Tips Menjaga Psikis Anak Sejak Dini Bersama Halodoc

“Pentingnya Peran Orangtua Sebagai Panutan dalam Mendidik Anak”

Survey dari 1.176 orang di Amerika Serikat menemukan bahwa dua per tiga dari orang dewasa percaya bahwa nilai moral dari anak telah menurun cukup banyak sejak masih muda.

Harian ‘the Times’ di Amerika Serikat melaporkan bahwa peningkatan budaya selebriti dan melemahnya hubungan dalam keluarga adalah faktor menurunnya nilai moral pada anak.

jendelakeluarga.com Tips Menjaga Psikis Anak Sejak Dini. Pernahkah kita merasa sebagai orangtua cendrung memperhatikan kesehatan fisik anak-anak daripada psikis mereka? Contoh saja, anak susah makan, orangtuanya sakit kepala khawatir berat badan si anak turun; anak belum bisa lari, orangtuanya deg-deg-an khawatir kaki si anak kenapa-kenapa; atau malah anak belum bisa menulis, orangtuanya khawatir tangan si anak kurang permainan sensori-sensorian! Haha lebay ya, tapi ternyata begitulah fakta yang saya temukan dikalangan parents zaman now.

Padahal fisik dan psikis anak haruslah tumbuh secara seimbang lho. Pertumbuhan fisik seseorang dapat didorong dengan makanan sehat dan bergizi, lalu bagaimana caranya menjaga kesehatan mental atau psikis anak?

“Umumnya orangtua mendidik anak sesuai dengan norma dan budaya yang ada di masyarakat saat ini, padahal belum tentu hal itu yang dibenarkan secara medis. Apalagi sekarang zamannya sudah mulai berubah, anak sudah sangat aware dengan tekhnologi sehingga orangtua perlu arahan untuk mendidik anak sesuai dengan perkembangan zaman”, ujar Nana Nirmala, Offline Marketing Manager Halodoc.

Beruntung pertanyaan itu akhirnya terjawab saat saya menghadiri blogger gathering yang diadakan oleh Halodoc bekerjasama dengan Mom Blogger Community (MBC) pada minggu lalu (31/7) di kawasan Cikini, Jakarta Selatan. Dalam rangka merayakan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2018, Halodoc mengajak para orangtua untuk lebih memperhatikan kesehatan anak baik fisik maupun psikis melalui parenting talkshow yang bertajuk “Orangtua Sebagai Panutan dalam Mendidik Anak'”. Dibawakan oleh Dr. Tjhin Wiguna, Sp. K.J sebagai narasumber, adalah seorang Psikiater Anak dan Remaja Divisi Psikiatri Anak dan Remaja Departemen Medik Ilmu Kesehatan Jiwa RSCM-FKUI, mengingatkan kami betapa pentingnya menjaga bahasa, sikap dan perilaku di depan anak-anak karena sosok pertama dan utama panutan anak-anak adalah kita sendiri sebagai orangtua.

halodoc
Dr. Tjhin Wiguna, Sp. K.J – Doc jendelakeluarga.com

Anak-anak pada umumnya berusaha mencari panutan untuk membentuk suatu bahasa, perilaku dan sikap. Apalagi untuk anak-anak usia dini dengan golden age dibawah 5 tahun, dimana masanya mereka suka sekali meniru apapun yang ada di sekitarnya. People said, children under 5 are great imitators. Disinilah peran penting orangtua untuk memastikan bahwa bahasa, sikap dan perilaku mereka dapat menjadi panutan yang positif. Benar kata pepatah “Al Ummu Madrasah Al-Ulaa” artinya ibu (orangtua) adalah madrasah (sekolah) pertama bagi anak-anaknya. Apa yang dilakukan oleh gurunya (orangtua) niscaya akan ditiru juga oleh murid-muridnya (anak-anak). Sehingga mayoritas anak-anak menganggap orangtua adalah panutan atau role model mereka yang paling utama.

orangtua sebagai panutan mendidik anak
Orangtua sebagai panutan  – Doc jendelakeluarga.com

Lalu bagaimana caranya menjadi panutan yang baik dan positif bagi anak? Berikut saran yang diberikan oleh Dr. Tjhin Wiguna, Sp. K.J :

  1. Tunjukkan pada anak bahwa orangtua terus menunjukkan sikap dan perilaku yang positif.
  2. Tunjukkan pada anak bahwa orangtua selalu berorientasi pada tujuan dan perencana yang baik.

