH

Bunda Shalihah, Ramadhan sudah di akhir pekan kedua. Apa saja yg sudah ananda lakukan bersama ayahnya? “One on One with Father” atau “Catch the Moment with Father”, atau sudah keduanya? Agar moment Ayah – Anak lebih spesial pada Ramadhan kali ini, yuk kita ajukan “proposal” ke ayahnya anak-anak agar bisa melewati akhir pekan Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan menyenangkan sekaligus mengasah iman dan taqwa bersama buah hati kita 👦👨👧

1⃣JELAJAH MASJID☪

Menggugah keingintahuan anak dan membimbing mereka agar mencintai masjid yang ada di sekitar rumah ayah dan bunda.

Apa saja persiapan yang bisa dilakukan ayah?

✏Carilah informasi tentang masjid bersejarah di daerah keluarga ayah tinggal
✏Kabarkan kepada ananda rencana menjelajah ke masjid tersebut. Sampaikan maksud dan tujuan penjelahan tersebut

Apa saja yang bisa dilakukan di sana? Wah…banyak sekali:

🌟Wawancara tokoh ulama di sekitar masjid tersebut dan berikan hadiah untuk sang tokoh

🌟Mendokumentasikan bagian dalam dan luar masjid.

🌟Ananda boleh membawa buku gambar dan alat tulis / mewarnai. Biarkan mereka bebas berekspresi.

🌟Membantu membersihkan masjid dan sekitarnya.

🌟Berbuka puasa dengan jamaah di masjid tersebut juga boleh.

🌟Yang tak kalah pentingnya adalah setelah kegiatan ini ayah dan ananda bisa adakan pameran lukisan tentang kunjungan ke Masjid. Undanglah teman2 ayah dan teman2 ananda. Buatlah pameran sederhana di rumah ayah

Masih ada lagi lhooo kegiatan lain untuk melatih karakter anak yang dapat dilakukan Ayah (dan Bunda) selama Ramadhan, berikut beberapa di antaranya:

2⃣ Berbuka dan sahur di Kampung pemulung, anak jalanan, dan sebagainya (EMPATI)

3⃣Berbagi makanan ke tetangga yang kekurangan (MENOLONG)

4⃣Menceritakan kisah-kisah orang saleh yang menjalani hidup di tengah keberagaman agama dan keadaan (TOLERANSI)

5⃣Menolong dan merawat hewan dan tumbuhan yang terlantar. Atau berkunjung ke RS Hewan (KASIH SAYANG)

6⃣Melatih anak-anak melakukan sesuatu di tengah masyarakat. Misalnya meminta anak memberikan bekal berbuka ke Pak Polisi yang tengah bertugas di jalanan (KEBERANIAN)

7⃣ Berkunjung dan menghibur para lansia di Rumah Panti Lanjut Usia (HUMOR)

8⃣Mengunjungi orang sakit (RESPEK)

9⃣ _Ngabuburit_ sambil memperlihatkan ke anak bahwa banyak orang yang menahan lapar tetapi tetap bekerja keras dari pagi (SABAR)

🔟 Mengajak dan menemani anak mengajukan pendapat di tengah orang ramai. Misalnya mempersiapkan satu pertanyaan yang akan diajukan anak pada acara pengajian di masjid (PERCAYA DIRI)

1⃣1⃣ Bersama anak mengumpulkan bantuan untuk anak-anak di Palestina misalnya. Berikan dan sepakati jumlahnya. Dorong anak untuk mengumpulkan dana sesuai target (MOTIVASI DIRI)

1⃣2⃣ Untuk semua kegiatan yang melibatkan DANA posisikanlah anak sebagai bendaharanya. Meskipun pada akhirnya ayah tetaplah pemeran utamanya (AMANAH)

Pastinya masih banyak lagi kegiatan mendidik yang bisa semakin mengakrabkan ayah dan anak selama Ramadhan kali ini, bukan? Yuk Bunda, kita lanjut di diskusi ya 😘

📖Sumber:

Irwan Rinaldi, Buklet 10 Kiat Agar Ramadhan Anak Bersama Ayah Lebih Bermakna, Lembaga Ayah untuk Semua.

