Anak Juga Bisa Diabetes

Anak Juga Bisa Diabetes – Kenali Penyakitnya

anak juga bisa diabetes 2

jendelakeluarga.com – Seiring dengan perkembangan zaman bukan hanya digitalisasi,  dunia kuliner masa kini juga ikut berlomba dalam memberikan sajian yang menarik untuk para konsumennya. Namun sayang, maraknya dunia perkulineran tanah air tidak diiringi dengan banyaknya sumber informasi yang mengedukasi tentang pentingnya mengetahui nutrisi makanan, khususnya kandungan gula dalam setiap takaran yang dikonsumsi sehari-hari. Jika hal ini diabaikan oleh masyarakat maka bersiap saja bahaya penyakit akan mengintai.

Pada pekan lalu (31/10) saya menghadiri undangan Media & Blogger Gathering dari Kementrian Kesehatan RI yang berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Tema yang diangkat pada saat itu yaitu Anak Juga Bisa Kena Diabetes”. Bagi kami ini adalah pembahasan yang menarik karena dalam 10 tahun terakhir penyakit yang dikategorikan sebagai penyakit tidak menular, Diabetes Melitus (DM) pada anak ternyata malah terjadi kenaikan signifikan hingga 700%. Ya, angka yang fantastis bukan?!

Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan angka kejadian DM pada anak usia 0-18 tahun mengalami peningkatan 700% selama jangka waktu 10 tahun.

Terdapat 2 narasumber pada acara ini, yaitu dr. Cut Putri Arianie, MH. Kes  selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dan Dr. dr Aman Bhakti Pulungan, Sp. A(K) selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

narasumber anak juga bisa diabetes
Dr. dr Aman B Pulungan (kiri), dr. Cut Putri A (tengah)

Lalu bagaimana penyakit ini bisa membahayakan? Mari kita kenali lebih dekat.

View this post on Instagram

Hari ini saya bersama rekan blogger lainnya menghadiri Media Briefing di Kementrian Kesehatan RI, Jakarta dengan mengangkat tema "Anak Juga Bisa Diabetes". . Menurut narasumber dr. Cut Putri Arianie, MH.Kes – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), masyarakat harus sadar bahwa Diabetes Melitus ini perlu diberikan perhatian khusus, terutama pada anak2 dimana orangtua dan lingkungannya minim informasi. Sedangkan Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K) – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga mengingatkan bahwa pentingnya untuk melakukan cek gula darah rutin dan menerapkan pola 5210 per hari, yaitu 5x makan buah, 2 jam durasi duduk, 1 jam olahraga dan 0 sugar not less sugar🧐 Oh ya, selain menghadirkan pakar narasumber terdapat juga penyintas diabetes anak, Fulki Baharuddin Prihandoko yg mengidap diabetes sejak kelas 4 SD. Berkat dukungan orangtua yg luar biasa ia bisa struggle dengan penyakit yg dideritanya. Soon semua materi akan saya bahas lengkap di blog ya. @p2ptmkemenkesri #worlddiabetesday #selamatkankeluargadaridiabetes #kementriankesehatan #kemenkes #GERMAS

A post shared by miranti zr (@mirantizr) on

Diabetes Melitus (DM)

Diabetes Melitus (DM) atau penyakit kencing manis adalah gangguan metabolisme yang timbul akibat peningkatan kadar gula darah diatas nilai normal yang berlangsung secara kronis. Biasanya hal ini disebabkan adanya gangguan pada hormon insulin yang dihasilkan kelenjar pankreas.

Dimana kita ketahui bahwa tubuh manusia memerlukan kadar insulin yang cukup yang berfungsi untuk mengatur penggunaan glukosa oleh otot, lemak, atau sel-sel lain di dalam tubuh. Jika kadar insulin ini berkurang maka akan menyebabkan tingginya kadar gula dalam darah serta gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.

Diabetes Melitus (DM) dibedakan 2 tipe, yaitu DM tipe 1 yang disebabkan oleh pankreas tidak cukup memproduksi insulin, dan DM tipe 2 yang disebabkan oleh gangguan kerja insulin yang dapat disertai kerusakan pada sel pankreas.