Simak video simulasi peran orangtua dan anak dalam menghadapi problema psikis anak yang diperankan oleh peserta dan tim Halodoc :

7 Tips Menjadi Panutan Baik bagi Anak :

  1. Bantu anak menemukan panutan dalam bidang yang disukai. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengenalkan seseorang yang kompeten dalam bidang tersebut. Contoh anak suka melukis, ajaklah anak mengunjungi pameran lukis serta mengenalkannya pada karya para pelukis ternama secara langsung.
  2. Bicara dengan anak tentang orang-orang yang telah bekerja untuk membuat perubahan positif dalam kehidupan atau di sekitar mereka. Contoh yang paling dekat dan sederhana adalah mengenalkan pekerjaan ayah mereka sendiri. Tunjukkan sisi-sisi positif dari pekerjaan tersebut sehingga selain anak mengerti ada satu profesi yang bermanfaat bagi masyarakat dan juga meningkatkan kelekatan batin antara ayah dan anak-anak.
  3. Berusaha melingkupi rumah tangga dengan suasana Illahiyah atau menghidupkan lentera agama di dalam rumah. Tidak bisa dipungkiri bahwa agama adalah pegangan utama seseorang dalam menjalankan kehidupan dunia ini. Contoh mengajak anak mengenal tempat ibadah agamanya sedini mungkin.
  4. Berikan pujian ketika orangtua melihat bahasa, sikap dan perilaku anak yang positif. Contoh anak membantu pekerjaan rumah tangga dengan mengatakan “ibu bangga sekali punya anak rajin seperti kamu” dan jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih kepadanya.
  5. Orangtua diharapkan mampu mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain (anak) dengan mampu memotivasi diri sendiri serta mampu mengolah emosi dengan baik. Semangati anak untuk selalu bersikap dan berperilaku yang positif dalam situasi apapun.
  6. Mengingatkan serta memberi contoh dalam menjalankan tata krama dalam kehidupan sehari-hari, seperti bersyukur, berterima kasih, memaafkan, meminta maaf, bertanggungjawab, menolong, memberi salam dan sebagainya.
  7. Mengembangkan empati pada anak. Contoh menjenguk teman yang sakit, sehingga anak daat memaknai penderitaan yang dialami oleh orang lain atau berbagi dengan orang-orang yang tidak mampu di lingkungan tempat tinggal.

Baca : Cara Mengenalkan Sedekah Kepada Anak

Kalau sudah begini percayalah bahwa tugas orangtua tidaklah mudah, seperti halnya kita berusaha di depan anak untuk being a good manner all the time, no matter what 😀 Sehingga rasanya penting bagi orangtua untuk menyeimbangkan hidupnya dengan pintar memanfaatkan fasilitas dan kemudahan yang tersedia di zaman sekarang ini. Seperti halnya dengan ketersediaan aplikasi kesehatan terpadu berbasis online Halodoc yang memberikan solusi kesehatan lengkap dan terpercaya dalam memenuhi kebutuhan kesehatan bagi penggunanya.