https://ayahuntuksemua.wordpress.com/2015/06/26/sekadar-inspirasi-sambut-akhir-pekan-ramadhan-bersama-ayah/

📚Divisi Program IPC ✏

💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

 

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/125
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 20 Juni 2016
📆 15 Ramadhan 1437
_______________________
📝 Disarikan Oleh : Maya Tri Bonda Sari
📝 Tema : Islamic Knowledge

MERAIH KEMENANGAN

☘ Bulan suci Ramadhan merupakan momentum kita untuk melakukan perubahan. Yang tentunya menuntut sebuah pembuktian. Momentum dan pembuktian sangat penting untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Momentum membuat kita mudah bergerak dan terus bergerak. Selama kita menjaga momentum maka kita akan terus bergerak menuju perbaikan.

☘ Kita perlu banyak bersyukur kepada Allah SWT, karena kita telah berhasil melewati hari-hari Ramadhan hingga memasuki bagian akhir bulan yang penuh berkah ini. Namun, kita pun sepatutnya banyak beristigfar, karena boleh jadi—meski ini jelas tidak kita harapkan—ibadah shaum pada hari-hari Ramadhan yang kita lewati itu tidak mengantarkan kita untuk meraih derajat takwa sebagai hikmah dari kewajiban puasa yang telah Allah titahkan kepada kita sepanjang bulan suci ini.

☘ Idul Fitri sering diterjemahkan sebagai ‘kembali ke fitrah’. Secara bahasa, fithrah berarti al-khilqah (naluri, pembawaan) dan ath-thabî‘ah (tabiat, karakter) yang diciptakan Allah Swt. pada manusia. (Jamaluddin al-Jauzi, Zâd al-Masîr, VI/151; az-Zamakhsyari, al-Kasysyâf, III/463).
Karena itu, secara bahasa Idul Fitri bisa diterjemahkan sebagai ‘kembali ke naluri/pembawaan yang asli. Di antara naluri/pembawaan manusia yang asli adalah adanya naluri beragama (gharîzah at-tadayyun) pada dirinya. Dengan naluri ini, setiap manusia pasti merasakan dirinya serba lemah, serba kurang dan serba tidak berdaya sehingga ia membutuhkan Zat Yang Mahaagung, yang berhak untuk disembah dan dimintai pertolongan.

Karena itulah, secara fitrah, manusia akan selalu membutuhkan agama yang menuntun dirinya melakukan penyembahan (‘ibâdah) terhadap Tuhannya dengan benar. Itulah Islam sebagai satu-satunya agama dari Allah, Tuhan yang sebenarnya. Konsekuensinya, sesuai dengan fitrahnya pula, manusia sejatinya senantiasa mendudukkan dirinya sebagai hamba di hadapan Tuhannya, Allah SWT, Pencipta manusia.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa kembali ke fitrah—sebagai esensi dari Idul Fitri—adalah kembalinya manusia dalam kedudukannya sebagai seorang hamba di hadapan Allah sebagai Tuhannya.

☘ Menurut Imam Ja’far ash-Shadiq, seorang Muslim yang mengklaim sebagai hamba Allah, mesti menyadari bahwa: (1) apa yang ada pada dirinya bukanlah miliknya, tetapi milik Allah; (2) tunduk, patuh dan tidak pernah membantah setiap perintah Allah; (3) tidak membuat aturan sendiri kecuali aturan yang telah Allah tetapkan untuk dirinya.

☘ Idul Fitri juga sering disebut sebagai hari kemenangan. Artinya, kaum Muslim yang telah berhasil melaksanakan ibadah shaum selama Ramadhan dianggap sebagai kaum yang meraih kemenangan. Persoalannya, shaum seperti apa yang bisa mengantarkan kaum Muslim menjadi kaum yang menang? Tentu shaum yang berkualitas, sebagaimana yang dilakoni oleh Rasulullah saw. dan para Sahabat.

☘ Shaum Rasulullah saw. dan para Sahabat tidak hanya memberikan kemenangan kepada diri mereka secara individual dalam melawan hawa nafsu dan setan selama bulan Ramadhan, tetapi juga memberikan kemenangan kepada kaum Muslim secara kolektif dalam melawan musuh-musuh Islam. Mereka dan generasi gemilang sesudahnya, misalnya, justru sering mencatat prestasi yang gemilang pada bulan Ramadhan. Beberapa peperangan yang dimenangkan kaum Muslim seperti Perang Badar, Fath Makkah, atau Pembebasan Andalusia terjadi pada bulan Ramadhan.

