Kumpulan Materi IPC 106-115

 

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/106
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 2 Mei 2016
📆 24 Rajab 1437

_______________________

📝 Disaring oleh: Indri Maharani
📝 Tema: Islamic Knowledge

🌷KHADIJAH BINTI KHUWAILID 🌷

Khadijah binti Khuwailid adalah sebaik-baik wanita ahli surga. Ini sebagaimana sabda Rasulullah, “Sebaik-baik wanita ahli surga adalah Maryam binti Imran dan Khadijah binti Khuwailid.”Khadijah adalah wanita pertama yang hatinya tersirami keimanan dan dikhususkan Allah untuk memberikan keturunan bagi Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam., menjadi wanita pertama yang menjadi Ummahatul Mukminin, serta turut merasakan berbagai kesusahan pada fase awal jihad pcnyebaran agarna Allah kepada seluruh umat manusia.

Khadijah adalah wanita yang hidup dan besar di lingkungan Suku Quraisy dan lahir dari keluarga terhormat pada lima belas tahun sebelum Tahun Gajah, sehingga banyak pemuda Quraisv yang ingin mempersuntingnya. Sebelum menikah dengan Rasulullah, Khadijah pernah dua kali menikah. Suami pertama Khadijah adalah Abu Halah at-Tamimi, yang wafat dengan meninggalkan kekayaan yang banyak, juga jaringan perniagaan yang luas dan berkembang. Pernikahan kedua Khadijah adalah dengan Atiq bin Aidz bin Makhzum, yang juga wafat dengan meninggalkan harta dan perniagaan. Dengan demikian, Khadijah menjadi orang terkaya di kalangan suku Quraisy.

🌹 Wanita Cerdas

Kekayaan yang berlimpahlah yang menjadikan Khadijah tetap berdagang. Akan tetapi, Khadijah merasa tidak mungkin jika sernua dilakukan tanpa bantuan orang lain. Tidak mungkin jika dia harus terjun langsung dalam berniaga dan bepergian membawa barang dagangan ke Yaman pada musim dingin dan ke Syam pada musim panas. Kondisi itulah yang menyebabkan Khadijah mulai mempekerjakan beberapa karyawan yang dapat menjaga amanah atas harta dan dagangannya. Untuk itu, para karyawannya menerima upah dan bagian keuntungan sesuai dengan kesepakatan. Walaupun pekerjaan itu cukup sulit, bermodalkan kemampuan intelektual dan kecemer1angan pikiran yang didukung oleh pengetahuan dasar tentang bisnis dan bekerja sama, Khadijah mampu menyeleksi orang-orang yang dapat diajak berbisnis. Itulah yang mengantarkan Khadilah menuju kesuksesan yang gemilang.

🌹Istri Pertama Rasulullah

Allah menghendaki pernikahan hamba pilihan-Nya itu dengan Khadijah. Ketika itu, usia Muhammad baru menginjak dua puluh lima tahun, sementara Khadijah empat puluh tahun. Walaupun usia mereka terpaut sangat jauh dan harta kekayaan mereka pun tidak sepadan, pernikahan mereka bukanlah pernikahan yang aneh, karena Allah Subhanahu wa ta’ala telah memberikan keberkahan dan kemuliaan kepada mereka.

Khadijah adalah istri Nabi yang pertama dan menjadi istri satu-satunya sebelum dia rneninggal. Allah menganugerahi Nabi Shallallahu alaihi wassalam. melalui rahirn Khadijah beberapa orang anak ketika dibutuhkan persatuan dan banyaknya keturunan. Dia telah mernberikan cinta dan kasih sayang kepada Rasuluflah Shallallahu alaihi wassalam. pada saat-saat yang sulit dan tindak kekerasan dan kekejaman datang dari kerabat dekat. Bersama Khadijah, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. mernperoleh per1akuan yang baik serta rumah tangga yang tenteram damai, dan penuh cinta kasih, setelah sekian lama beliau merasakan pahitnya menjadi anak yatirn piatu dan miskin.

🌹Ibunda Penuh Kasih

Khadijah melahirkan dua orang anak laki-laki, yaitu Qasim dan Abdullah serta empat orang anak perempuan, yaitu Zainab, Ruqayah, Ummu Kultsum dan Fatimah. Seluruh putra dan putrinya lahir sebelum masa kenabian, kecuali Abdullah. Karena itulah, Abdullah kemudian dijuluki ath-Thayyib (yang balk) dan ath-Thahir (yang suci).

Zainab banyak rnenyerupai ibunya. Setelah besar, Zainab dinikahkan dengan anak bibinya, Abul Ash ibnur Rabi’. Pernikahan Zainab ini merupakan peristiwa pertama Rasulullah rnenikahkan putrinya, dan yang terakhir beliau menikahkan Ummu Kultsum dan Ruqayah dengan dua putra Abu Lahab, yaitu Atabah dan Utaibah. Ketika Nabi Shallallahu alaihi wassalam. diutus menjadi Rasul, Fathimah az-Zahra, putri bungsu beliau rnasih kecil.

Selain mereka ada juga Zaid bin Haritsah yang sering disebut putra Muhammad. Semula, Zaid dibeli oleh Khadijah dari pasar Mekah yang kemudian dijadikan budaknya. Ketika Khadijah menikah dengan Muhammad, Khadijah memberikan Zaid kepada Muhammad sebagai hadiah. Rasulullah sangat mencintai Zaid karena dia memiliki sifat-sifat yang terpuji. Zaid pun sangat mencintai Rasulullah.

🌹 Istri Tangguh

Saat Rasulullah menyendiri di Gua Hira, menghambakan diri kepada Allah yang Maha Esa, sesuai dengan ajaran Nabi Ibrahim a.s. Khadijah sangat ikhlas dengan segala sesuatu yang dilakukan suaminya dan tidak khawatir selama ditinggal suaminya. Bahkan dia menjenguk serta menyiapkan makanan dan minuman selama beliau di dalam gua, karena dia yakin bahwa apa pun yang dilakukan suaminya merupakan masalah penting yang akan mengubah dunia.

Sepulang dari Gua Hira mendapatkan wahyu kenabian yang disampaikan Malaikat Jibril. Keringat deras mengucur dari seluruh tubuhnya sehingga beliau kepayahan dan tidak menemukan jalan menuju rumah. Khadijah melihat beliau dalam keadaan terguncang seperti itu, kemudian memapahnya ke rumah, serta berusaha menghilangkan ketakutan dan kekhawatiran yang memenuhi dadanya. “Berilah aku selimut, Khadijah!” Beberapa kali beliau meminta istrinya menyelimuti tubuhnya. Khadijah memberikan ketenteraman kepada Rasulullah dengan segala kelembutan dan kasih sayang sehingga beliau merasa tenteram dan aman. Beliau ridak langsung menceritakan kejadian yang menimpa dirinya kepada Khadijah karena khawatir Khadijah menganggapnya sebagai ilusi atau khayalan beliau belaka.

Khadijah tampil mendampingi Rasulullah dengan penuh kasih sayang, cinta, dan kelembutan. Wajahnya senantiasa membiaskan keceriaan, dan bibirnya meluncur kata-kata jujur. Setiap kegundahan yang Rasulullah lontarkan atas perlakuan orang-orang Quraisy selalu didengarkan oleh Khadijah dengan penuh perhatian untuk kemudian dia memotivasi dan rnenguatkan hati Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassalam. Bersama Rasulullah, Khadijah turut menanggung kesulitan dan kesedihan, sehingga tidak jarang dia harus mengendapkan perasaan agar tidak terekspresikan pada muka dan mengganggu perasaan suaminya. Yang keluar adalah tutur kata yang lemah lembut sebagai penyejuk dan penawar hati. Khadijah senantiasa menambah semangat dan kesabaran untuk terus berjuang menyebarluaskan agama Allah ke seluruh penjuru. Khadijah pun tidak memperhitungkan harta bendanya yang habis digunakan dalam perjuangan ini.