Kebayang ya kita sebagai orangtua dimudahkan dengan fasilitas-fasilitas yang dimiliki seperti Halodoc ini, misalnya dengan fitur ‘Hubungi Dokter’ dimana kita bisa berkonsultasi secara langsung dengan ribuan tim medis mulai dari dokter umum, spesialis anak, internis, hingga spesialis mata yang online 24 jam melalui voice call, video call dan chat. Pas sekali digunakan saat kita ragu-ragu bertindak dalam hal menangani kesehatan anggota keluarga tanpa harus mendatangi pusat kesehatan secara langsung. Misal saat Ry dulu berusia 2 tahun terkena flu singapur, awalnya saya mengira hanya alergi biasa tapi ternyata terserang flu singapur. Seandainya dapat berkonsultasi terlebih dahulu melalui Halodoc mungkin saya lebih tanggap dalam merespon gejalanya.

Baca : Kenalan dengan Flu Singapur

Selain itu ada fasilitas unggulan lainnya seperti ‘Apotik Antar’ dimana segala kebutuhan untuk pembelian obat, vitamin maupun suplemen kesehatan lainnya dapat diantar langsung ke rumah. Dan kabar baiknya semua layanan antar ini bebas biaya pengiriman. Berguna banget ya, selain terbantu untuk efisiensi waktu tanpa harus keluar rumah, juga dapat menghemat uang belanja tanpa mengeluarkan ongkos tambahan. Enaknya lagi layanan ini juga menerima obat dengan resep dokter, tidak hanya obat-obatan yang dapat dibeli bebas di pasaran.

Dan terakhir adanya layanan ‘Lab Service’ dimana Halodoc bekerjasama dengan Prodia memungkinkan phlebotomist (petugas lab) untuk datang ke rumah atau ke kantor untuk melakukan cek kesehatan seperti cek darah atau urine. Untuk saat ini fitur Lab Service baru dapat dimanfaatkan oleh pengguna di sekitar Jakarta Pusat dan Selatan.

aplikasi halodoc

halodoc-talkshow.jpg
Tim Halodoc – Doc jendelakeluarga.com

Aplikasi kesehatan ini dapat diunduh melalui Apps Store atau Play Store. Info selengkapnya bisa mengunjungi website  www. halodoc.com atau instagram @halodoc.

Berikut video tampilan fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi Halodoc :


Terima kasih Mom Blogger Community dan Halodoc untuk acaranya yang bermanfaat sekali. Semoga dengan adanya tema yang diangkat dalam talkshow ini dapat mencerahkan para orangtua khususnya untuk seorang ibu yang selalu berusaha menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya di rumah.

 

halodoc x mom blogger community
peserta, narasumber dan penyelenggara acara. Doc MBC

***

:: 31 Juli 2018 ::

21 comments

  1. Saya sudah download aplikasi Halodoc nya mbak, beneran deh bagus banget. Saya sudah mencoba konsultasi dgn dokter di aplikasinya, respon cepat dan jawaban jg memuaskan.

    Like

  2. Senang ya kalau ada seminar parenting seperti ini. Jadi menambah wawasan para orang tua agar bisa jadi orang tua yang lebih baik untuk anak. Apalagi terkait urusan psikis yang makin hari memang fenomenanya makin banyak anak yang bermasalah karena faktor pendidikan orang tua yang kurang memerhatikan psikis anak.

    Like

  3. aplikasi Halodoc ini jadi solusi yang menjawab semua kebutuhan kita akan pelayanan kesehatan.. lengkap tersedia mulai dari apotek antar, konsultasi dengan dokter dan pakar kesehatan, sampai lab service.. sangat recommended!

    Like

  4. Duh, ini catatan penting babget buat aku sebagai orang tua yang membawa trauma di masa kanak kanak. Jangan sampe psikis anakku terganggu nih. Huft. Syukur ya sekarang udah ada halofoc, aplikasi nya keren

    Like

  5. Btw halodoc itu ada buat beli obat di apotik gitu bukan sih mba? Aku pernah beli obat via halodoc gitu, nanti via gosend juga, tapi kayaknya sih halodoc ya apa aku salah ya hehehe..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s