☘ Karena itu, ada beberapa hal yang wajib kita teladani dari shaum generasi Sahabat ini.

Pertama: para Sahabat tidak hanya melakukan tadarus al-Quran (baik di bulan Ramadhan maupun di luar itu), tetapi juga mengamalkannya. Sebab, para Sahabat memahami, bahwa membaca al-Quran adalah sunnah, sementara menjadikan al-Quran sebagai pedoman hidup mereka adalah wajib. Mereka sangat menyadari bahwa al-Quran harus menjadi dasar konstitusi kaum Muslim.

Kedua: para Sahabat tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari segala hal yang diharamkan oleh Allah. Tidak berdusta, tidak berbuat batil, tidak membuat kerusakan, dan tentu saja tidak berhukum pada selain hukum Allah Swt.

Terakhir: para Sahabat telah nyata-nyata menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan tobat. Tobat mereka adalah tawbah nasûhâ, tobat yang sebenar-benarnya. Cirinya: menyesali segala dosa yang dilakukan, tidak mengerjakannya lagi, dan beramal salih untuk menghapus dosa yang lalu.

Sumber:

🌍 http://m.eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/arief-b-iskandar-redaktur-al-wa-ie-meraih-kembali-kemenangan-hakiki.htm

🌍 http://www.motivasi-islami.com

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

 

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/126
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 22 Juni 2016
📆 17 Ramadhan 1437
_______________________
📝 Disarikan Oleh : Maya Tri Bonda Sari
📝 Tema : Family Life

MENGATUR KEUANGAN MENJELANG LEBARAN

💵 Menjelang hari raya, pada umumnya sebagian besar karyawan memperoleh Tunjangan Hari Raya (THR). Seiring dengan itu, berbagai penawaran menarik dari toko ataupun pusat perbelanjaan semakin semarak. Sehingga terkadang hal tersebut tanpa disadari membuat kita cenderung lebih konsumtif.

💵 Padahal jika kita pikirkan secara seksama, maka sebenarnya pengeluaran kita sudah mulai meningkat dimulai dari saat bulan puasa. Pada saat berpuasa, umumnya justru terjadi pembengkakan biaya dari segi kebutuhan pangan. Keinginan kita untuk mencicipi beragam menu khusus saat berbuka ataupun menghadiri berbagai acara buka puasa bersama menuntut pengeluaran yang lebih dari biasanya.

⚖ Berikut ini adalah kiat bijak mengatur keuangan menjelang Lebaran, yang dapat disesuaikan dengan tujuannya masing-masing agar kondisi keuangan tetap terjaga seusai lebaran :

✅ Pisahkan Gaji dengan THR.
Gunakanlah gaji pokok untuk membiayai berbagai kebutuhan dan rutinitas bulanan seperti biasa. Lalu prioritaskan THR untuk membayarkan kewajiban dan pengeluaran ekstra saat merayakan Lebaran. Kewajiban antara lain dapat berupa : membayar zakat, dan membayar THR karyawan (baby sitter, supir, dll).

✅ Membuat Anggaran Untuk Hari Raya.

Bijaklah dalam memperhitungkan penggunaan THR Anda. Gunakan sisa THR Anda untuk membiayai pengeluaran tambahan yang dibutuhkan saat Hari Raya. Utamakanlah skala prioritas dan hindari keinginan semata untuk berfoya-foya dengan membeli barang-barang baru yang belum tentu dibutuhkan untuk jangka panjang.

✅ Hindari Hutang.

Saat Hari Raya, terkadang sebagian dari kita memiliki tuntutan gaya hidup yang lebih demi status sosial seperti berusaha tampil dengan sesuatu yang baru. Keinginan tersebut tentunya memaksakan kita untuk mengeluarkan banyak uang, dan bahkan juga melampaui batas kemampuan kita.