🌹Sebaik-baiknya Wanita Penghuni Surga

Saat dakwah Rasulullah ditentang kaum Quraisy. Ketika itu kehidupan Khadijah sangat jauh dan kehidupan sebelumnya yang bergelimang dengan kekayaan, kemakmuran, dan ketinggian derajat. Khadijah rela didera rasa haus dan lapar dalam mendampingi Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan kaum muslimin. Dia sangat yakin bahwa tidak lama lagi pertolongan Allah akan datang. Pemboikotan itu berlangsung selama tiga tahun, tetapi tidak sedikit pun menggoyahkan akidahnya, bahkan yang dirasakan adalah bertambah kokohnya keimanan dalam hati. Akibat beberapa tahun menderita kelaparan dan kehausan karena pemboikotan itu. Semakin hari, kondisi badannya semakin menurun, sehingga Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. semakin sedih. Bersama Khadijahlah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. membangun kehidupan rumah tangga yang bahagia. Dalam sakit yang tidak terlalu lama, dalam usia enam puluh lima tahun, Khadijah meninggal, menyusul Abu Thalib.

Khadijah dikuburkan di dataran tinggi Mekah, yang dikenal dengan sebutan al-Hajun. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. sendiri yang mengurus jenazah istrinya, dan kalimat terakhir yang beliau ucapkan ketika melepas kepergiannya adalah: “Sebaik-baik wanita penghuni surga adalab Maryam binti Imran dan Khadijah binti Khuwailid.”

Khadijah meninggal setelah mendapatkan kemuliaan yang tidak pernah dimiliki oleh wanita lain, Dia adalah Ummul Mukminin istri Rasulullah yang pertama, wanita pertama yang mernpercayai risalah Rasulullah, dan wanita pertama yang melahirkan putra-putri Rasulullah. Dia merelakan harta benda yang dimilikinya untuk kepentingan jihad di jalan Allah. Dialah orang pertama yang mendapat kabar gembira bahwa dirinya adalah ahli surga. Kenangan terhadap Khadijah senantiasa lekat dalam hati Rasulullah sampai beliau wafat. Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai Sayyidah Khadijah binti Khuwailid dan semoga Allah memberinya tempat yang layak di sisi-Nya. Amin.

© Sumber:
http://artikelmuslimah.com/sirah-khadijah-binti-khuwaild/

📚Divisi Program IPC ✏

💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🙏 Islamic Parenting Community 🙏
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting @ipc.gallery @islameefashion

🐥 twitter: @isparentingcom

🌏 web: IslamicParenting.net

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/107
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 4 Mei 2016
📆 26 Rajab 1437

_______________________

📝 Disaring oleh: Indri Maharani
📝 Tema: Children Growth and Devlopment

✍🏼 PENTINGNYA MENCATAT TUMBUH KEMBANG ANAK ✍🏼

🗓Deteksi dini tumbuh kembang anak / balita adalah kegiatan atau pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah. Dengan ditemukan secara dini penyimpangan atau masalah tumbuh kembang anak, maka intervensi akan lebih mudah dilakukan.

🗓Pencatatan tumbuh kembang anak saat ini semakin mudah dilakukan, didukung dengan banyaknya buku agenda tumbuh kembang yang dijual bebas dipasaran maupun buku catatan tumbuh kembang anak yang diperoleh dari pemerintah berupa KMS. Bahkan aplikasi di telepon pintar telah banyak diluncurkan sehingga memudahkan orang tua mencatat tumbuh kembang anak setiap harinya.

📋Tahap Pencapaian Tumbuh Kembang Anak

1⃣ Masa prenatal
Masa prenatal terdiri atas dua fase, yaitu fase embrio dan fase fetus, pada fase embrio pertumbuhan mulai dari konsepsi hingga 8 minggu pertama ,pada minggu kedua terjadi pembelahan sel dan terjadi pemisahan jaringan antara entoderm dan ectoderm pda minggu ketiga terbentuk lapisan mesoderm

2⃣ Masa postnatal
Pertumbuhan atau perkembangan postnatal dikenal dengan pertumbuhan dan perkembangan setelah lahir ini diawali dengan masa neonates (0-28hari) yang merupkan masa terjadi kehidupan yang baru dalam ekstra uteri yaitu adanya proses adaptasi semua sistem organ tubuh.

📄 Ciri-ciri Tumbuh Kembang Anak

1⃣ Perkembangan menimbulkan perubahan
2⃣ Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya
3⃣ Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda
4⃣ Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan
5⃣ Perkembangan mempunyai pola yang tetap
6⃣ Perkembangan memiliki tahap yang berurutan

📊 Aspek Pertumbuhan dan Perkembangan Anak yang Dicatat:

1⃣ Gerak kasar atau motorik kasar adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan pergerakan dengan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar seperti duduk, berdiri, dsb

2⃣ Gerak halus atau motorik halus adala aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat seperti mengamati sesuatu, menjimpit, menulis, dsb

3⃣ Kemampuan bicara dan bahasa adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, berbicara, berkomunikasi, mengikuti perintah dsb

4⃣ Sosialisasi dan kemandirian adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri anak (makan sendiri, membereskan mainan selesai bermain), berpisah dengan ibu/pengasuh anak, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya, dsb

📌Mengapa Penting untuk Dicatat?

1⃣ Sebagai bukti cinta dan kasih sayang.
Untuk dapat membuat catatan harian anak, otomatis orang tua harus intensif terlibat dan sering memperhatikan aktivitas anak dari saat bangun pagi sampai tidur malam. Intensitas keterlibatan dan perhatian ini pada dasarnya akan menjembatani hubungan emosional, fisik, maupun komunikasi yang erat antara orang tua dan anak

2⃣ Menegakkan diagnosis dini setiap kelainan tumbuh kembang.
Dengan rajin mencatat orang tua bisa mengetahui seandainya proses tumbuh kembang si kecil tidak seiring dengan rata-rata anak seusianya, entah terlambat atau terlalu cepat. Jika memang ditemukan sesuatu yang tidak biasa pada bayi, dengan begitu kita bisa segera mengkonsultasikan kondisinya pada pakar. Contohnya, jika ayah atau ibu mencatat bahwa bayinya tidak melewati tahapan merangkak pada usia yang lazim, maka ini bisa menjadi bukti kurangnya koordinasi motorik halus pada bayi

3⃣ Kemungkinan penanganan yang efektif dalam mencari penyebab dan pencegahan suatu kejadian.
Catatan harian yang dibuat orang tua akan memudahkan penelusuran menuju akar masalah seandainya anak mengalami suatu hal. Saat psikolog atau dokter bertanya mengenai keadaan atau pengalaman apa saja yang sudah terjadi pada anak, orang tua bisa dengan mudah mengungkapkannya dibantu catatan harian. Pada saat sakit, misalnya, dokter bisa menemukan penyebabnya dengan melihat riwayat penyakitnya untuk kemudian mencarikan pengobatan yang terbaik buat anak. Keuntungannya, pola komunikasi ini menurunkan kemungkinan anak mengonsumsi obat yang tidak perlu.

4⃣ Sebagai upaya untuk semakin mengenal anak secara dekat baik fisik, mental dan sosial.
Bila orang tua sudah sedemikian dekat hubungannya dengan anak. Tipis kemungkinan orang tua akan selalu memaksakan kehendak pada anaknya. Dorongan untuk membanding-bandingkan anaknya dengan anak lain dan menuntut si anak menunjukkan kemajuan yang sama dengan anak lain dengan sendirinya akan terminimalisir. Hal itu tidak terjadi karena orang tua kenal betul kondisi dan kemampuan anaknya.