Perbedaan DM tipe 1 dan DM tipe 2

DM tipe 1

Tubuh benar-benar berhenti memproduksi insulin karena perusakan sel pankreas, dimana memproduksi insulin dari kekebalan tubuh. DM tipe ini biasa disebut diabetes juvinille karena didiagnosis pada orang dewasa muda atau anak-anak. Atau biasa disebut juga diabetes insulin-dependent karena terapi insulin sangat penting untuk kelangsungan hidup dan pemeliharaan kesehatan yang baik. Dikatakan oleh Dr. Aman B Pulungan bahwa penyakit ini adalah pilihan, hanya orang-orang yang terpilih yang mendapat penyakit ini, bukan berdasarkan turunan maupun gaya hidup seseorang.

DM tipe 2

Tipe ini adalah bentuk umum dari penyakit diabetes dikarena pankreas tidak menghasilkan insulin dengan jumlah yang tidak memadai atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang tersedia dengan benar. Pada tipe ini biasa terjadi pada orang dewasa khususnya orang yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Faktor resiko bisa dicegah dengan mengontrol kadar gula dalam darah serta menerapakn gaya hidup sehat. Untuk tipe ini jelas gaya hidup sesorang yang sangat berpengaruh, mulai dari pola makan, istirahat hingga tingkat stress.

anak juga bisa diabetes 4

Tahukah kamu bahwa DM juga menyerang pada anak-anak? Karena masyakarat sering kali menganggap penyakit ini sebagai penyakit orang dewasa, padahal DM dapat terjadi pada anak-anak dan remaja, khususnya DM tipe 1. Sedangkan data dari kementrian kesehatan mengatakan bahwa terdapat kecenderungan peningkatan kasus DM tipe 2 pada anak dengan faktor resiko obesitas, genetik dan etnik, serta riwayat DM tipe 2 di dalam keluarga.

Sejak September 2009 hingga September 2018 terdapat 1.213 kasus DM tipe 1 yang didominasi di daerah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Selatan. Sedangkan pengumpulan kasus DM tipe 2 pada anak masih belum luas dilakukan (sumber : Kemenkes RI).

Penyebab Diabetes Melitus 

DM tipe 1 : adanya interaksi dari banyak faktor seperti kecenderungan genetik, faktor lingkungan, sistem imun dan sel ß pankreas dan interaksi dari faktor lainnya.

DM tipe 2 : biasanya erat kaitannya dengan gaya hidup tidak sehat seperti berat badan berlebih, obestitas, kurang aktivitas fisik, hipertensi, dislipidemia dan diet tidak seimbang, serta merokok.

DM tipe 1 tidak dapat dicegah dan siapapun dapat mengalaminya. Terdapat 3 kelompok usia yang pernah ditemukan untuk penderita tipe 1 ini, yaitu 10-14 tahun dengan 403 kasus, 5-9 tahun dengan 275 kasus, < 5 tahun dengan 146 kasus serta paling sedikit usia > 15 tahun dengan 25 kasus. Sedangkan pada DM tipe 2 biasanya terdiagnosis pada usia pubertas atau lebih tua.

Karena peningkatan DM tpe 2 diketahui dipengaruhi oleh obesitas, maka pencegahannya dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti :

  • Mempertahankan berat badan ideal; jika anak memiliki berat badan berlebih maka upayakan untuk mengurangi sekitar 5-10% untuk mengurangi resiko. Dapat juga dilakukan diet kalori dan rendah lemak yang tentunya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
  • Perbanyak makan buah dan sayur; dengan rajin mengkonsusmsi berbagai macam buah dan sayur setiap hari sehingga dapat membantu mengurangi resiko DM tipe 2.
  • Kurangi minum minuman manis dan bersoda; sebaiknya menghentikan kebiasaan ini bukan hanya mengurangi.
  • Aktif berolahraga; rutin berolahraga minimal 30 menit dalam sehari untuk mencapai berat badan ideal serta yang paling utama dapat menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan kadar insulin.
  • Batasi penggunaan gadget; karena saat menggunakan gadget anak relatif tidak aktif bergerak dimana hal itu dapat memicu meningkatkan kadar gula dalam darah.