⛔Ada beberapa hal yang tidak boleh kita lakukan:

❌ Mendahulukan ‘wants’ daripada ‘needs’

❌ Menggunakan kartu kredit sebagai dana darurat bulan puasa dan Idul Fitri

❌ Harus!
Yang ketiga, kedua point diatas HARUS kita lakukan.

Sumber:

🌍 http://www.catatanoline.web.id/2015/05/tips-mengelola-keuangan-menjelang-idul.html?m=1

🌍 http://www.acc.co.id/news/read/115/kiat_bijak_mengatur_keuangan_menjelang_lebaran#.V2mwnCawowh

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

 

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/126
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 24 Juni 2016
📆 19 Ramadhan 1437
_______________________
📝 Tema : Parenting

10 HARI TERAKHIR RAMADHAN BERSAMA BUAH HATI

Bunda Shalihah, Alhamdulillah kita akan memasuki 10 hari terakhir Ramadhan.
Ayah Irwan Rinaldi, melalui tulisannya di “Ayah untuk Semua” berbagi inspirasi mengenai apa saja yang bisa para ayah lakukan bersama buah hatinya di hari-hari terakhir Ramadhan. Tentunya Bunda juga bisa ambil bagian dalam upaya menshalihkan putra putri kita ini.
Ayo kita istimewakan Ramadhan di hari-hari terakhir ini bersama ananda.

🕌Kondisikanlah masjid sebagai tempat paling favorit bagi ayah-bunda dan ananda. Pokoknya, dalam pikiran ananda : ayah-bunda adalah masjid (Ingat ayah-bunda membuat anak ingat masjid juga)

🌙 Ayah-bunda bersama ananda menyusun doa-doa yang hendak dipanjatkan di malam-malam yg istimewa ini. Pastikan juga ayah-bunda dan ananda sudah hapal surat Al Qadr. Ceritakan sebab-sebab turunnya dan sejarah mulia yang berhubungan dengannya.

📝 Ajak ananda untuk diskusikan rundown kegiatan selama I’tikaf. He he ingat ayah-bunda, anak-anak kurang suka sesuatu yg berbau dadakan.

⛺Agar bisa khusyu beribadah di masjid, ayah-bunda dan ananda bisa memilih tempat yang paling nyaman. Oleh sebab itu alangkah lebih baik ayah-bunda kenalkan lebih dahulu kondisi masjid kepada ananda. Siapkan juga pakaian ganti, alat mandi, obat-obatan dan sejenisnya.

📵 Selalu dan selalu, ayah-bunda jauhkan gadget selama beribadah ya. Siapkan beragam kegiatan seperti cerita, tebak-tebakan, setoran hapalan dll.

💫 Ayah, kalaulah ayah belum punya kesempatan untuk itikaf penuh bersama ananda, tolonglah usahakan itikaf meski hanya semalam atau bahkan hanya siang saja.

Semoga 10 hari terakhir Ramadhan bersama ananda dan keluarga sarat makna ya Ayah-Bunda.

Sumber:

🌍 https://ayahuntuksemua.wordpress.com/2015/07/07/sekadar-inspirasi-sederhana-10-hari-terakhir-ramadhan-bersama-ayah/

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

 

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/127
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆18 Juli 2016
📆 12 Syawal 1437
_______________________
📝 Tema : Parenting
📝 Ditulis oleh : Sarra Risman

🤔 Ragu apakah anak anda siap sekolah?
gampang sekali membedakannya.

*Mereka akan kasih tau lewat airmata mereka*

Anak yang sudah siap melakukan sesuatu
tidak akan mengeluarkan air mata.
Sesuatu yang tepat waktu akan seperti buah matang di pohonnya.
jatuh sendiri.. manis pula.

Ketika air mata hadir di hari pertama sekolah, pikirkan salahnya dimana.
Apakah mereka kurang disiapkan atau memang belum usianya berpisah dengan ibunya.

🙅🏼Jangan hiraukan apa yang dikatakan guru.
Mereka bukan ibu dari anak itu.
Bukan mereka yg melahirkan, membesarkan, dan mengasuh sehingga air mata yg tumpah dari mata kecil itu tidak membuat jiwa mereka ikut pilu.

🙂 Kalau usia belum melewati angka 5, sangat besar kemungkinan airmata tumpah karena masa kelekatan belum sampai pada ujungnya.