Sumber:
http://dr-suparyanto.blogspot.co.id/2010/09/deteksi-dini-tumbuh-kembang-anak-balita.html
http://tabloidnova.com/Keluarga/Anak/Pentingnya-Catatan-Harian-Bayi

📚Divisi Program IPC ✏

💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🐥 twitter: @isparentingcom

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/108
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 9 Mei 2016
📆 1 sya’ban 1437

_______________________

📝 Ditulis oleh: Muhamad Nurdin F.
📝 Tema: Islamic Knowledge

AISYAH BINTI ABU BAKAR

🌺Aisyah binti Abu Bakar adalah istri dari Nabi Muhammad salallahi alaihi wassaalam. ‘Aisyah adalah putri dari Abu Bakar (khalifah pertama), hasil dari pernikahan dengan isteri keduanya yaitu Ummi Ruman yang telah melahirkan Abd al Rahman dan Aisyah. Beliau termasuk ke dalam ummul-mu’minin (Ibu orang-orang Mukmin). Ia dikutip sebagai sumber dari banyak hadits, dimana kehidupan pribadi Muhammad menjadi topik yang sering dibicarakan.

🌷Aisyah binti Abu Bakar adalah satu-satunya istri Nabi Muhammad yang saat dinikah oleh Nabi Muhammad berstatus gadis. Sedangkan istri-istriNabi Muhammad yang lain umumnya adalah janda.

🌹Nama dan Nasab – Beliau adalah ‘Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq bin Abu Quhafah bin ‘Amir bin ‘Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay. Ibunda beliau bernama Ummu Rumman binti ‘Umair bin ‘Amir bin Dahman bin Harist bin Ghanam bin Malik bin Kinanah.

🌻Pernikahan dengan Nabi Muhammad SAW

‘Aisyah .ra terlahir empat atau lima tahun setelah diutusnya Rasulullah salallahi alaihi wassaalam. Ayah Aisyah, Abu Bakar merasa Aisyah sudah cukup umur untuk menikah, karena hal itu, Aisyah akan dinikahkan dengan Jubayr bin Mut’im, tetapi pernikahan tersebut tidak terjadi disebabkan Ayah Jubair, Mut‘im bin ‘Adi menolak aisyah dikarenakan Abu Bakar telah masuk Islam pada saat itu. Istri Mut’im bin Adi mengatakan tidak mau keluarganya mempunyai hubungan dengan para muslim, yang dapat menyebabkan Jubair menjadi seorang Muslim.

Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun, dimana Aisyah menjadi istri ketiga Muhammad setelah Khadijah dan Saudah binti Zam’ah. Tetapi terdapat berbagai silang pendapat mengenai pada umur berapa sebenarnya Muhammad menikahi Aisyah? Sebagian besar referensi (termasuk sahih Bukhari dan sahih Muslim) menyatakan bahwa upacara perkawinan tersebut terjadi di usia enam tahun, dan Aisyah diantarkan memasuki rumah tangga Muhammad sejak umur sembilan tahun.

Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan Ghulam Nabi Muslim Sahib, dengan berdasarkan referensi dari Kitab Ahmal fi Asma’ al-Rijjal karangan al-Khatib al-Tibrizi dimana dalam kitab tersebut disebutkan Setidaknya Aisyah berumur 19 tahun saat menikah dengan Nabi.

🌼Keutamaan Aisyah ra

Pribadi yang Haus Ilmu – Selama Sembilan tahun  hidup denganRasulullah saw. Beliau dikenal sebagai pribadi yang haus akan ilmu pengetahuan. Ketekunan dalam belajar menghantarkan beliau sebagai perempuan yang banyak menguasai berbagai bidang ilmu. Diantaranya adalah ilmu al-qur’an, hadist, fiqih, bahasa arab dan syair. Keilmuan Aisyah tidak diragukan lagi karena beliau adalah orang terdekat Rasulullah yang sering mengikuti pribadi Rasulullah.  Banyak wahyu yang turun dari Allah disaksikan langsung oleh Aisyah ra.

“Aku pernah melihat wahyu turun kepada Rasulullah pada suatu hari yang sangat dingin sehingga beliau tidak sadarkan diri, sementara keringat bercucuran dari dahi beliau.“ (HR. Bukhari).

Periwayat Hadist – Aisyah juga dikenal sebagai perempuan yang banyak menghapalkan hadist-hadist Rasulullah. Sehingga beliau mendapat gelar Al-mukatsirin (orang yang paling banyak meriwayatkan hadist). Ada sebanyak 2210 hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah ra. Diantaranya terdapat 297 hadist  dalam kitab shahihain dan sebanyak 174 hadist yang mencapai derajat muttafaq ‘alaih. Bahkan para ahli hadist menempatkan beliau pada posisi kelima penghafal hadist setelah Abu Hurairah, Ibnu Umar, Anas bin Malik, dan Ibnu Abbas.

Kecerdasan dan keluasan ilmu yang dimiliki  Aisyah ra sudah tidak diragukan lagi. Bahkan beliau dijadikan tempat bertanya para kaum wanita dan para sahabat tentang permasalahan hukum agama, maupun kehidupan pribadi kaum muslimin secara umum.

Hisyam bin Urwah meriwayatkan hadis dari ayahnya. Dia mengatakan:“Sungguh aku telah banyak belajar dari ‘Aisyah. Belum pernah aku melihat seorang pun yang lebih pandai daripada ‘Aisyah tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah diturunkan, hukum fardhu dan sunnah, syair, permasalahan yang ditanyakan kepadanya, hari-hari yang digunakan di tanah Arab, nasab, hukum, serta pengobatan.”

Pribadi yang Tegas dalam Menegakkan Hukum Allah – Aisyah juga dikenal sebagai pribadi yang tegas dalam mengambil sikap. Hal ini terlihat dalam penegakan hukum Allah, Aisyah langsung menegur perempuan-perempuan muslim yang melanggar hukum Allah.

Suatu ketika dia mendengar bahwa kaum wanita dari Hamash di Syam mandi di tempat pemandian umum. Aisyah mendatangi mereka dan berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda, ‘Perempuan yang menanggalkan pakaiannya di rumah selain rumah suaminya maka dia telah membuka tabir penutup antara dia dengan Tuhannya.“ (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah)

Aisyah pun pernah menyaksikan adanya perubahan pada pakaian yang dikenakan wanita-wanita Islam setelah Rasulullah wafat. Aisyah menentang perubahan tersebut seraya berkata, “Seandainya Rasulullah melihat apa yang terjadi pada wanita (masa kini), niscaya beliau akan melarang mereka memasuki masjid sebagaimana wanita Israel dilarang memasuki tempat ibadah mereka.”

Di dalam Thabaqat Ibnu Saad mengatakan bahwa Hafshah binti Abdirrahman menemui Ummul-Mukminin Aisyah. Ketika itu Hafsyah mengenakan kerudung tipis. Secepat kilat Aisyah menarik kerudung tersebut dan menggantinya dengan kerudung yang tebal.

Pribadi yang Dermawan – Dalam hidupnya Aisyah ra juga dikenal sebagai pribadi yang dermawan. Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Aisyah ra pernah menerima uang sebanyak 100.000 dirham. Kemudian beliau meminta para pembantunya untuk membagi-bagikan uang tersebut kepada fakir miskin tanpa menyisakan satu dirhampun untuk beliau. Padahal saat itu beliau sedang berpuasa.

Harta duniawi tidak menyilaukan Aisyah ra. Meskipun pada saat itu kelimpahan kekayaan berpihak kepada kaum muslimin. Aisyah ra tetap hidup dalam kesederhanaan sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Setelah Rasulullah meninggal dunia, Aisyah ra menghabiskan hidupnya untuk perkembangan dan kemajuan Islam. Rumah beliau tak pernah sepi dari pengunjung untuk bertanya berbagai permasalahan syar’iat . Sampai-sampai Khalifah Umar bin khatab dan Usman bin Affanmengangkat beliau menjadi penasehat. Hal ini merupakan wujud penghormatan  Umar dan Ustman terhadap kemuliaan Ilmu yang dimiliki oleh Aisyah ra.

💐Wafatnya ‘Aisyah .ra

‘Aisyah .ra meninggal pada malam selasa, tanggal 17 Ramadhan setelah shalat witir, pada tahun 58 Hijriyah. Yang demikian itu menurut pendapat mayoritas ulama. Ada juga yang berpendapat bahwa beliau wafat pada tahun 57 H, dalam usia 63 tahun dan sekian bulan. Para sahabat Anshar berdatangan pada saat itu, bahkan tidak pernah ditemukan satu hari pun yang lebih banyak orang-orang berkumpul padanya daripada hari itu, sampai-sampai penduduk sekitar Madinah turut berdatangan.