Gejala Penderita Diabetes Melitus

  • Banyak makan; anak dengan DM akan merasa lapar terus menerus meski baru selesai makan. Hal ini karena jumlah insulin yang kurang sehingga gula tidak dapat diolah menjadi energi.
  • Banyak minum; anak juga akan merasakah haus terus menerus karena ketidakmampuan tubuh memproduksi hormon insulin sehingga tubuh dehdrasi
  • Banyak kencing dan ngompol; kemampuan menyerap cairan pada tubuh menjadi berkurang dan sering buang air kecil daripada frekuensi normal, terutama malam hari.
  • Penurunan berat badan secara drastis; mesti anak makan banyak tapi tidak memberikan efek gemuk, melainkan cenderung ke kehilangan berat badan dalam jumlah yang cukup signifikan dalam 2-6 minggu sebelum terdiagnosis. Hal ini disebabkan karena ketidakmampuan tubuh dalam menyerap gula darah sehingga mengakibatkan jaringan otot dan lemak menyusut.
  • Kelelahan dan mudah marah; tubuh anak yang tidak mampu menyerap gula dari makanan membuat ia kehilangan energi sehinggamudah merasa lelah. Anak juga akan mengalami gangguan perilaku dan perubahan emosi seperti cepat marah dan murung.
  • Sesak nafas, dehidrasi, syok dan nafas berbabau keton adalah tanda kedaruratan lain yang perlu diwaspadai.

Apa yang ada dipikiran kalian jika mendengar kalimat “Diabetes merupakan penyakit tidak menular yang tidak dapat disembuhkan”? Pasti miris terlebih lagi jika penderitanya berada di sekeliling kita seperti keluarga, saudara atau rekan kita sendiri. Lalu bagaimana nasibnya jika yang menderita adalah anak-anak?

Pada kesempatan acara tersebut kebetulan juga didatangkan salah seorang anak penyintas DM bernama Fulki Baharuddin Prihandoko, yang datang ditemani oleh kedua orangtua hebat. Saat terdiagnosa, Fulki masih duduk di bangku sekolah dasar tingkat 4. Diceritakan oleh sang ibu bahwa tanda-tanda gejala awal sebelum Fulki terdiagnosa DM adalah banyak minum dengan jumlah yang tidak biasa dan sering mengompol di malam hari. Fulki juga jadi sering merasa lapar meskipun baru saja selesai makan.

anak juga bisa diabetes - Fulki penyintas diabetes
Fulki bersama kedua orangtua

Salut dengan remaja kelahiran tahun 2006 ini yang kini sudah bersahabat dengan suntikan insulin yang rutin dilakukannya sendiri. Bukan hanya suntikan saja melainkan berbagai peralatan lainnya seperti tensi, thermometer dan lain-lain juga selalu dibawanya jika hendak keluar rumah.

Kini kedua orangtua hanya pasrah dan terus berusaha agar kadar gula dalam darah Fulki masih pada batas normal atau mendekati normal. Bersyukur Fulki yang tetap bisa menjalankan kehidupan sehari-hari seperti sekolah, bermain dengan teman bahkan ikut school camp ini tetap berpikir positif dengan ujian yang diberikan kepadanya. Sungguh Fulki benar-benar yang terpilih.

anak juga bisa diabetes

Upaya Pencegahan dan Pengendalian dari Pemerintah

Dalam rangka Hari Diabetes Sedunia yang diperingati setiap tanggal 14 November 2014, Kementrian Kesehatan RI mengadakan serangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi :

  • Sosialisasi dan diseminasi informasi tentang diabetes melalui berbagai media cetak maupun elektronik.
  • Membuat surat edaran kepada seluruh Dinas Kesehatan Provinsi di Indonesia untuk melakukan promosi kesehatan, deteksi dini dan kerjasama dengan LSM yang melibatkan masyarakat.
  • Kementrian Kesehatan RI juga menghimbau kepada seluruh pihak termasuk media, swasta dan masyarakat untuk dapat berpartisipasi dan mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini. Harapannya untuk dapat meningkatkan kerjasama dalam mengatasi masalah kesehatan sehingga semua kebijakan yang ada berpihak pada kesehatan.

anak juga bisa diabetes 3

Yuk dukung pemerintah, kita cegah Diabetes Melitus bersama-sama.