Tunda saja setahun lagi, tidak mengapa. Biasanya yang galau murni orangtuanya saja, anak-anak tidak perduli dengan perbedaan usia padahal selisih setahun dalam kematangan emosi, nyata bedanya.

☺ Ketika sekolah sudah tidak bisa lagi di undur ke tahun berikutnya karena usia sudah melewati 6 setengah berarti solusinya adalah peluk sampai tangis reda, mundur perlahan ‘selangkah demi selangkah’.

Kalau jam pertama harus di dalam kelas demi ketenangan kalbu, maka sehabis istirahat, ibu tunggu di luar pintu.
hari kedua, pagi tetap di luar pintu, habis istirahat di taman. Tunggu sampai anak yakin dan merasa aman, bahwa setiap kali dia keluar, ibunya keliatan dan lalu.. kembali mundur perlahan.

Kasih tenggat waktu tertentu dan count down bersama.
Bahwa mama hanya akan menunggu 5 hari saja senin, selasa, rabu, kamis dan jumat… terus sudah.
Kita berlatih berani supaya Senin depan
cukup mama jemput ketika selesai sekolah.

🙅🏼Jangan terlambat menjemputnya. Tepati janji.
Esok adalah langkah pertama dari 6000 hari.
6000 hari sekolah sampai kelak dia sarjana.
Anda salah langkah diawal, khawatir betulinnya jadi lebih susah
So please bersabar di hari-hari pertama ini
karena kepercayaan bahwa rasa aman terjamin, adalah kunci.

Sekolah itu seperti makan, kudu happy, karena ini adalah hal jangka panjang dan di lakukan setiap hari.
Jika sekolah bisa terasa seperti rumah kedua, anak tidak akan bosan-bosan untuk belajar seumur hidupnya.

👉🏼 Oh ya.. dan..mengikuti saran bapak menteri,
saya super duper setuju agar para ayah mengambil cuti.
Karena kehadiran ayah entah mengapa seakan memberi suntikan extra akan rasa berani, yang sangat di perlukan di hari pertama ini.

Semoga saja para Ayah bisa bijak menanggulangi rasa dan tidak melarang tangisan kepada anak laki-laki mereka.
Lha wong Yang Menciptakan saja memberi air mata, kok bisa2nya kita melarang ia utk tumpah, ………emang kita siapa?

🙅🏼 Dan plis deh jangan mulai membanding anak dg temannya
dengan bilang:

“Tuh si A ga nangis, masa kamu kalah?”

Beda emak, beda bapak, beda kepribadian
jangan2 jg beda kualitas pengasuhan.
Bisa jadi anak yang tidak menangis itu karena dia tidak merasa begitu dekat dengan ibunya sehingga dilepas jadi tidak terasa begitu menyiksa.

Kalau saya lebih seneng kalau anak, walau sedikit, ada nangisnya. Karena kalau sama sekali ga nangis, apa ga jadi curiga kenapa itu anak jadi bgitu hepi keluar dari rumah dan kok ga ada sedihnya berpisah sama ibunya? 😜

Tapi intinya sih sederhana:

❣Jangan pernah meninggalkan anak anda
dalam keadaan menangis karena kita tidak tau batas usia.
Khawatir saat itu adalah saat kita terakhir bertemu dengannya, jadi jangan dilepas ber-air mata.

Yay.. let’s go back to school!!!

#sarrarisman

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

 

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/128
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 20 Juli 2016
📆 14 Syawal 1437
_______________________
📝 Tema : Islamic Knowledge

*QIMATUL ‘AMAL (NILAI SUATU PERBUATAN)*

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku” (QS. Adz Dzariyat : 56)

🍇 Syaikhul Islam mengatakan bahwa makna ibadah adalah taat kepada Allah dengan menjalankan apa-apa yang telah diperintah-Nya melalui lisan-lisan para rasul.

🍉 Imam Qurthubi berkata, “asal makna ibadah adalah merendahkan diri dan tunduk”.

🍋 Ada 4 nilai perbuatan (qimatul ‘amal) :

1⃣ Nilai materi (qimah madiyah)
Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan. Contoh: melakukan jual beli dan bekerja.