‘Aisyah .ra dikuburkan di Pekuburan Baqi’. Shalat jenazahnya diimami oleh Abu Hurairah dan Marwan bin Hakam yang saat itu adalah Gubernur Madinah.

Sosok Aisyah ra merupakan teladan yang tepat bagi muslimah tanpa perlu menggembar-gemborkan masalah emansipasi yang terjadi saat ini. Keberadaan Aisyah sudah membuktikan bahwa perempuan juga diberikan posisi yang layak di zaman Rasulullah saw dan para shahabat.

📳 SUMBER:
https://biografi-tokoh-ternama.blogspot.co.id/2014/07/aisyah-binti-abu-bakar-istri-nabi-muhammad-saw.html

📚Divisi Program IPC ✏

💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🐥 twitter: @isparentingcom

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/109
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 13 Mei 2016
📆 5 Sya’ban 1437

_______________________

📝 Disarikan oleh: Riesya Utami
📝 Tema: Parenting

UJIAN PENGASUHAN (bagian II – selesai)

Akidah Islam menetapkan bahwa tujuan hidup setiap manusia adalah menggapai ridha Allah Ta’ala melalui ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan kepadaNya. Keluarga yang berpegang teguh pada akidah Islam akan senantiasa terikat dengan aturan-aturan Islam, membina dan menjalaninya dengan penuh kecintaan. Setiap perintah Allah akan dilaksanakan sekalipun berat, penuh rintangan dan halangan, serta tidak terbayang keuntungan materinya.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah R.A, Ia mengatakan bahwa seseorang datang menghadap Rasulullah SAW, lalu bertanya, “Siapakah orang yang paling berhak kupergauli dengan baik?”
Beliau menjawab, “Ibumu.”
Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?”
Beliau menjawab, “Ibumu.”
Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?”
Beliau menjawab, “Ibumu.”
Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?”
Beliau menjawab, “Ayahmu.”
(HR Muslim)

👶🏻👩🏻👶🏻Seorang ibu lebih dekat dengan anak-anak dan lebih memiliki banyak waktu untuk mendidik putra-putrinya. Karena itu, bentuk pendidikan yang baik dari seorang ibu adalah pendidikan yang disandarkan pada akidah Islamiyah yang lurus. Keberhasilan seorang ibu dalam menanamkan akidah yang haq kepada anak-anaknya, sangat berpengaruh pada perkembangan ruhiyah dan pemahaman agama anak-anaknya kelak.

Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah berkata, “Allah Ta’ala akan menagih tanggung jawab orangtua terhadap anaknya. Siapa yang meremehkan dan menelantarkan begitu saja, berarti ia telah gagal. Kebanyakan perilaku buruk anak bersumber dari kesalahan orangtua. Pengabaian nasib pendidikan mereka sangat bertentangan dengan dien dan AsSunah.”

Akhlak karimah (mulia) penting diajarkan sejak dini mengingat orang terbaik dan dicintai oleh Allah adalah yang terbaik akhlaknya. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya.” (Muttafaqun ‘alaih). Semakin dini akhlak dididik dan dibentuk, maka akan semakin sempurna hasilnya. Hanya saja, membentuk akhlak anak perlu dilakukan secara bertahap dan melalui proses pembiasaan yang terkesan ssederhana. Disinilah kesabaran orangtua dituntut dalam mendidik akhlak anak, yakni melalui keteladanan dan bimbingan yang harus ia berikan kepada buah hatinya. Termasuk ketika sang buah hati menunjukkan perilaku-perilaku yang menguji kapasitas orangtua dalam proses pengasuhan.

Pada materi “Ujian Pengasuhan” bagian I yang lalu kita telah mengetahui tiga jenis misbehavior pada anak yang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan dari orangtua untuk memperbaikinya, yakni Kebiasaan Mencuri, Perasaan Takut, dan Tidak Percaya Diri. Pada bahasan kali ini, akan disebutkan dua jenis misbehavior lainnya yang penting untuk diperhatikan sejak dini pada diri buah hati kita.

😰SUKA MELAWAN

Merupakan suatu fase alami dalam masa pertumbuhan kejiwaan anak yang membantunya pada stabilitas dan menyadari dirinya adalah pribadi yang independen dari orang-orang dewasa (Thifluka ash Shaghir, Hal Huwa Musykilah? karya Dr. Muhammad Kamil Abdusshamad). Dengan berlalunya waktu, anak akan menyadari bahwa keras kepala dan melawan bukanlah cara yang benar, sedang kebiasaan bermasyarakat dalam memberi dan menerima adalah jalan yang benar, khususnya jika orangtuanya mempergaulinya dengan fleksibel, lemah lembut dan pengertian.

❓Penyebabnya:
🔻 Meniru perbuatan orangtuanya
🔻 Membiasakannya taat dan fanatik pada sesuatu
🔻 Ketiadaan ikatan yang kuat dalam pengertian antara anak dan kedua orangtuanya
🔻 Memanjakannya secara berlebihan dan memberikan segala yang diinginkannya

✅Beberapa solusi yang bisa dilakukan:
🔅 Orangtua hendaknya menjelaskan faidah dari apa yang diperintahkan pada anak dan membuatnya puas dengan keterangan tersebut
🔅 Membahagiakan anak kemudian menjelaskan bahwa orangtuanya menyayanginya
🔅 Seimbang dalam mendidik anak, tidak terlalu keras juga tidak terlalu memanjakannya
🔅Selalu berusaha menarik perhatian anak setiap kali akan menyuruhnya
🔅Menghindari memberikan banyak perintah dalam satu waktu sekaligus
🔅Menghindari memberi perintah kepadanya pada saat tertentu kemudian segera melarangnya beberapa saat kemudian

😰KEBIASAAN MERUSAK

❓Beberapa penyebabnya:
🔻 Ingin tahu, atau ingin melepas dan merakit kembali (untuk menambah pengetahuan)
🔻 Faktor-faktor emosional yang terpendam, seperti cemburu, kebencian pada kekuasaan yang membatasinya, keinginan untuk memberontak pada lingkungan, dlsb
🔻 Bertambahnya kegiatan fisik anak yang tidak seimbang dengan perkembangan akalnya

✅Beberapa solusi yang bisa dilakukan:
🔅 Berusaha menghilangkan faktor-faktor yang menyebabkan anak memberontak, balas dendam, dlsb, jika faktor-faktor tersebut memang merupakan penyebabnya
🔅Mengarahkan keinginan anak untuk mengetahui, membongkar, dan menyusun sesuatu, serta memperbanyak mainan yang sesuai dengannya
🔅Menyibukkan anak dengan perbuatan yang lebih banyak menggunakan anggota tubuh daripada menggunakan akalnya (jika penyebabnya adalah bertambahnya kegiatan fisik yang belum seimbang dengan perkembangan akal anak)
🔅Orangtua hendaknya tidak menghalangi kesukaan dan minat anak sehingga keingintahuan dan kepercayaan dirinya tidak tertekan
🔅Mengajak anak ke alam bebas, seperti taman dll yang akan memberikan pengaruh yang besar dalam membangun kepribadiannya
🔅Bermain bersama orangtua merupakan kegembiraan yang besar bagi anak dan sangat bermanfaat bagi mereka. Oleh karena itu usahakan melakukannya, dan jadikan pula permainan ini sebagai sarana untuk targhib (memotivasi dengan hal yang menyenangkan) dan tarhib (memotivasi dengan hal yang tidak disenanginya). Permainan sendiri bagi anak mempunyai beberapa manfaat diantaranya:
🌟Meredam ketegangan emosional dan jasmani bagi anak-anak dan membatasi jiwa permusuhan yang ada pada dirinya
🌟Membantu pembentukan akhlak anak, apalagi dalam permainan kolektif
🌟Pelampiasan kekuatannya yang berlebihan dan keinginannya yang terkekang
🌟Permainan merupakan persiapan dan latihan alami untuk menghadapi fase selanjutnya yang akan dihadapi anak dalam praktek kehidupan

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

“Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah… ” (HR Muslim). Anak terlahir ke dunia dalam keadaan fitrah Islamiyah. Ia lahir dengan membawa akidah yang benar di hatinya. Inilah fitrah Islam yang membekali setiap bayi saat terlahir di dunia. Adapun orangtua berkewajiban memelihara dan menyelamatkan fitrah tersebut. Tanpa upaya nyata dari orangtua, maka fitrah Islamiyah anak dapat rusak dan berubah menjadi kekufuran.