 

***

:: 31 Oktober 2018 ::

 

 

 

 

20 comments

  1. Baca judulnya saja membuat alis berkerut. Iya kah, Anak juga bisa kena Diabetes?
    Tapi memang perlu sosialisasi dan diseminasi informasi tentang diabetes.
    Karena beberapa cirinya kok menurut saya mirip ciri pertumbuhan anak pada umumnya jadi perlu edukasi buat masyarakat awam.

    Like

  2. Baru tau kalau diabetes juga bisa kena di bayi atau anak.
    Serem dan sedih aja mikirnya.
    Orang dewasa aja, kalau kena diabetes itu kasian banget liatnya, apalagi anak-anak ya.

    Semoga anak-anak kita selalu diberikan kesehatan, aamiin 🙂

    -reyneraeadotcom-

    Like

  3. Serem banget yaa kalau sampai anak terkena DM, karena DM itu awal dari masalah kesehatan lain. Gaya hidup sekarang memang memungkinkan banget anak-anak terkena DM, konsumsi sufor dan makanan tinggi karbo sperti mie, pasta juga bisa membuat gula darah tinggi.

    Like

  4. Dulu slalu anggapannya diabetes tuh hanya pada orang dewasa saja. Tapi teryata anak-anak juga kena dabetes ya. Tapi memang ya gaya hidup juga mempengaruhi ya mba. Smoga kita dan anak anak terlindungi ya mba dari segala penyakit dan marabaya. Amin

    Like

  5. Berbau keton itu maksud nya gimana ya mbak? Aku harus menjaga keluarga kecil ku. Karena memang ada faktor genetik dari Almarhum Papah ku dan Almarhumah Ibu Mertua. Kami memang rajin mengkonsumsi buah dan sayur banyak bergerak. Sengaja pekerjaan rumah kami kerjakan sendiri agar tubuh menjadi bergerak. Thanks for sharing mbak. Sehat itu memang mahal

    Like

  6. Eh, kok enggak ada foto kita bareng-bareng? *Dikeplak Miranti”

    Sejak datang ke acara ini, aku jadi mengurangi konsumsi gula lumayan drastis loh, beneran. Aku juga jadi enggak segampang itu ngasih jajanan ke anak-anak. Emang bener, awareness make different ya. Lebih banyak ngemil buah sekarang

    Like

  7. Aku pas acara ini agak syok denger cerita Fulki itu, diusianya yang masih kanak-kanak ia harus menjalin segala macam pengobatan ya. Salut sama keluarganya juga karena ikhlas dan terus memberikan support kepada Fulki. Ternyata diabetes ini tidak hanya terkana pada orang dewasa ya.

    Like

  8. lumayan khawatir nih aku sama anak2, karena aku dan suami sama sama mempunyai Bapak yang kena diabetes.. makanya untuk anak2 sebisa mungkin dikurangin banget makanan yang manis-manis gitu, lebih ke jaga pola makan juga sih.. tp yg masih belum terlaksana olahraganya, mageran banget kami tuh! huhuhu

    Like

  9. Ibuku kena diabetes DM tipe 2. Kena DM pas melahirkanku, sampai akhirnya Maret lalu meninggal dunia. Memang ngeri sekali diabetes ini. Semoga keluarga kita jauh-jauh deh dari diabetes.. huhu. Sedih ingetnya..

    Like

  10. Aku baca judulnya jadi merasa sedih sekaligus miris mbak 😦
    Kalau utk pencegahan diabetes supaya enggakl menyerang anak2 emang harus dimulai dr ortunya ya dgn cara kasi edukasi ttg makanan bergizi dan gak membiasakan anak2 jajan yg manis2

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s