2⃣ Nilai kemanusiaan (qimah insaniyah)
Tujuannya adalah menyelamatkan manusia tanpa melihat warna kulit, agama, ras atau pertimbangan-pertimbangan lain selain kemanusiaan. Contoh : menyelamatkan orang yang tenggelam dan memberi makan orang miskin.

3⃣ Nilai moral (qimah akhlaqiyah/khuluqiyah)
Tujuan nilai moral adalah sebagai aspek khuluqiyah (nilai baik) tanpa memperhatikan segi keuntungan materi ataupun kemanusiaan.
Contoh : bersikap jujur dan amanah.

4⃣ Nilai spiritual (qimah ruhiyah)
Tujuannya adalah semata mata untuk beribadah dalam rangka ketaatan kepada Allah.

🍐 Hakekat dari nilai perbuatan ini adalah tujuan dari setiap perbuatan harus ada nilai perbuatan (jika tidak, maka perbuatan tersebut akan berakhir sia-sia). Dan ketika melakukan suatu perbuatan akan mungkin menghadapi benturan perbuatan sehingga ketika terjadi benturan aktivitas ada yang harus diprioritaskan. Dan Allah sendirilah yang sudah menunjukan kepada kita, ketika terjadi benturan antara nilai perbuatan satu dengan yang lain dan mana yang harus diprioritaskan. Dan inilah yang dikenal dengan ‘amal prioritas.

Sumber:
🌏 Dari berbagai sumber

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

 

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/129
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 22 Juli 2016
📆 16 Syawal 1437
_______________________
📝 Tema : Health and Safety
👸🏻 Oleh : Niken Handini

🍇 *_F o o d S a f e t y_* 🍇

🍴 Pernah mendengar berita tentang keracunan makanan setelah memakan makanan dari pesta pernikahan, sepulang sekolah atau dari kantin tempat kerja?

_Kira-kira apakah penyebabnya?_

Yuk kita bahas mengenai _food safety_ atau keamanan pangan spy hal tsb tidak terjadi kpd kita maupun keluarga kita.

*_Food safety_* atau keamanan pangan adalah suatu ilmu yg mempelajari ttg penanganan, persiapan serta penyimpanan makanan dgn cara mencegah penyakit yg dibawa oleh makanan.

📌 Beberapa penyebab terjadinya :
1. Kebersihan yg kurang baik
2. Makanan yg kurang matang
3. Peralatan & bahan makanan yg terkontaminasi
4. Bahan makanan dari sumber yg tdk bersih
5. Tempat penyimpanan yg kurang baik
6. Suhu yg kurang tepat

🔎 Pencegahan :

1. Mencuci tangan dgn sabun setiap sebelum&sesudah menyiapkan makanan

2. Hindari terjadinya kontaminasi silang yg menyebabkan bakteri dr 1 jenis produk makanan ke produk lainnya, antara lain dgn cara:
– Memisahkan daging mentah, ayam dan ikan dr pasar
– Memisahkan _cutting board_/talenan untuk jenis daging & sayuran

3. Masak makanan pada suhu yg tepat
Makanan baik utk dimakan jika dipanaskan dlm waktu yg cukup lama & pada suhu yg cukup panas utk membunuh bakteri penyebab penyakit

4. Dinginkan makanan sisa utk menghambat bakteri berkembang biak
-makanan panas disimpan pd suhu 60°C atau lebih
-makanan dingin disimpan pd suhu 5°C atau kurang
5. Gunakan sistem *fifo* _(first in first out)_
Bahan yg baru diletakkan di belakang bahan yg lama sehingga saat mengambil bahan yg lama dahulu yg akan diolah

6. Memisahkan tempat sampah basah & kering, dlm keadaan tertutup dan bersihkan tempat sampah setiap hari

7. Pembuangan minyak goreng bekas
Biarkan dingin kemudian masukkan ke dalam kaleng bekas/drum. Jangan buang minyak bekas ke saluran air

8. Penyimpanan makan terdiri dari :
-bahan kering di lemari spt mie, susu, kue selalu lihat tgl kadaluarsa
-bahan beku spt daging, ayam, ikan di freezer
-bahan mudah busuk spt buah, sayur, keju di chiller dgn suhu 5-10°C
-bahan kering bukan makanan spt tisu, aluminium foil, plastik ditempatkan terpisah di lemari
-bahan kimia & pembersih tidak disimpan dalam tempat yg sama dgn bahan yg berhubungan dgn makanan