Wallahu ‘alam.

📚Referensi:

Abu Amr Ahmad Sulaiman, Panduan Mendidik Anak Muslim Usia Pra Sekolah, Darul Haq, Jakarta 2016.

Asadulloh Al Faruq, Mendidik Balita Mengenal Agama, Kiswah Media, Solo, 2015.

Vbi Djenggoten, 99 Pesan Nabi: Edisi Lengkap Komik Hadis Bukhari – Muslim, Zahira, Jakarta, 2015.

📚Divisi Program IPC ✏

💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🐥 twitter: @isparentingcom

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/110
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 16 Mei 2016
📆 8 sya’ban 1437

_______________________

📝 Disaringkan oleh: Indri Maharani
📝 Tema: Islamic Knowledge

💞 *HAFSAH BINTI UMAR BIN KHATTAB* 💞

☘Ayahnya   : Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah
☘Ibunya       : Zainab bin Madz’un bin Habib bin Wahb
☘Suku          : Qurays

☘Hafsah dinikahi Rasulullah pada tahun ke 2 Hijriah, bersamaan dengan berkumpulnya Aisyah dengan Rasulullah. Pada saat itu beliau adalah janda Khunais bin Hudzafah As-Sahmi. Wali pernikahan Hafsah dengan Rasulullah adalah ayahnya sendiri, Umar bin Khattab. Hafsah hidup bersama Rasulullah selama 8 tahun. Beliau meninggal di bulan Sya’ban di masa kekhilafahan Marwan bin Al-Hakam R.A.

❤Hafsah binti Umar adalah istri pilihan Rasulullah SAW.

Ketika Hafsah menjanda diusia muda, Umar bergegas mencarikan suami baru untuk putrinya. Beliau menawarkan Hafsah kepada Utsman tetapi Utsman menolak karena ia sebenarnya mengharapkan putri Rasulullah. Umar kecewa. Beliau kemudian menawarkan Hafsah kepada Abu Bakar tetapi Abu Bakar malah mendiamkannya. Tidak menerima juga tidak menolak. Sikap Abu Bakar membuat Umar lebih kesal kepadanya dibanding kepada Utsman yang terang-terangan menolak. Namun kekecewaan Umar tidak berlangsung lama karena Rasulullah datang sebagai pengganti keduanya.

Ketika Hafsah sudah dinikahi Rasulullah, Abu Bakar datang kepada Umar untuk mengklarifikasi sikapnya.

“Abu Bakar berkata, _‘Janganlah Engkau marah kepadaku Umar! Sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku untuk menerima tawaranmu kepadaku melainkan karena aku mengetahui Rasulullah pernah menyebut-nyebut Hafsah dan aku tidak ingin membuka rahasia beliau. Jika beliau tidak menginginkan Hafsah, aku pasti menerima Hafsah_’” (HR. Imam Ahmad, Muslim dan An-Nasai)

Demi Hafsah, Rasulullah mengharamkan Mariyah Al Qibtiyyah

Hafsah adalah istri yang memiliki kedudukan baik di sisi Rasulullah dan sangat pencemburu. Suatu ketika ia menyampaikan kecemburuannya terhadap Mariyah, budak Rasulullah yang berasal  dari Mesir dan sangat cantik. Demi menyenangkan hati Hafsah, Rasulullah bersabda,

“ _Aku bersaksi kepadamu, bahwa budak wanitaku (Mariyah) ini haram bagiku demi mendapat keridhaanmu_.” (HR. Ibnu Jarir Ath Thabari)

💙Hafsah berasal dari keluarga Umar yang dirahmati

Ketika Rasulullah mengharamkan Mariyah, Hafsah membocorkan Rahasia tersebut kepada Aisyah sehingga terjadi fitnah di rumah Rasulullah. Hal ini sangat menyusahkan Rasulullah dan menyebabkan beliau menjauhi istri-istrinya.

“ _Rasulullah SAW mencerai Hafsah. Hal itu didengar Umar bin Khattab. Kemudian ia menuangkan tanah ke atas kepalanya, sambil berkata, ‘Allah tidak peduli kepada Umar dan putrinya.’ Keesokan harinya, Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah dan berkata, ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala memerintahkanmu merujuk Hafsah sebagai rahmat untuk Umar_ ” (HR. Ath Thabrani)

Umar kesal dengan sikap Hafsah yang selalu bersekutu dengan Aisyah untuk mengelabuhi istri-istri Rasulullah yang lain. Beliau menasehati Hafsah,

“ _Wahai putriku, Engkau tidak sebanding dengan Aisyah. Ayahmu juga tidak sebanding dengan ayah Aisyah. Jadi jangan berbuat seperti Aisyah yang merasa bangga atas kecantikannya dan kecintaan Rasulullah kepadanya. Demi Allah, Rasulullah tidak mencintaimu – seperti Rasulullah mencintai Aisyah -. Kalau bukan karena aku, tentu Engkau telah diceraikan_ ”

💚Hafsah dijamin menjadi istri Rasulullah di Surga

Rasulullah SAW bersabda, “ _Jibril berkata kepadaku, ‘Rujuklah kepada Hafsah, karena ia banyak puasa dan Qiyamul lail, serta istrimu di Surga_ ” (HR. Ibnu Sa’ad, Al Hakim, dan Ath-Thabrani)

💛Hafsah menghasilkan dan menyimpan Mushaf Al Qur’an

Hafsah memiliki keistimewaan yang sangat agung. Beliau merupakan wanita cerdas dan bisa membaca serta menulis. Kemampuan ini merupakan kemampuan yang jarang dimiliki oleh kebanyakan orang kala itu.

Kedekatannya dengan Rasulullah membuat Hafsah binti Umar mampu memelihara Alquran di hatinya. Tak hanya itu, kecerdasan dan kepiawaiannya dalam membaca dan menulis, menyebabkan Hafsah dipercaya oleh Nabi untuk mencatat setiap wahyu. Naskah tersebut dicatat di atas papan, tulang, dan kulit yang tersimpan rapi. Oleh karena itu, ia menjadi penulis naskah Alquran pertama langsung di bawah pengawasan Nabi saw. Hafsah binti Umar di juluki penjaga Alquran pertama karena dipercaya untuk menyimpan naskah Alquran setelah Rasulullah wafat.

Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, naskah Alquran dikumpulkan dari catatan pribadi Hafsah maupun hafalan para sahabat. Setelah itu naskah tersebut disusun hingga menajdi muzhab, yang dikenal dengan Muzhab Abu Bakar.

Naskah atau Mushaf Al-Quran pada awalnya diserahkan kepada Khalifah Abu Bakar Ash-shiddiq. Setelah beliau wafat Mushaf dipindahkan pada Khalifah Umar bin Khattab. Setelah Khalifah Umar Wafat, Mushaf disimpan oleh putrinya yaitu Hafsah binti Umar.

Buah dari tulisan Hafsah binti Umar kala itu, menyebabkan surat cinta dari Allah tersusun dengan rapi hingga pada masa kekhalifahan Ustman bin affan, muzhab tersebut diperbanyak dan  bisa sampai di tangan kita hari ini.