9. Tidak menyajikan makanan saat sedang mengalami sakit yg dpt menular spt flu & diare

Sumber:
🌏 Modul training _”Food Safety Management System”_ Star Safety

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

 

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/130
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 25 Juli 2016
📆 19 Syawal 1437
_______________________
📝 Tema : Islamic Knowledge
👸🏻Disarikan oleh : Indri Maharani

🐮 *KURBAN IDUL ADHA* 🐮

🐏 Idul Adha adalah momen hari raya Islam (10 Dzulhijjah) yang memberikan makna dan pengertian berupa nilai-nilai pengorbanan yang diangkat dari sejarah dan kisah nabi Ibrahim serta anaknya Ismail. Idul Adha dikenal juga dengan sebutan hari raya kurban dan hari raya haji.

🐑 Kurban adalah melepaskan keterikatan pada hawa nafsu atau rasa cinta pada sesuatu yang berharga dan memberikannya dengan ikhlas sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.

🐐 Namun pernahkah ketika mendekati Idul Adha kita menyadari bahwa lagi-lagi, tahun ini tidak bisa berkurban?

🐃 Berkurban sebenarnya hanya disyariatkan bagi yang mampu, tetapi untuk yang dapat membeli gadget terbaru dan perawatan kulit ke salon setiap bulan, seharusnya kita tahu bahwa harga kurban sapi dan kambing berada di bawah jumlah itu.

🐂 Salah satu alasan yang membuat kurban terasa berat adalah jika biayanya dikeluarkan sekaligus. Akan tetapi, kurban akan terasa lebih ringan jika kita menabung terlebih dahulu.

🐄 Tips agar mampu berkurban di hari raya Idul Adha

1⃣ Memahami Alasan Kurban
Secara khusus, perintah kurban ada dalam Al-Quran surah Al-Kautsar : 1 dan 2 yang berbunyi: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” Perintah berkurban di sini bersandingan dengan salat untuk menyatakan syukur atau terima kasih. Jadi, apabila kita merasa telah memiliki nikmat yang banyak, maka kita adalah salah satu yang masuk dalam perintah berkurban.

2⃣Memahami manfaat kurban.
Dalam Islam, berkurban bukanlah ritual penyembelihan kambing atau sapi setelah salat Idul Adha. Di antara hikmah yang paling jelas selain menunjukkan ketaatan, keikhlasan, dan kesabaran, kurban adalah berbagi.

3⃣Menentukan strategi kurban
🔸 Buatlah penilaian pada diri sendiri, apakah kita telah memenuhi syarat berkurban yakni : *mampu* .
Bila kebutuhan primer seperti mampu menentukan menu makan harian dan telah berada pada tempat tinggal yang nyaman walaupun mengontrak serta mampu berganti pakaian setiap hari, maka kita tergolong mampu dalam berkurban.
🔸Menentukan hewan kurban
Harga sapi dan kambing bervariasi tergantung jenis dan harganya selalu berubah dengan kenaikan berkisar antara 10%-30% setiap tahun . Harga sapi biasanya tujuh kali lipat harga kambing. Bila ingin berkurban sapi namun dana belum mencukupi, kita dapat mengikuti “patungan” yang biasanya diadakan oleh badan zakat atau masjid disekitar tempat tinggal.

4⃣ Mulailah menabung
Mulai hari ini anggarkan menabung untuk berkurban di Idul Adha. Menabung tidak harus ditargetkan untuk berkurban pada tahun ini. Apabila tabungan yang telah disisihkan kurang dari jumlah yang harus dikeluarkan saat Idul Adha tiba, maka kita dapat menunda kurban sampai tahun depan atau tahun berikutnya. Namun Allah memerintahkan para hamba-Nya untuk bersegera dalam kebaikan dalam QS. al-Baqarah:148 “Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan”.

©Sumber:
Berbagai sumber

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

 

Disclaimer :
Semua materi yang yang disebar sudah melalui persetujuan Founder atau PIC dari komunitas yang bersangkutan tanpa menghilangkan format asli termasuk header-footer.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s