💻SUMBER:

📲 http://cintakeluargarasulullah.blogspot.co.id/2016/04/hafsah-binti-umar-bin-khattab-ra.html
📲 http://abiummi.com/hafsah-binti-umar-dan-muzhab-abu-bakar/

📚Divisi Program IPC ✏

💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🐥 twitter: @isparentingcom

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/111
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 18 Mei 2016
📆 10 Sya’ban 1437

_______________________

📝 Disaringkan oleh: Indri Maharani
📝 Tema: Health and Safety

🏥 *EPISTAKSIS* 🏥

Epistaksi atau mimisan adalah pendarahan yang terjadi dari hidung. Darah dapat keluar dari salah satu atau kedua lubang hidung dengan durasi yang berbeda-beda. Ada yang mengalaminya hanya selama beberapa detik dan ada yang lebih dari lima menit. Mimisan juga dapat terjadi saat sedang tidur.

Terdapat beberapa kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami mimisan, yaitu anak-anak, lansia, ibu hamil, orang yang sering menggunakan aspirin dan obat antikoagulan, serta pengidap kelainan darah, seperti hemofilia.

🔬 *Penyebab Mimisan* :

1⃣Faktor Organik
Faktor Organik ditandai oleh kelainan organ bawaan sejak usia dini. Bisa berupa kelemahan pada organ hidungnya atau pembuluh darah hidungnya. Misalnya, pembuluh darah hidungnya terlalu lebar, terlalu tipis, atau rapuh. Dengan begitu, ketika aktifitas terlalu berlebih, terkena iritasi atau mengalami stres, maka ak dapat mengalami mimisan.

2⃣ Faktor Gangguan Medik
Terjadi karena adanya Gangguan pembekuan darah. Sel darah merah atau trombosit akan segera bereaksi menutup luka ketika tubuh mengalami luka. Setelah luka berhasil ditutup maka trombosit secara otomatis terlibat dalam pembekuan darah. Mimisan karena faktor medik disebabkan pembuluh darah dan trombosit gagal berfungsi menutup luka. Berarti gagal dalam pemeliharaan pembekuan darah.

Secara umum, mimisan dapat dipicu oleh :

● Suhu udara yang terlalu ekstrim baik terlalu panas maupun terlalu dingin. Bisa juga terjadi karena perubahan cuaca yang sangat drastis.
● Kebiasaan mengorek lubang hiding sehingga melukai dinding hidung.
● Hidung terbentur benda keras atau terjatuh.
● Masuknya benda kecil ke dalam hidung sehingga membuat hidung mengalami pendarahan.
● Kondisi tubuh yang terlalu lelah
● Terlalu kencang saat membuang ingus atau menghembuskan nafas.
● Memiliki riwayat alergi misalnya terlalu sering pilek atau bersin juga dapat mengakibatkan mimisan.
● Penggunaan obat-obat tertentu secara berlebihan.
● Bentuk hidung yang bengkok karena keturunan atau cidera.

🌡 *Langkah Penanganan Mimisan*

Pada umumnya, mimisan adalah kondisi yang dapat ditangani sendiri di rumah. Berikut ini adalah beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan bila mengalami mimisan.

Duduk tegak dan jangan berbaring. Posisi duduk akan mengurangi tekanan pada pembuluh darah hidung sehingga dapat menghentikan pendarahan. Sedangkan berbaring justru akan menambah tekanan.Condongkan tubuh ke depan sehingga darah keluar lewat hidung dan tidak masuk ke tenggorokan.Keluarkan dan buang darah yang mengalir ke mulut. Menelan darah dapat memicu keinginan untuk muntah.Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk memencet hidung selama sekitar 10 menit. Langkah ini akan memberi tekanan pada sumber pendarahan sehingga menghentikan darah. Jangan lupa untuk bernapas lewat mulut.Letakkan kompres dingin pada pangkal hidung untuk memperlambat pendarahan.

Setelah mimisan berhenti, usahakan agar tidak membuang ingus, membungkuk, atau melakukan aktivitas berat selama setidaknya 12 jam. Langkah ini juga dapat mencegah terjadinya iritasi pada hidung.

💉 *Kapan Harus Pergi ke Dokter?*

Jika mimisan tidak kunjung berhenti setelah 25 menit, Anda sebaiknya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Penentuan jenis penanganan ini tergantung kepada penyebab mimisan.

Orang yang diduga mengalami mimisan karena penyakit tertentu, misalnya hemofilia, akan dianjurkan untuk menjalani tes darah guna memastikan diagnosis. Sedangkan jika sinusitis menjadi penyebab mimisan, dokter akan memberikan antibiotik untuk mengatasinya. Begitu juga dengan mimisan yang disebabkan oleh penggunaan obat tertentu. Jenis serta dosis obat tersebut perlu ditinjau ulang.

Prosedur operasi juga dapat menjadi pilihan jika dibutuhkan. Misalnya membakar pembuluh darah yang sobek menggunakan nitrat. Begitu juga jika memiliki dinding pembatas lubang hidung yang bengkok karena faktor keturunan atau cedera. Maka dibutuhkan prosedur operasi untuk meluruskannya.

💊 *Langkah Pencegahan Mimisan*

Bekas luka pada pembuluh darah sehabis mimisan biasanya dapat membentuk koreng dan membuat hidung terasa tidak nyaman. Tetapi jangan mengorek koreng tersebut karena hal ini dapat kembali memicu mimisan.

Selain untuk menghindari kembalinya mimisan, ada beberapa langkah sederhana yang mungkin berguna dalam pencegahan kondisi ini.

● Berhati-hatilah saat mengorek hidung, jangan terlalu dalam.
Jangan membuang ingus terlalu kencang.
● Hindari merokok. Rokok dapat mengurangi kelembapan hidung dan meningkatkan risiko iritasi hidung.
● Gunakan obat pelega hidung sesuai dengan dosis pada kemasan atau anjuran dokter.
● Diskusikan dengan dokter jika pernah mimisan dan harus menggunakan obat antikoagulan.

©Dikutip dari berbagai sumber ©

📚Divisi Program IPC ✏

💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🐥 twitter: @isparentingcom

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/112
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 20 Mei 2016
📆 1 Sya’ban 1437

_______________________

📝 Penulis: Sufyan bin Fuad Baswedan MA
📝 Tema: Parenting

ASI YANG BERKAH UNTUK ANAK KITA

Di balik pria yang agung, ada seorang ibu teladan. Demikian kata orang bijak tempo dulu. Jika ada lelaki yang menjadi ulama cendekia, tokoh ternama, atau pahlawan ksatria, maka lihatlah ibu mereka. Karena ibu berperan besar dalam membentuk watak, karakter, dan kepribadian seseorang. Ibu adalah madrasah pertama sebelum si kecil mengenyam pendidikan di sekolah manapun. Maka kecerdasan, keuletan, dan perangai sang ibu menjadi faktor utama dalam mengukir masa depan sang anak. Termasuk ibu susu.

💁🏻Ibu susu ialah wanita yang menyusui anak orang lain, hingga secara syar’i ia menjadi mahram bagi sang anak seperti ibu kandungnya sendiri. Semua keluarga wanita ini juga otomatis menjadi mahram bagi sang anak; baik itu suaminya, anaknya, saudaranya, orangtuanya, pamannya, bibinya, dan seterusnya. Sedangkan dari pihak anak, yang menjadi mahram bagi ibu susunya ialah keturunan dari anak yang disusuinya saja.

🙅🏻Rasulullah SAW melarang para orangtua menyusukan bayi mereka kepada wanita yang lemah akal, karena air susu dapat mewariskan sifat-sifat ibu pada si bayi.
“Bahwasanya Rasulullah SAW melarang untuk menyusukan anak kepada wanita yang bodoh” (Dari Ibnu Umar RA, diriwayatkan oleh Ath Thabrani dalam Al Mu’jamul Ausath I/68 hadits no 65).
Juga dalam Al Mu’jamus Shaghier I/140 hadits no 137, dari Aisyah RA: “Janganlah kalian menyusukan (bayi kalian) kepada wanita dungu.”

💧Ibu Susu Hasan al Bashry💧

Ibu kandung Hasan al Bashry adalah seorang sahaya milik Ummul Mukminin, salah seorang istri Rasulullah, Ummu Salamah RA. Di rumah Ummul Mukminin Ummi Salamah al Makhzumiyyah, Hasan kecil dibesarkam dalam rumah tangga Nabawi yang sarat dengan nilai-nilai ketakwaan dan akhlak terpuji. Ia diasuh langsung oleh salah seorang istri Nabi SAW, di samping ibu kandungnya yang senantiasa mencurahkan segenap perhatiannya bagi Hasan.

Sering kali Ummu Salamah mengutus ibunda Hasan untuk suatu keperluan, maka Hasan pun merengek-rengek mencari ibunya. Ketika itulah Ummul Mukminin menggendongnya lalu menyusuinya hingga Hasan tenang kembali. Tak jarang Ummu Salamah mempertemukan Hasan dengan Sahabat Nabi SAW yang masih hidup, dan seringkali mereka memanjatkan doa baginya.

Berbekal air susu yang penuh berkah dan doa sahabat Nabi SAW, Hasan kecil beranjak menjadi seorang alim besar sepanjang zaman. Diserapnya ilmu dan budi pekerti dari rumah tangga Nabawi melalui guru pertamanya, yaitu Ummu Salamah. Tetes demi tetes air susu Nabawi yang dahulu dihisapnya, telah menjadi mutiara hikmah yang senantiasa mengalir dari lisannya. Menurut suatu riwayat, konon berulangkali payudara Ummu Salamah mengeluarkan ASI demi menyusui Hasan. Padahal secara biologis, seorang wanita hanya dapat mengeluarkan ASI setelah ia melahirkan. Sedangkan Ummu Salamah tak pernah melahirkan sejak diperistri Rasulullah SAW, dan tak menikah lagi sepeninggal Beliau.

🤐 Kesulitan Bicara al Juweiny

Dalam salah satu khutbahnya, Syaikh Dr. Muhammad al Areefy menukil sebuah cerita dari Imam adz Dzahabi ketika beliau mengisahkan Imamul Haramain, Abdul Malik bin Abdullah al Juweiny, katanya: “Konon al Juweiny jika berkhutbah atau berdebat, kadang mengalami kesulitan bicara (gagap) dan tertegun sejenak. Lidahnya seakan kelu dan kaku, tak mampu melanjutkan ucapannya.. Bila hal tersebut terjadi, ia berkata kepada orang-orang: ‘Demi Allah, aku tahu sebab dari kegagapanku ini…’

‘Apa sebabnya?’ tanya mereka.

Jawab beliau: ‘Dahulu, ayahku adalah seorang yang shaleh dan berilmu. Ia berprofesi sebagai mu’allim (guru; syaikh). Ayah sungguh berhati-hati dalam mencari penghasilan halal. Ia tak pernah memasukkan sesuatu pun dalam rumahnya, kecuali yang diyakini benar kehalalannya. Ia melarang ibuku untuk menyusukanku pada wanita lain.

‘Aku yakin bahwa makanan, minuman, dan pakaianmu semuanya halal. Tapi wanita lain aku tak tahu, dari mana suaminya menafkahinya… Maka hati-hati, jangan sampai anak ini disusui atau diberi makan orang lain!’ perintah ayah kepada ibuku.

Namun pada suatu hari, ibu masuk ke dalam rumah dan meninggalkanku sendirian di ruang depan. Aku pun mulai merengek dan menangis… lalu tiba-tiba masuklah seorang sahaya wanita milik tetangga ke dalam rumah. Kebetulan ia baru saja melahirkan dan sedang menyusui. Tatkala mendapatiku menangis, serta merta ia menggendong dan menyusuiku.. tanpa disadari, aku pun terus menerus menghisap air susunya hingga tangisku mereda.

Namun… alangkah kagetnya ayahku ketika mendapapatiku disusui oleh sahaya itu. Ia langsung merebutku dari buaiannya dan memasukkan jarinya ke dalam tenggorokanku hingga kumuntahkan apa yang ada dalam perutku.

‘Kamu adalah sahaya wanita milik tetangga kami, seluruh bagianmu adalah milik mereka, sedang kami belum minta izin kepada mereka mengenai air susumu…’ kata ayah kepadanya.

Demi Allah, aku mendengar sendiri cerita ini dari ayahku… dan aku yakin, bahwa kegagapanku ini ialah karena air susu itu yang masih tersisa dalam perutku’ kata al Juweiny mengakhiri kisahnya”.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Begitulah pengaruh makanan dan minuman, termasuk Air Susu Ibu (ASI), terhadap kepribadian seseorang. Makin baik yang masuk ke dalam perut, makin baik pula pengaruhnya. Makanan bergizi saja tak cukup. Lebih dari itu, hendaklah diperhatikan dari mana makanan dan minuman itu diperoleh? Adakah ia masih tercampur dengan yang syubhat atau haram? Ataukah murni dari yang halal? Sebagaimana firman Allah SWT berikut: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal dan baik-baik dari apa yang ada di muka bumi…” (QS. Al Baqarah: 168).

Nabi SAW mengisahkan tentang seorang lelaki yang sedang menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut masai dan kedua kakinya berdebu. Ia menengadahkan kedua tangannya ke arah langit seraya berkata, “Ya Rabbi… ! Ya Rabbi…!”

Namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dibesarkan dari sesuatu yang haram; lantas bagaimana mungkin doanya akan terkabulkan ?! (HR Muslim (V/192) nomor 1686, dan atTirmidzi (X/249) nomor 2915, komentarnya: hadits ini hasan gharib). Hal ini berangkat dari kesalahan orangtua yang memberinya nutrisi dari usaha yang haram sejak kecil. Akibatnya si anak yang kena batunya setelah dewasa. Doanya tak terkabulkan meski dalam kondisi terjepit sekalipun.

Wallahu’alam.

📚 Sufyan bin Fuad Baswedan MA, Ibunda Para Ulama, Pustaka Al Inabah, Jakarta, 2016.

📚Divisi Program IPC ✏

💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/113
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 23 Mei 2016
📆 16 Sya’ban 1437
_______________________

📝 Tema : Islamic Knowledge

BULAN SYA’BAN

Dinamakan sya’ban, karena berasal dari kata syi’b, yaitu jalan di sebuah gunung atau jalan kebaikan; karena orang-orang Arab pada bulan-bulan tersebut yatasya’abûn (berpencar) untuk mencari sumber mata air; karena mereka tasyâ’ub(berpisah-pisah di gua-gua). Dikatakan juga karena bulan ini muncul (sya’aba) di antara dua bulan: Rajab dan Ramadhan.

Menurut pendapat lain, dinamakan sya’ban karena pada bulan itu terpancar bercabang-cabang kebaikan yang banyak (yatasya’abu minhu khayrun katsir).

Pada bulan ini terdapat banyak kejadian dan peristiwa yang patut memperoleh perhatian kaum Muslim. Di antaranya:

1⃣ Perubahan arah kiblat

Pada bulan Sya’ban, arah kiblat berpindah dari Baitul Maqdis di Palestina ke Ka’bah di Makkah al-Mukarramah. Allah SWT berfirman:

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit. Karena itu, sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjid al-Haram. Di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya (QS al-Baqarah [2]: 144).

Dijelaskan dalam banyak kitab tafsir, saat ayat tentang perubahan kiblat turun, Rasulullah saw. dan kaum Muslim di belakang beliau sedang menunaikan shalat. Saat itu juga, tanpa menunda-nunda lagi, Rasulullah saw., yang kemudian serentak diikuti kaum Muslim, langsung mengubah arah shalatnya; dari Baitul Maqdis ke Masjid al-Haram.

Peristiwa ini sesungguhnya mengandung satu ibrah (pelajaran) yang amat penting, yakni betapa kaum Muslim dulu, tanpa banyak bertanya, apalagi membantah, secara sepontan menaati perintah Allah SWT dan mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah saw.

2⃣ Diangkatnya amal manusia.

Pada bulan Sya’ban amal-amal manusia diangkat ke langit. Dalam hal ini, Usamah bin Zaid ra. berkata, “Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam suatu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu pada bulan Sya’ban.” Beliau bersabda, “Itulah bulan yang manusia lalai darinya; bulan antara Rajab dan Ramadhan. Sya’ban adalah bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada Rabbul ‘alamin. Saya menyukai amal saya diangkat, sedangkan saya dalam keadaan berpuasa.” (HR an-Nasa’i).

3⃣ Keutamaan puasa pada bulan Sya’ban.

Aisyah ra. menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:

وَمَا رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطْ إِلاَّ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامً فِي شَعْبَانَ

Rasulullah saw. tidak pernah berpuasa sebulan penuh, kecuali pada bulan Ramadhan. Aku tidak pernah melihat satu bulan yang paling banyak beliau berpuasa kecuali pada bulan Sya’ban (HR Muslim).

Menurut Ibn Rajab, sesungguhnya Rasulullah saw. mengkhususkan bulan Sya’ban dengan puasa adalah untuk mengagungkan bulan Ramadhan. Menjalankan puasa bulan Sya’ban itu tak ubahnya seperti menjalankan shalat sunnah rawatib sebelum shalat wajib.

4⃣ Turunnya ayat tentang shalawat kepada Nabi saw.

Pada bulan Sya’ban, Allah SWT menurunkan ayat tentang anjuran membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw., yaitu ayat:
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Karena itu, hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (QS al-Ahzab [33]: 56).

5⃣ Sya’ban Bulan al-Quran.

Bulan Sya’ban dinamakan juga bulan al-Quran, sebagaimana disebutkan dalam beberapa atsar. Memang, membaca al-Quran selalu dianjurkan di setiap saat dan tempat. Namun, ada saat-saat tertentu pembacaan al-Quran itu lebih dianjurkan, seperti pada bulan Sya’ban dan Ramadhan; atau seperti di tempat-tempat khusus semisal Makkah, Raudhah dan lain-lain. Syaikh Ibn Rajab al-Hanbali menuturkan riwayat dari Anas ra., “Saat memasuki bulan Sya’ban, kaum Muslim biasa menekuni pembacaan ayat-ayat al-Quran dan mengeluarkan zakat untuk membantu orang-orang yang lemah dan miskin agar mereka bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan.”

Sumber:
Al Islam

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/114
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 25 Mei 2016
📆 18 Sya’ban 1437
_______________________

📝 Tema : Family Life

KETIKA SUAMI SIBUK

Sebagai seorang pemimpin keluarga yang memiliki kewajiban mencari nafkah, kadang-kadang suami berhadapan dengan sederet tanggungjawab yang menuntut penyelesaian dalam waktu cepat dan berdekatan, baik di tempat kerja maupun di rumah.

Ketika suami sibuk dengan tugas di tempat kerja, hal ini memunculkan peluang timbulnya perselisihan dengan pasangan. Pasangan merasa dinomorduakan, atau mungkin merasa diabaikan.

Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan ketika suami sibuk:

1⃣ Tanya penyebab aktivitas suami.
Dengan tahu penyebab aktivitas suami, istri dapat memposisikan diri. Berikan inspirasi serta anjuran, cukup ‘diam’ saja atau ikut menolong dengan cara teknis. Jangan terlalu banyak meminta dan berikanlah padanya semangat untuk menyelesaikan tugas-tugasnya itu.

2⃣ Manfaatkan waktu luang.
Banyak kegiatan seperti membaca buku, olahraga atau melakukan sesuatu yang merupakan hobi dinilai dapat membuang rasa jenuh ketika suami sedang sibuk.

Dengan kegiatan seperti itu akan membantu Anda menghabiskan waktu luang yang efektif dan tidak bergantung.

3⃣ Buatlah ia merindukan keluarga.
Pasanglah atau kirimkan beberapa foto Anda dan anak-anak ketika sedang beraktifitas.

Buat suami merindukan keluarga dan terdorong untuk bersegera menyelesaikan pekerjaannya.

4⃣ Ambil perhatiannya.
Jika pekerjaan menuntutnya untuk tetap bekerja di penghujung minggu, antarlah ia ketika bekerja. Selama di perjalanan bicara padanya tentang hal-hal yang menarik baginya. Hindarilah untuk bergosip.

5⃣ Tak perlu jadi instruktur.
Suami pasti lebih tahu bagian kerjanya, jadi istri tak perlu repot mengawasi serta memberi komentar. Aksi ini malah membuat suami tak nyaman.

6⃣ Cermati keperluan fisiknya.
Lantaran disibukkan dengan pekerjaan, kadang-kadang suami lupa makan serta kurang istirahat. Jadi, istri mesti sigap mengingatkan atau bila terlalu sibuk, mungkin melayani dengan lebih ekstra.

7⃣ Tegur suami bila terlalai dalam ibadah.
Bagaimanapun bertumpuknya pekerjaan, beribadah mesti terus dikerjakan. Allahlah yang kuasa atas semua suatu hal. Dengan memprioritaskan beribadah, inshaallah ada pertolongan dalam menyelesaikan masalah.

8⃣ Sesekali temani suami.
Kadang-kadang pekerjaan kantor sangat terpaksa dibawa ke rumah. Waktu suami repot di meja kerjanya, istri luangkan untuk temani. Sesaat ngobrol ringan sambil kunyah camilan bisa jadi pelepas lelah suami.

9⃣ Tunda dahulu curhat serius.
Mungkin saja ada persoalan yang mau dibicarakan dengan suami, tetapi sebaiknya dipending dahulu hingga keadaan suami kembali normal. Beban pekerjaan cukup mengambil alih tenaga serta pikiran suami. Jadi janganlah ditambah dengan beban baru.

1⃣0⃣ Beri semangat serta doakan suami.
Senyum tulus dari seorang istri yaitu sumber semangat suami. Pekerjaan berat jadi ringan dengan support istri. Terkecuali sudah pasti do’a istri supaya suaminya di beri kesanggupan untuk merampungkan seluruhnya tanggungjawabnya.

Sumber:

🌍 http://m.liputan6.com/health/read/471312/5-cara-menghadapi-suami-yang-gila-kerja

🌍 http://berita-new.tk/begini-seharusnya-sikap-istri-ketika-suami-sedang-super-sibuk/

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

***

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
SharingmateriIPC/115
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 27 Mei 2016
📆 20 Sya’ban 1437
_______________________

📝 Oleh : Kiki Barkiah
📝 Tema : Family Life

CERDAS MENGELOLA KONFLIK PENGASUHAN (1)

💔 Menurut KBBI, Konflik adalah percekcokan, perselisihan, pertentangan.

💔 Beberapa tipe keadaan yang memunculkan konflik dalam pengasuhan:

– anak belum mampu, tetapi orangtua berharap mampu
– anak mau namun belum mampu, tetapi orangtua tidak mau bersabar melatih sampai mampu
– anak mampu namun masih butuh latihan, tetapi orangtua ingin proses instan
– anak sudah tahu, anak sudah mampu namun lupa, tetapi orangtua berharap sempurna
– anak mau yang ini dulu, tetapi orangtua mau yang itu dulu
– anak tidak tahu, tetapi orangtua berpikir sudah sepatutnya tahu
– anak ingin mencoba yang baru, tetapi orangtua ingin yang sewajarnya saja
– anak tidak sengaja, tetapi orangtua tidak mudah memaafkan dan tidak pandai mengelola kekecewaan

❤ Solusi yang bisa ditempuh:

– sesuaikan harapan orangtua dengan kemampuan anak
– berkomunikasi efektif dalam membangun pengertian
– berkreasilah untuk mencari alternatif pengganti
– orangtua bersabar dan istiqomah melatih anak sampai mampu (mendampingi proses perubahan anak)
– memperhatikan keinginan dan kemampuan anak
– memperbanyak upaya untuk memotivasi anak
– orangtua memperbanyak maaf dan toleransi
– memberi anak ruang dan batasan untuk mencoba hal yang baru selama bukan.

📚Divisi Program IPC ✏
💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🕌 Islamic Parenting Community 🕌
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🌏 web: IslamicParenting.net

💰Sponsored by.💰

@IPC.Gallery & @IslameeFashion

Disclaimer :
Semua materi yang di share sudah melalui persetujuan Founder atau PIC dari komunitas yang bersangkutan tanpa menghilangkan format asli termasuk header-footer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s